Kamar Mandi Itu Adalah Sebuah “Oase”

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 23 September 2014 | 07:58 WIB

Dibaca: 1 kali

Kamar mandi adalah sebuah “oase” tulis Huffington Post Home. Bahkan situs desainer interior Carla Aston menyebut sebagai sebuah “surga” di sebuah hunian. Bahkan situs Better Homes and Gardens menegaskan, tanpa kamar mandi yang nyaman rumah bagaikan kerontang.

Untuk itu, ketiga media desain interior itu sepakat menyatakan, rumah yang apik tidak tergantung pada ukuran besar kecilnya. Yang penting memiliki kamar mandi kamar mandinya mengasyikkan.

“Jika Anda memiliki kamar mandi berukuran kecil, jangan langsung kecewa! Kami percaya, apiknya tampilan kamar mandi ada di tangan Anda,” tulis “huffington post home.”.

Untuk menataka kamar mandi, ketiga situs desain interior itu mengajak Anda untuk mencoba beberapa cara.

Tentukanlah kebutuhan Anda sebelum mendisain kamar mandi. Selain alat-alat kamar mandi seperti kloset, keran, pancuran, wastafel, dan mungkin bathtub, juga ruang penyimpanan. Karena itu, gunakan ruang seefektif mungkin.

Sebelum merenovasi kamar mandi, Anda harus menentukan besaran dana yang harus dikeluarkan, produk mana yang tepat, dan pertimbangan mengganti tata ruangnya.

Untuk memastikan renovasi kamar mandi berjalan mulus, Anda harus ingat bahwa keberhasilan renovasi bergantung pada waktu yang tepat.

Cari inspirasi. Anda bisa mendapatkan inspirasi renovasi kamar mandi dari foto di majalah atau katalog. Ambil beberapa contoh dan seleksi foto-foto tersebut dengan mencari kemiripan di antara mereka.

Tanyakan rekomendasi kontraktor. Anda bisa juga menanyakan rekomendasi renovasi pada toko perkakas, teman atau asosiasi bisnis profesional.

Mulailah membuat sketsa. Sisihkan waktu untuk memikirkan apa yang Anda butuhkan di kamar mandi. Pikirkan juga kebutuhan penyimpanan, yakni lemari atau kabinet.

Selain itu, Anda juga perlu memikirkan apakah untuk memindahkan toilet, keran atau bathtub. Jika ya, bagaimana dengan saluran airnya? Apakah Anda akan memperluas kamar mandi atau hanya mengubah tata letaknya?

Ingatlah, bahwa benda yang paling mahal untuk dipindahkan dalam kamar mandi adalah toilet. Apalagi jika Anda berencana untuk menambahkan shower.

Tentukan dana renovasi. Setelah menemukan jumlah dana yang akan dikeluarkan, Anda harus memperhitungkan 2/3 anggaran tersebut untuk pekerja. Setelah itu Anda bisa lebih jelas dalam menentukan biaya untuk keramik, perlengkapan, dan lain-lain.

Panggil kontraktor. Tunjukkan pada kontraktor gambaran kamar mandi dan pastikan rencana Anda tercapai. Setelah cocok, kontraktor harus berkomitmen untuk memulai pekerjaan, membuat jadwal kapan saja mereka membutuhkan material, dan estimasi waktu penyelesaian renovasi. Biasanya, renovasi kamar mandi memakan waktu 6 bulan.

Anda juga perlu memastikan jadwal pembayaran kontraktor. Anda bisa membayar sepertiga di awal, dua pertiga pada pertengahan proyek dan terakhir saat proyek selesai.

Tentukan juga berapa hari Anda tidak memakai kamar mandi tersebut. Terlebih jika kamar mandi tersebut adalah satu-satunya kamar mandi di rumah Anda. Buatlah rencana alternatif.

Beli keramik dan perlengkapan. Beberapa keramik tersedia dalam 2-3 hari, untuk keramik buatan tangan, dapat memakan waktu 1 hingga 2 minggu. Pastikan pemesanan keramik Anda setidaknya 8 minggu sebelum pengerjaan.

Perlengkapan harus dibeli sebelumnya. Bahkan manufaktur ternama bisa mengirimkan produknya hingga 4 minggu. Produk kelas atas biasanya memakan waktu pengiriman sekitar 6-8 minggu.

Oleh sebab itu, Anda perlu mengecek manufaktur untuk memastikan barang-barang telah siap saat kontraktor membutuhkannya.

