Ini Dia Trik Mengusir Galau di Usia Tua

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 13 September 2017 | 14:13 WIB

Dibaca: 0 kali

Galau di usia tua?

Iya, itulah penyakit yang “menyakitkan” mereka yang melewati usia “gaek.”

Ya juga ketika menjadii tua sesuatu  yang pasti

Namun begitu, menikmati masa tua dengan kondisi tubuh yang sehat serta memiliki semangat berjiwa muda adalah sebuah pilihan.

Selain itu ada juga cara-cara untuk memperlambat penuaan melalui tujuh langkah sederhana yang bisa Anda terapkan mulai dari sekarang.

Dalam masyarakat saat ini, ketika dunia dipenuhi oleh generasi millenial, usia yang terus bertambah bisa menimbulkan olok-olok tersendiri.

Kemudaan begitu dipuja dan menjadi tua sebisa mungkin dihindari. Tetapi, siapa yang bisa menahan lajunya umur.

Yang bisa kita lakukan adalah tetap bahagia menikmati hidup. Menjadi tua bukan berarti kualitas hidup boleh menurun.

Kebanyakan orang tidak akan menganggap usia 38 tahun layak disebut tua. Nyatanya, setelah kita melewati median usia sekitar 37 tahun, secara statistik kita termasuk “tua”.

Penelitian menunjukkan, rata-rata orang mulai merasa tua di usia pertengahan enam puluhan tahun. Hasil survei dari lembaga Pew Research Center yang melibatkan tiga ribu orang menyebutkan, usia enam puluh delapan tahun adalah periode ketika usia senja dimulai.

Profesor ilmu sosial di Aldelphi University, Daniel B.Kaplan, mengatakan hidup sampai usia tua bisa dianggap sebuah prestasi. “Usia harapan hidup masyarakat terus bertambah sejak abad 20,” katanya.

Menurut ahli neurologi Dr.Gayatri Devi, penampilan bisa membuat perubahan, terutama agar kita menikmati proses penuaan.

Ia menyebutkan salah seorang pasiennya yang selalu mengatakan, “Usia tua memiliki wajah yang buruk.” Pasien itu meninggal di usia delapan puluh empat tahun.

Pasien lain yang berusia sembilan puluh delapan tahun, mengatakan pada Devi bahwa ketika masih muda ia secantik aktris Elizabeth Taylor.

Ketika dokter mengatakan bahwa pasti sulit baginya menerima kenyataan saat ini karena dulunya ia begitu cantik.

Pasien itu langsung menjawab, “Apa maksud dokter? Apakah saya sudah tidak cantik lagi?”. Pasien itu kini berusia seratus tahun.

Cara lain untuk menikmati pertambahan usia adalah berteman dengan banyak orang “dari berbagai dekade usia”.

Punya teman dari berbagai generasi juga dapat membantu mengusir rasa kesepian jika salah satu teman yang sepantaran pindah, meninggal, atau sakit sehingga tidak bisa ke mana-mana.

Kualitas hidup kita di masa tua sebenarnya berada di bawah kendali. Pilihan gaya hidup dan kebiasaan akan berpengaruh pada status kesehatan.

Rutin berolahraga, tidur cukup, dan menjaga pola makan, akan membantu kesehatan fisik, yang akhirnya berdampak pada kesehatan mental dan otak.

Walau mengalami penurunan kesehatan dan pendapatan, namun secara umum orang tua sebenarnya lebih bahagia dan tidak stres.

“Mayoritas orang tua menikmati perkembangan setiap aspek emosional dalam hidupnya. Mereka juga lebih fokus pada informasi positif,” kata Kaplan.

Terakhir, jangan mengikuti stereotipe. Memang benar semakin tua kita akan semakin gemuk dan kemampuan berpikir menurun. Tetapi, jangan menyerah dan mengikuti stereotipe itu.

“Seringkali, mitos dan stereotipe itu menjadikan batasan bagi kita. Orang tua pun bisa tetap berjiwa muda dan penuh semangat untuk belajar hal baru,” kata Leslie K.Hasche, peneliti bidang penuaan.

Para periset di University of Michigan di Ann Arbor menemukan, orang-orang yang menunjukan kepedulian terhadap orang yang dicintai, memiliki usia lebih panjang.

