Jangan Remehkan Pencahayaan Rumah

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 6 Juni 2014 | 15:10 WIB

Dibaca: 0 kali

Pencahayaan dalam rumah? “Jangan disepelekan,” tulis situs desain interior “huffingtonpost.” Pencahayaan yang tepat, terukur dan teratur akan bisa memengaruhi “mood” sesorang.

Para desainer interior, tulis “huffingtonpost,” sepakat tidak menganggap remeh pencahayaan di dalam rumah. Tidak hanya memengaruhi “mood,” pencahayaan yang tepat bisa juga menimbulkan nuansa sensasional di dalamnya.

Para desainer amat menyadari faktor pencahayaan sebagai bagian dari keindahan rumah. Rumah yang penataan cahayanya bagus akan mampu memecahkan kebuntuan emosi si pemilik.

Meski hal ini sudah disadari para desainer, namun belum semua pemilik rumah menyadarinya.
Alessandra Wood dari “huffingtonpost” dalam edisi terbaru tulisannya mencoba berdamai dengan Anda dan akan membantu Anda memilih pencahayaan di rumah.

Pertama, Anda tentu tahu bahwa setidaknya ada tiga jenis lampu. Lampu di atas kepala atau dikenal dengan istilah desainer “overhead lighting”, lampu suasana sering disebut “ambient lighting”, dan lampu kerja, “task lighting.” Padukan ketiganya untuk mendapatkan pencahayaan yang maksimal di dalam rumah.

Tidak hanya menentukan arah pencahayaan, kenali juga jenis-jenis lampu sebelum memutuskan pembelian. Di toko-toko perlengkapan rumah tangga, Anda bisa menemukan lampu neon, lampu pijar, LED, halogen, dan CFL. Masing-masing lampu ini memiliki pendar yang berbeda.

Ketiga, optimalisasi pencahayaan yang ada di atas kepala Anda. Anda bisa menggunakan lampu pijar atau CFL untuk menerangi kamar tidur. Meski tidak sehemat LED, lampu ini tidak terlalu terang dan cocok untuk beristirahat. Bila perlu, gunakan juga dimmer atau peredup lampu.

Sementara, LED bisa Anda letakkan di dapur, kamar mandi, dan ruang-ruang lain yang tinggi “lalu-lintasnya”. Menggunakan lampu LED terbukti lebih hemat dan lebih ramah lingkungan.

Optimalisasi bukan berarti Anda hanya menggunakan lampu ini sebagai satu-satunya sumber pencahayaan. Sebagian besar rumah di Indonesia hanya menggunakan lampu jenis ini untuk masing-masing ruangan. Hal ini efektif, namun tidak membuat ruangan tampak lebih menarik.

Tambahkan lampu ambient untuk menemani pendar lembut dan melengkapi lampu di atas kepala Anda. Keberadaan lampu ini juga memungkinkan Anda mendapatkan cahaya yang lebih menenangkan. Anda hanya perlu mematikan lampu di atas kepala, dan membiarkan lampu ambient menyala.

Kemudian, buat ruangan lebih menarik lagi dengan menghiasnya menggunakan lampu kerja atau task lighting. Letakkan lampu ini di sisi tempat tidur dan meja kerja.

Desainer dan ahli penataan cahaya Cathy Hobbs selalu melakukan penataan ulang terhadap peran cahaya untuk menghadirkan interior sebuah ruangan yang eksotik.

Hobbs membuat ruangan bisa jadi terasa hangat. Tampilan “sebelum” di “tukangi” Hobb dan sesudah tidak pernah menghalangi “moo” Anda akan sebuah suasana yang sangat dirindukan.

“Dalam usaha memaksimalkan ruang, pemilik tempat tinggal ini menambahkan cahaya yang bisa dipindahkan untuk membuat ruang baca benderang tanpa mengurangi apa yang Anda inginkan,” ujar Hobbs.

Hobbs menyingkirkan sekat yang tidak penting untuk menebarkan cahaya, kemudian menukar lukisan yang ada di ruangan dengan lukisan lain agar mendapatkan tampilan kohesif. Hanya dengan menyingkirkan dinding, ruangan tampak jauh lebih besar dan terbuka.

“Menyingkirkan dinding sungguh luar biasa! Namun tantangan sebenarnya di ruangan ini adalah kurangnya warna. Sebelum ruang terasa kosong dan steril, mengulang warna biru, abu-abu tua, dan hitam di sekitar ruang menambahkan cerita warna kohesif yang membuat ruang terasa lebih ‘dipoles’ dan ‘selesai’,” pungkasnya.

sumber : www.huffingtonpost.com dan http://www.housebeautiful.com/

Komentar