Jangan Sepelekan Penataan Taman

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 5 Desember 2013 | 11:58 WIB

Dibaca: 6 kali

Banyak orang menyepelekan taman. Mereka tidak tahu bahwa taman adalah assesori amat penting untuk keasrian sebuah rumah. Untuk itu banyak di antara pemilik rumah yang mengabai taman di depan rumahnya.

Tahukah Anda, tulis situs “the gardenhouse.com, menata taman bukan pekerjaan sepele? Meski mungkin dilakukan, tulis situs itu, namun membuat tanaman tampak indah butuh proses. Jangan segera menyerah karena keindahan taman tidak bisa Anda dapatkan dengan instan.

Sebenarnya bisa, jika Anda membeli tanaman dewasa, beserta rumput, dan berbagai hiasannya. Namun, jika Anda tergolong orang yang menghargai proses, tetaplah konsisten dalam merawat taman Anda!

Berikut ini pengalaman kontributir “the gardenhouse.com,” Bernard Vogt dalam mengurus tamannya.

Pertama-tama, hilangkan ketakutan memulai membuat taman. Buatlah variasi spesies, ketinggian tanaman, bentuk, warna, dan tekstur. Jika dalam proses ada tanaman Anda yang mati, jangan menyerah. Teruslah berusaha!

Kedua, jadikan kesalahan-kesalahan dan kegagalan merawat tanaman sebagai pelajaran. Sembuhkan tanaman tersebut terlebih dahulu, atau ganti dengan bibit baru.

Vogt menceritakan, pada 2009 dia melakukan kesalahan besar yang menyangkut masalah uang. Dia sempat membeli berbagai tanaman hingga mencapai 1.000 dollar AS atau setara dengan Rp 11,6 juta. Dia membeli tanaman dan pot-pot besar.

Padahal, tanaman butuh waktu lama untuk berkembang dan belum membutuhkan pot-pot besar tersebut. Hematlah uang, air, dan kurangi stress dengan membeli pot berukuran lebih kecil. Kemudian, mulailah dengan mengembangkan sendiri tanaman Anda sejak bibit.

Setelah tanaman-tanaman Anda tumbuh subur, tiba waktunya mengisi kekosongan dalam taman. Cari apa yang tampak tidak pas di taman tersebut. Mungkin taman Anda butuh pohon lebih tinggi, semak untuk mengisi bagian dasar taman, rumput, atau tanaman dengan warna lain.

Sepanjang perjalanan, Anda akan menemukan kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat. Pada 2011, Vogt menemukan bahwa dia menanam tanaman-tanamannnya terlalu dekat. Ada kemungkinan tanaman Anda akan mati karena ditanam terlalu dekat dengan tanaman lain.

Selain itu, Vogt juga belajar untuk menggunakan tanaman-tanaman yang memang cocok berada di tamannya. Tanaman native ini mampu bertahan dalam iklim ekstrem setempat.

Untuk membuat taman kering, perlu pemahaman sedikit berbeda dengan taman pada umumnya. Ini menyangkut jenis tanaman, kecukupan cahaya, letak posisi, dan faktor air dalam perawatannya. Sedangkan media tanam yang digunakan untuk taman kering tetap menggunakan tanah.

Khusus taman kering di dalam rumah, Anda perlu memperhatikan sinar matahari yang menerpa area taman tersebut, apakah sinar datang pada pagi, siang, sore, atau justru sama sekali tak ada sinar yang datang.
Hal ini diperlukan untuk menentukan jenis tanaman yang akan dipilih. Sedangkan untuk taman kering di luar rumah, Anda lebih leluasa menentukan jenis tanamannya.

Pilihlah jenis tanaman yang daya tahan airnya cukup kuat. Untuk taman kering dalam ruang bisa dipilih Sansevieria, lidah mertua, Lili Paris, dan Begonia. Sementara selain bisa ditanam di luar rumah, tanaman seperti Kaktus, Aglaonema, Bromelia, Siklok, dan Sikas juga bisa ditanam di dalam ruang. Untuk tanaman besarnya Anda bisa memilih patah tulang, cemara udang, pandan bali, atau tombak raja.

Faktor kecukupan air juga harus diperhatikan dengan baik. Hal ini agar tanaman tidak menjadi busuk karena kebanyakan air, atau sebaliknya, terlalu kering karena kekurangan air.

Kaktus bisa dipilih karena merupakan tanaman tidak suka udara lembap dan air yang banyak. Karena tidak perlu sering-sering disiram, taman kering Anda pun menjadi praktis dan tidak repot dalam perawatannya.

Komentar