Pria maupun wanita yang merawat pasangannya, memotong risiko kematian hingga tiga puluh enam persen dalam kurun waktu tujuh tahun.

Selain itu, mereka yang optimis atau memiliki harapan yang bagus juga berumur lebih panjang.

Dari seratus ribu perempuan yang diteliti dalam study Women’s Health Initiative didapati mereka yang optimis, mengurangi kemungkinan kematian dini hingga empat belas persen dibanding yang pesimis dalam kurun waktu delapan tahun.

Memiliki tujuan dalam hidup, baik cita-cita untuk melakukan sesuatu terhadap dunia, atau sekedar ingin liburan ke tempat indah maupun membaca buku tertentu akan membuat seseorang lebih mungkin hidup lama dibanding mereka yang tidak memiliki keinginan.

Para periset di Rush University Medical Center di Chicago yang mewawancarai lebih dari seribu dua ratus orang dewasa mendapati, mereka yang memiliki tujuan atau cita-cita, bisa mengurangi separuh kemungkinan mati muda dalam kurun waktu lima tahun dibanding yang tidak.

Tingkat vitamin D yang rendah bisa menyebabkan seseorang mengalami osteoporosis, diabetes, hipertensi, dan kanker. Menurut penelitian, mereka yang tidak cukup mendapatkan “vitamin matahari” ini dua pul;uh enam persen lebih mungkin meninggal lebih awal.

“Dampak vitamin D terhadap kesehatan sangat luas,” kata Michal Melamed, MD, asisten profesor kedokteran di Albert Einstein College of Medicine di Bronx.

Oleh karenanya Melamed menyarankan agar Anda mendapatkan sepuluh hingga lima belas menit sinar matahari, beberapa hari dalam seminggu. Anda juga bisa mengonsumsi suplemen vitamin D untuk manfaat anti penuaan.

Gaya hidup sehat dapat memperbaiki DNA Anda, ujar periset Dean Ornish, MD dan pemenang hadiah Nobel Elizabeth Blackburn, MD.

Keduanya meneliti kebiasaan sehat seperti mengkonsumsi makanan vegetarian dengan  sepuluh persen kalori dari lemak, berjalan tiga puluh menit sebanyak enam kali dalam seminggu, dan berusaha mengurangi stres.

Hasilnya, orang-orang yang menjalani gaya hidup sehat seperti itu mengalami penurunan kolesterol LDL dan tingkat stres-nya.

Mereka juga mengalami peningkatan telomerase sebanyak 29 persen. Enzim ini memperbaiki dan memperpanjang telomere, protein kompleks di ujung kromosom yang berperan dalam kesehatan dan umur panjang.

Menurut Dr. Oz, ada dua hal penting yang bisa Anda lakukan untuk tetap awet muda dan sehat. Yang pertama adalah aktivitas fisik seperti berjalan kaki.

Bila Anda tidak bisa berjalan sejauh empat ratus meter dalam lima menit, kemungkinan Anda untuk meninggal dalam tiga tahun akan meningkat secara dramatis. Tapi jika Anda berjalan kaki setidaknya lima belas menit setiap hari, Anda akan memperoleh manfaat kesehatan.

Yang kedua adalah bergaul, hindarilah kesepian. Memiliki teman adalah salah satu alasan Anda tetap hidup. Sedangkan rasa kesepian akan menghilangkan gairah Anda untuk berlama-lama di dunia ini.

Studi yang dilakukan selama sepuluh tahun terhadap lima ratusan ribu orang Amerika menemukan bahwa orang yang makan sekitar empat ons daging setiap hari, tiga puluh persen lebih mungkin meninggal lebih awal, dibandingkan mereka yang mengkonsumsi satu ons atau kurang.

Penelitian sebelumnya juga menghubungkan konsumsi daging merah dengan risiko penyakit jantung dan kanker usus. Nah dalam study ini, ditemukan konsumsi daging merah ternyata juga mempengaruhi harapan hidup Anda.

Apakah Anda menunjukkan tanda-tanda Anda perlu bergerak lebih banyak?

Orang yang banyak beraktifitas akan mendapatkan manfaat kesehatan lebih, selain rasa bahagia. Intinya, menjadi aktif bisa berarti hidup lebih lama bagi Anda karena olahraga memiliki manfaat lebih dari sekedar penurunan berat badan.

Komentar