Ini Dia Penyebab Uban Datang Lebih Cepat

Penulis: Darmansyah

Senin, 7 Mei 2018 | 09:27 WIB

Dibaca: 0 kali

Setiap orang pasti akan memiliki uban

Dan uban umumnya akan muncul ketika memasuki usia pertengahan tiga puluhan atau empat puluhan

Namun, tidak jarang kita lihat orang-orang berusia dua puluhan awal sudah mulai tumbuh uban. Bagaimana uban bisa muncul di usia muda?

Jeffrey Benabio, M.D., ahli ilmu penyakit kulit dari Kaiser Pemanente di San Diego, Amerika

Serikat, mengatakan bahwa seseorang mulai beruban ketika sel pembuat warna rambut berhenti memproduksi pigmen.

Penggunaan produk perawatan rambut yang mengandung hidrogen peroksida juga dapat mempercepat rambut menjadi putih alias beruban.

“Secara khusus, orang berkulit putih mulai beruban pada usia pertengahan tiga puluhan, orang Asia di akhir usia tiga puluhan, dan orang Afrika di usia pertengahan empat puluhan. Lalu, sebagian orang memiliki jumlah uban yang signifikan saat memasuki usia lima puluh tahun,” papar Jeffrey kepada WebMD tentang kapan umumnya seseorang beruban.

Anggota Health Information Process Transformation  ini menambahkan, orang berkulit putih akan memiliki uban yang muncul secara dini alias terlalu cepat biasanya saat berusia 20 tahun. Sedangkan kondisi uban yang prematur untuk orang Afrika akan muncul sebelum berusia 30 tahun.

Seperti dijelaskan Jeffrey sebelumnya, Dr. Desmond Tobin, profesor sel biologi dari University of Bradford di Inggris menambahkan bahwa faktor genetik juga menjadi penyebab seseorang tumbuh uban lebih dini.

“Hilangnya pigmentasi rambut membuat seseorang beruban, ini terutama karena faktor genetik dan juga usia. Pada beberapa orang, uban muncul sangat cepat, mungkin sebelum memasuki usia remaja. Sedangkan yang lain, baru akan muncul saat tua. Munculnya uban bisa sangat cepat pada beberapa orang, tapi sebagian lainnya muncul secara bertahap,” ujar Dr. Tobin.

Berdasarkan laporan Diagnose-me.com, ada kasus seorang anak berusia 8 tahun diketahui memiliki uban.

Munculnya uban yang cepat pada anak tersebut, seperti dijelaskan Dr. Tobin, cenderung disebabkan oleh faktor genetik.

Tumbuh uban, baik normal atau terlalu dini, tidak berarti Anda memiliki masalah kesehatan, kecuali dalam beberapa kasus langka. Jeffrey memaparkan bahwa para ahli dan peneliti belum tahu tepatnya kenapa beberapa orang bisa memiliki uban lebih cepat.

Namun ia mengatakan hal yang sama seperti Dr. Tobin, yang meyakini faktor genetik memiliki peran besar dalam munculnya uban.

Kekurangan vitamin B-12 atau masalah dengan kelenjar di bawah otak atau kelenjar tiroid bisa menyebabkan tumbuh uban di usia muda.

Namun, Jeffrey mengatakan munculnya uban yang terlalu cepat itu bisa dicegah bila masalah-masalah kesehatan tersebut diatasi.

Dalam kasus munculnya uban secara dini pada anak-anak, Dr. Greene, dokter anak yang membuat website Drgreene.com, mengatakan ada beberapa kondisi yang membuat anak-anak beruban, termasuk neurofibromatosis atau dikenal sebagai penyakit Recklinghausen.

Penyakit ini adalah gangguan genetik pada sistem saraf yang menghasilkan perkembangan tumor jinak pada saraf.

Selain itu, alumni Princeton University dan University of California ini mengatakan, penyakit yang jarang terjadi seperti sindrom Vogt-Koyanagi bisa menyerang anak-anak diikuti penyakit virus.

Seiring tubuh anak bertarung melawan virus, antibodi yang dibuat akan menghancurkan melanosit, yang membuat pigmen untuk rambut.

Sebuah studi klinis yang dipublikasikan pada tahun 1996 di British Medical Journal, menemukan adanya hubungan antara munculnya uban sebelum seseorang berusia 30 tahun, dan merokok.

Para peneliti ini menemukan hubungan antara merokok dan munculnya uban secara prematur, yang disebabkan oleh racun dalam rokok yang merusak hormon dan folikel rambut. Dan hasil studi tersebut menunjukkan bahwa para perokok 4 kali lebih cepat beruban dibanding non-perokok.

Genetika memang memegang peranan penting dalam masalah ini. Tapi, laman Mens’Health melaporkan adanya penelitian yang memberi alasan lain mengenai munculnya uban.

Menurut riset yang diterbitkan dalam jurnal Plos Biology, gen yang mengatur sistem kekebalan tubuh turut memengaruhi warna rambut.

Memang subjek dalam riset ini menggunakan tikus. Tapi, pada akhirnya hasil riset tetap mampu menjelaskan penyebab munculnya uban di kepala manusia.

Pigmen yang disebut melanin bertanggung jawab atas warna kulit, mata, dan rambut kita. Melanin dibuat oleh sel melanosit yang terletak di kulit.

Menurut Melissa Haris, salah satu periset dalam penelitian ini, mereka mencoba untuk menganalisis sel melanosit milik tikus untuk memahami perihal penuaan.

Periset mempelajari satu gen tertentu yang ditemukan dalam sel melanosit.

Gen tersebut merupakan faktor transkripsi terkait melanogenesis atau gen MITF, yang membantu mengontrol produksi melanin.

Periset melihat tikus yang menjadi subjek riset mulai memutih di awal, dan menemukan adanya banyak gen MITF pada tikus tersebut. Melissa Harris berteori, lebih banyak MITF dapat menurunkan jumlah sel melanosit karena gen tersebut menciptakan lebih sedikit melanin.

Oleh karena itu, kurangnya melanin akan menyebabkan munculnya banyak uban. Periset juga melakukan rekayasa pada tikus agar menghasilkan sedikit gen MITF.

Awalnya, periset menduga jika proses rekayasa tersebut akan memperlambat proses perubahan warna pada tikus.

Namun, mereka terkejut karena hasil yang didapat justru sebaliknya.

Akhirnya, periset menemukan bahwa tikus yang memiliki gen MITF dalam jumlah kecil memiliki lebih banyak protein yang ditemukan dalam sistem kekebalan yang disebut interferon.

Interferon membantu tubuh kita melindungi diri terhadap penyakit seperti meriang dan flu. Pada dasarnya, tingkat gen MITF yang lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat protein interferon yang lebih rendah.

Periset menyimpulkan bahwa ketika terlalu banyak interferon, sistem kekebalan tikus tidak tahu bagaimana cara berperilaku dan menyerang dari sel melanosit, bukan hanya virus asing.

Belum dapat dipastikan apakah memiliki lebih banyak gen MITF dapat menurunkan interferon, atau sebaliknya.

Periset hanya tahu menemukan hubungan antara sistem kekebalan dan gen yang berkontribusi pada warna rambut manusia.

Komentar