Jauhi Minum Teh Saat Anda “Makan”

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 12 Februari 2015 | 10:05 WIB

Dibaca: 0 kali

Apakah Anda sering atau selalu melengkapi makan “siang” dengan teh manis? Sudah menjadi “kecanduan?”

Kalai iya, mulai sekarang jauhi kebiasaan ini karena ia memberi dampak tidak sehat bagi perut Anda.

Kembung. Itu dampak yang paling yang bisa dirasakan oleh kebiasaan yang salah arah ini.

Memang, teh dan makan “besar” pasti sudah menjadi kebiasaan Anda bukan?

Teman makan yang paling pas, ya es teh manis. Rasa manis dan kesegaran yang ditawarkan seolah menjadi penawar dahaga terbaik setelah Anda makan.

Tapi tahukah Anda kalau kebiasaan yang banyak menawarkan kenikmatan itu justru lebih banyak memberikan dampak negatif, seperti menghalangi kinerja pencernaan.

Daun teh memiliki asam, sehingga hal ini akan memengaruhi kemampuan tubuh dalam mencerna makanan.

Sifat asam dari teh akan mengeraskan protein, akibatnya protein pun sulit dicerna.

Teh juga mengandung polifenol dan tanin, yang dapat mengikat zat besi dalam makanan dan mencegah penyerapannya.

Perempuan dan anak-anak memiliki risiko yang lebih besar terhadap kekurangan zat besi, sehingga harus menghindari minum teh setelah makan.

Tidak hanya minum teh, kebiasaan lain yang kerap Anda lakukan setelah makan pun ternyata tidak baik untuk kesehatan Anda.

Perut kembung memang sangat mengganggu dan tidak nyaman. Aktivitas pun tidak bisa dijalankan dengan baik jika kita mengalami perut kembung.

Perut kembung disebabkan oleh kelebihan udara yang terjebak di saluran pencernaan Anda.

Meskipun perut kembung akan reda dengan sendirinya, tapi tetap saja efek perut kembung tak enak dirasakan juga tak enak dilihat karena perut akan semakin membuncit.

Untuk mencegah hal ini terjadi, Anda perlu menghindari beberapa hal yang bisa menyebabkan perut Anda kembung. Seperti dilansir dari health.com, berikut beberapa aktivitas yang dapat menyebabkan perut kembung.

Ya. Setiap orang mengalami gas di usus yang menyebabkan rasa kembung tidak nyaman, bahkan rasa sakit.

Namun, bagaimana seseorang bisa tahu bahwa gas di dalam usus sekedar berlebihan, atau ada hal lain yang lebih serius?

Gas adalah sesuatu hal yang normal terjadi pada tubuh, tapi sering membuat rasa tak nyaman. Gas adalah bagian dari proses pencernaan. Dia juga produk sampingan dari banyaknya makanan yang kita konsumsi.

Namun, kadang rasa kembung dan sakit yang sama bisa jadi gejala kondisi kesehatan tertentu. Biasanya ada tanda-tanda lain yang menunjukkan bahwa gas di perut tidak bisa disalahkan.

Apakah itu hanya merupakan gas di usus biasa? Anda perlu tahu bahwa beberapa orang membuang gas lebih dari 20 kali dalam satu hari, dan itu masih dianggap normal. Jadi, apa yang Anda pikir itu merupakan gejala gas berlebihan, sebetulnya adalah mungkin jumlah yang wajar.

Meskipun biasanya bukan merupakan tanda penyakit serius, gas yang berlebihan bisa menjadi tanda peringatan dari masalah medis mendasar.

Gas yang berlebihan bisa merupakan gejala kelainan pada sistem pencernaan seseorang. Apa yang dikira sebagai nyeri gas biasa bisa merupakan salah satu dari sejumlah masalah kesehatan.

Berikut adalah beberapa cara sederhana untuk mengetahui apakah gas di usus berada di balik rasa kembung dan ketidaknyamanan perut Anda:

Makan terlalu cepat menyebabkan tidak hanya makanan yang Anda telan, tapi juga udara. Namun, itu pun bukan salah satunya penyebab perut kembung.

“Ketika Anda makan terburu-buru, Anda tidak mengunyah secara menyeluruh, sehingga makanan yang tidak halus itulah yang berada di usus Anda dan menunggu untuk dicerna sepenuhnya,” kata ahli gizi New York City, Stephanie Middleberg.

Saat ini, banyak minuman yang dirancang untuk dikonsumsi dengan menggunakan sedotan. Tapi penggunaan sedotan ternyata dapat memaksa Anda untuk menyedot banyak udara ekstra dan membuat perut Anda kembung.

Tak masalah Anda mau minum dengan lambat atau cepat, udara sudah terperangkap di dalam sedotan Anda.

Gelembung-gelembung kecil yang terdapat dalam soda memang memberikan sensasi ceria, tapi juga bisa membuat perut Anda membengkak.

Diet soda lebih buruk lagi karena mengandung pemanis buatan yang sulit dicerna.

Jika Anda terlalu sulit untuk meninggalkan makanan bersoda, ada baiknya Anda diamkan dulu setelah kalengnya terbuka, atau Anda bisa menuangkan ke dalam gelas yang berisi es batu.

Kacang-kacangan merupakan sumber makanan yang mengandung protein nabati berkualitas tinggi. Sayangnya karbohidrat dalam kacang cenderung tidak dapat dicerna, dan itulah yang menyebabkan mereka mengandung gas, dan membuat perut kembung.

Jika Anda makan malam dalam waktu satu atau dua jam sebelum tidur, perut Anda akan menjadi kembung.

Berbaring dapat mengganggu pencernaan, jadi jika Anda merebahkan diri Anda di tempat tidur dengan makanan di perut, makanan itu tidak bisa dicerna dengan cepat.

Setidaknya makan malam dilakukan tiga hingga empat jam sebelum tidur. Jika Anda terpaksa makan sebelum tidur, makanlah makanan yang ringan, seperti buah dan yoghurt.

Komentar