Ini Yang Terjadi Saat Proses Penuaaan

Penulis: Darmansyah

Senin, 23 April 2018 | 09:22 WIB

Dibaca: 0 kali

Untuk jadi tua?

Terima sajalah. Jangan pernah mencegahnya.

Itulah yang ditulis

Untuk Anda tahu, menjadi tua merupakan hal yang alamiah dalam kehidupan ini.

Tapi kodrat itu nampaknya tidak menghentikan orang untuk mencari dan melakukan berbagai upaya menghindari penuaan.

Contohnya saja beberapa orang getol menggunakan krim, diet khusus atau lain-lainnya yang mengklaim memberikan pengaruh menghentikan proses penuaan.

Namun kalkulasi matematis meragukan hal tersebut akan membuahkan hasil, terlepas apapun dan bagaimana caranya. ” Penuaan secara matematis tak terelakkan.

Secara logis, teoritis dan matematis tidak ada jalan keluarnya,” kata Joanna Masel, Profesor ekologi dan biologi evolusioner di Universitas Arizona, seperti dikutip dari Livescience

Kesimpulan ini diambil berdasarkan pada penelitian mengenai bagaimana fungsi dan kerjasama sel individu dalam tubuh.

Seiring bertambahnya usia, satu atau dua hal terjadi pada sel-sel individu.

Sel akan melambat dan kehilangan fungsi, misalnya saja seperti sel rambut seseorang yang akan berhenti memproduksi pigmen dan membuat rambut lambat laun memutih.

Atau bisa juga sel berkembang biak secara tidak tak terkendali, menjadi kanker.

“Seiring bertambahnya usia, sebagian besar sel Anda mengalami penurunan dan kehilangan fungsi. Mereka juga berhenti tumbuh,” kata Paul Nelson, peneliti lain yang terlibat dalam penelitian ini.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, peneliti menciptakan model matematis dan kompetisi antar gen.

Pada permodelan yang mengadopsi gagasan seleksi alam atau ‘survival of the fittest’ tersebut, peneliti menunjukkan bahwa jika kita menyingkirkan atau memindahkan sel lamban, sel yang berhubungan dengan penuaan, maka penuaan bisa dihentikan.

Namun menurut Masel tetap ada resikonya. “Anda mungkin bisa memperlambat penuaan tapi Anda tidak bisa menghentikannya. Anda bisa memperbaiki satu masalah tapi terjebak dengan yang lain,” katanya.

Menghilangkan sel-sel lamban tersebut berarti memberi ruang bagi sel kanker untuk berkembang biak.

Sementara di sisi lain, menyingkirkan sel kanker, akan membuat sel yang lamban yang terkait dengan penuaan akan menumpuk dan perlahan memburuk.

Pada akhirnya kita memang tidak bisa menghindari proses penuaan. Itu adalah adalah sesuatu yang harus kita terima dan hadapi.

Penuaan kerap diasosiasikan dengan sel saraf yang mengalami kerusakan dan kematian.

Namun, Maura Boldrini, peneliti di Departemen Psikiatri Universitas Colombia lewat penelitian yang terbit di jurnal Stem Cell menunjukkan hal berbeda.

Menurutnya, saat mengalami penuaan, otak tetap tumbuh dan menghasilkan sel saraf baru, terutama yang berhubungan dengan ingatan

Untuk sampai pada kesimpulan itu, peneliti menganalisis beragam sel otak pada dua puluh delapan otak orang berusia empat belas hongga tujuh puluh sembilan tahun yang meninggal bukan akibat penyakit menahun.

Peneliti juga menelaah sel punca. Menurut peneliti, sel punca berperan dan produksi sel dan peningkatan kemampuan sel otak.

Dari situ, Boldirini menemukan bahwa sebab penuaan bukan produksi sel otak yang berkurang tetapi perubahan aliran darah yang mengantarkan makanan ke sel otak.

Hasil ini mengarahkan pada sebuah tindakan pencegahan penurunan fungsi kognitif seperti pikun karena menua.

Darah yang mengalir ke otak harus dipastikan cukup jumlahnya supaya sel saraf tercukupi kebutuhan nutrisinya.

Berolahraga adalah kiat yang ditawarkan peneliti. “Berolahraga merupakan salah satu cara untuk melancarkan peredaran darah, dan aktif melatih otak untuk berpikir juga membantu,” kata Boldrini dilansir Times

Apa yang disampaikan Boldrini telah terbukti pada binatang. Namun ini masih perlu penelitian lanjutan pada orang tua.

Ke depannya, Boldrini ingin memelajari pertumbuhan sel saraf pada otak pasien Alzeimer, penderita penyakit degeneratif.

Peneliti ini ingin menemukan kaitan antara penyakit tersebut dengan sel saraf.

Komentar