Persiapkan kedatangan kontraktor. Bersihkan lemari kamar mandi, dan siapkan tempat lain yang lebih mudah dipindahkan.

Beli aksesoris. Setelah perencanaan berat, Anda bisa membeli tempat handuk, gantungan baju, pegangan tisu toilet, dan lain-lain. Jika Anda memiliki skema warna baru, pilih juga handuk dan tirai shower baru.

Tentukan warna cat. Setelah keramik dipasang, Anda akan lebih bisa merasakan warna apa yang sesuai dengan dinding kamar mandi.

Cek kontraktor Anda secara berkala. Setiap hari, saat kontraktor tiba, tanyakan apa yang akan diselesaikan hari itu. Pastikan dia tahu di mana toko material dan bagaimana memasuki rumah saat Anda tidak ada. Jauhkan anak-anak dan binatang peliharaan Anda dari tempat pengerjaan proyek.

Jika proyek molor dari waktu yang ditentukan, jangan panik. Cobalah untuk lebih fleksibel dan melakukan evaluasi tenggat waktu penyelesaian renovasi.

Lakukan juga inspeksi pekerjaan kontraktor. Cobalah untuk menginspeksi sebelum pekerjaan renovasi selesai.

Taruhlah barang-barang yang telah Anda beli sebelumnya dan selamat menikmati kamar mandi baru.
Lemari yang ada di bawah wastafel, bisa membuat interior kamar mandi terasa penuh. Dalam kamar mandi berukuran kecil, hal ini sebaiknya dihindari. Jika pemilik rumah merasa tetap membutuhkan ruang penyimpanan di dalam kamar mandi, sebaiknya gunakan keranjang di bawah wastafel.

Bila memungkinkan, buat ceruk di dinding kamar mandi untuk meletakkan berbagai keperluan. Dengan cara ini, keberadaan lemari tidak perlu mengurangi luar area yang bisa diakses pemilik rumah. Perhatikan juga ruang-ruang di dinding yang bisa digunakan untuk menggantung perlengkapan.

Selain mengosongkan bagian kaki wastafel, penghuni rumah juga bisa menggunakan pedestal sink atau wastafel berpenumpu. Pedestal sink bisa memberikan tampilan mewah di dalam kamar mandi berukuran kecil.

Bila perlu, sempurnakan tampilan ini dengan menyediakan akses masuk sinar matahari yang melimpah ke dalam kamar mandi. Gunakan skylight atau jendela atap yang hemat tempat.

Kamar mandi berukuran kecil juga bisa terasa lebih nyaman bagi pemiliknya, jika aksen mengilap dimasukkan. Keramik kaca yang memantulkan sinar, dan banyak cermin bisa menjadi jalan keluar.

Cermin memang “sahabat” bagi ruang berukuran kecil. Sifatnya yang reflektif membuat ilusi seolah-olah ada ruangan lain di balik cermin. Cermin juga bisa merefleksikan dan mendistribusikan cahaya dengan maksimal. Kuncinya sederhana, temukan sumber cahaya di kamar mandi, dan atur sudut kaca dengan tepat.

Namun, berhati-hatilah dalam penempatan dan penggunaan cermin. Terlalu banyak cermin juga tidak elok bagi tampilan interior kamar mandi.

Desainer interior Carla Aston, dalam situs pribadinya, menyarankan penggunaan warna dengan cara yang tepat. Hal ini bisa membuat kamar mandi berukuran kecil tampak lebih luas. Menurut Aston, sebaiknya kamar mandi tidak menggunakan terlalu banyak warna. Contohnya, gunakan banyak warna putih dengan sedikit aksen kayu.

Selain itu, pemilik rumah sebaiknya mengecat plafon dengan warna yang sama dengan dinding. Terutama, jika bentuk atap bersudut (angled). Pemilik rumah juga sebaiknya mencampurkan warna keramik dengan warna dinding. Biasanya, area pancuran ditutup dengan keramik. Pilihlah keramik dengan warna yang tidak jauh berbeda dari warna dinding. Keramik tersebut juga bisa digunakan hingga plafon di area pancuran.

“Semakin banyak Anda bisa menghaluskan transisi perbedaan bahan dari satu area ke area berikutnya, ruang tampak semakin ‘bersih’ dan tidak terkesan penuh,” ujar Aston.

sumber : huffingtonpost.com, carlaaston.com, elledecor.com

Komentar