Kafein Plus Anggur Bikin Jantung Sehat?

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 18 Desember 2015 | 16:00 WIB

Dibaca: 1 kali

Kafein plus anggur sama dengan kesehatan jantung?

Ya. Itulah temuan khasiat kafein yang terbaru karena memiliki manfaat anti oksidan dan mengenyahkan penyakit jantung.

Temuan yang dipublikasikan di juran kesehatan hasil studi para ahli kimia di Universitas di New Hampshires menciptakan varietas kopi yang memiliki antioksidan sebanyak minuman anggur.

Mereka mencampur kopi Arabika kualitas terbaik dengan resveratrol, bahan kimia yang terkandung oleh anggur.

Resveratrol memiliki antioksidan tinggi yang baik untuk kesehatan jantung sekaligus mencegah kanker.

Percobaan para ahli kimia tersebut lalu menghasilkan produk kopi baru bernama CoffVee. Kopi varian baru tersebut punya kandungan antioksidan sama seperti segelas anggur.

Terhadap temuan ini “daily meal,” Jumat, 18 Desember 2015, menulis hasil wawancara dengan tokoh studi ini, Glenn Miller, yang pendiri Vera Roasting Company, dengan mengatakan tiap cangkir CoffVee, yang merupakan campuran kopi Kolombia dan kopi hitam Perancis, mengandung jumlah antioksidan yang sama dengan segelas anggur.

Infusi resveratrol ke dalam kopi dikembangkan Miller di dapurnya. Awalnya, dia menerapkan percobaan tersebut ke teh, tapi akhirnya memutuskan resveratrol lebih cocok untuk kopi.

“Saya pikir, kita berada di ambang membuat transformasi di industri kopi,” kata Miller.

Sebelumnya, penelitian di Harvard menemukan, orang yang minum kopi secara rutin dalam kadar moderat, lebih mudah terhindar dari penyakit mematikan, seperti diabetes dan penyakit jantung.

Bahkan kopi decaff atau yang dihilangkan kafeinnya pun tetap bermanfaat

Berlainan dengan studi terbaru itu, penelitian sebelumnya yang diterbitkan pada majalah Epidemiology menunjukkan bahwa pada beberapa orang kopi dapat memicu serangan jantung dalam waktu satu jam setelah meminumnya.

Kafein menyebabkan peningkatan tekanan darah jangka pendek dan aktivitas saraf simpatik yang bisa memicu serangan jantung.

Risikonya tertinggi di kalangan peminum kopi ringan mereka yang mengonsumsi maksimal satu cangkir sehari.

Bagi orang-orang itu, risiko serangan jantung meningkat empat kali lipat.

Efek paling rendah terlihat di kalangan peminum kopi berat mereka yang minum empat cangkir atau lebih per hari.

Bagi mereka, meminum kopi tampaknya tidak meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

“Bagi orang-orang yang tidak teratur meminum kopi, meminum kopi akan menyebabkan sentakan kafein pada sistem kardiovaskuler mereka,” kata Ahmed El-Sohemy, PhD, pakar nutrisi di University of Toronto, Kanada.

“Kita tahu bahwa kafein menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara, sehingga mereka yang tidak biasa mengonsumsinya akan mendapatkan gelombang kenaikan yang berbahaya bagi jantung yang rentan”, tambahnya.

Pada penelitian sebelumnya yang diterbitkan di Journal of American Medical Association, El-Sohemy menyebutkan bahwa orang-orang tertentu memiliki variasi genetik yang menyebabkan metabolisme kafein yang lebih lambat, sehingga dampaknya adalah peningkatan risiko serangan jantung setelah mengonsumsi kopi.

Pada mereka yang memiliki metabolisme kafein cepat, kopi justru bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Sebuah studi di Italia telah mengevaluasi lebih dari sebelas ribu orang dewasa yang melaporkan serangan jantung dalam tiga bulan sebelumnya dan memeriksa asupan kopi mereka selama masa penelitian.

Konsumsi kopi mereka.

Setelah lebih dari tiga tahun, risiko serangan jantung, kematian akibat serangan jantung, dan stroke dihitung berdasarkan tingkat konsumsi kopi pada populasi orang dewasa beriwayat serangan jantung tersebut.

Hasil penelitian tersebut, yang diterbitkan di jurnal Circulation, menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara konsumsi kopi dan risiko serangan jantung, kematian akibat serangan jantung, atau stroke.

Sebagai catatan, penelitian itu dilakukan pada orang Italia, yang terbiasa mengonsumsi diet Mediterania dan meminum kopi yang disiapkan dengan cara Italia.

Sebagian besar peserta penelitian itu meminum kopi moccha atau espresso, yang disaring dari kopi bubuk yang diseduh air panas dalam waktu yang sangat singkat.

Tidak diketahui apakah hasil kesimpulannya akan sama bila kopi diminum sebagai kopi tubruk oleh masyarakat yang berpola diet sebagaimana umumnya di Indonesia.

Para peneliti tidak menemukan hubungan antara asupan kopi dan risiko kematian akibat serangan jantung, stroke atau penyebab lainnya. Hal itu juga berlaku pada perempuan yang menenggak empat cangkir atau lebih per hari.

Mengacu pada penelitian-penelitian di atas, bila Anda adalah pecandu kopi yang terbiasa meminum kopi empat cangkir atau lebih sehari, tidak ada alasan untuk menghentikan kebiasaan itu setelah terkena serangan jantung.

Namun, bila Anda hanya penikmat kopi ringan atau sedang, tampaknya lebih aman bila Anda tidak meminumnya lagi setelah mendapatkan serangan jantung, terutama bila tekanan darah Anda tidak terkendali

Komentar