Jenis Teh Untuk Menurunkan Berat Badan

Penulis: Darmansyah

Selasa, 23 Januari 2018 | 14:33 WIB

Dibaca: 0 kali

Teh menurunkan berat badan?

Ya, kenapa tidak.

Dan Anda tak perlu harus repot dengan  minuman dan menu penunjang agar badan lebih sehat dan timbunan lemak berkurang.

Menurut beberapa penelitian, seperti ditulis di laman terbaru “reader’s digest,” teh diklaim dapat menurunkan berat badan.

Namun begitu deretan teh cukup beragam, dan “digest,” menulis sebuah daftar  teh apa saja yang dapat mendukung program penurunan berat badan

Laman media terkenal itu menempatkan teh putih ditempat utama. Teh ini mampu memecah sel lemak.

Teh putih memang terasa ringan, tapi fungsinya untuk menurunkan lemak tubuh boleh diadu.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition & Metabolism pada sembilan tahun silam, ternyata ekstrak teh putih membantu memecah sel lemak dan mencegah akumulasi jaringan lemak.

Alasannya, kata para peneliti, kandungan anti-oksidan dalam teh ini cukup tinggi, terutama yang disebut epigallocatechin gallate.

Bahkan, kandungan anti-oksidan itu dapat meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan kolesterol, mencegah kanker, diabetes tipe 2 dan memperbaiki konsentrasi.

Selain itu ada the hijau yang mampu meci penurunan berat badan

Dari sekian banyak jenis, teh hijau adalah yang paling tinggi mengandung ECGC.

Kombinasi antara kafein dan ECGC dalam teh hijau terbukti dapat membantu menurunkan berat badan dan mempertahankannya, menurut sebelas penelitian di International Journal of Obesity.

Karena kandungan kafein teh hijau lebih sedikit, Kamu bisa menenggaknya kapan pun tanpa takut akan memengaruhi tidur.

Lainnya lagi bisa teh yerba mat yang  menurunkan gula darah

Terbuat dari daun dan ranting tanaman yerba mate, teh penurun berat badan Amerika Selatan ini tinggi akan kandungan seperti kafein, teofilin, dan theobromine.

Dalam sebuah penelitian pada hewan yang mengonsumsi makanan tinggi lemak—hewan yang mengonsumsi yerba mate memiliki kadar gula darah rendah dan tidak kelebihan berat badan dibanding hewan yang tidak mengonsumsi minuman tersebut.

Orang dengan bobot berlebih yang mengasup suplemen yerba mate selama dua belas pekan kehilangan lebih banyak lemak dibandingkan yang tidak, menurut studi pada tiga tahun lalu yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Complementary and Alternative Medicine.

Yerba mate dianggap sebagai pengganti kopi—tanpa rasa pahit—jadi coba ganti secangkir kopi pagi dengan teh ini.

Selain itu teh oolong: membantu metabolisme lemak

Daun teh ini hanya teroksidasi sebagian (teh hitam, misalnya, teroksidasi penuh) sehingga lembut, namun terasa kental saat di seduh.

Sisi positifnya, teh oolong dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk memetabolisme lemak, menurut sebuah penelitian di China pada sembilan tahun lalu.

Dalam penelitian tersebut, para penderita obesitas yang mengonsumsi oolong selama enam pekan dua pertiga lebih mungkin bisa menurunkan berat badan hampir satu kilogram dan sekitar dua belas  persen lemak.

Belum lagi, tingkat kolesterol dan trigliserida oolong yang tergolong lebih sehat.

Di antara jenis teh lain, teh hitam juga dikenal untuk menurunkan berat badan. Ditambah, teh ini terbukti melindungi tubuh dari diabetes.

Hasil penelitian dengan subjek hewan menemukan—ekstrak teh hitam dapat membantu mencegah kenaikan berat badan saat tengah mengonsumsi makanan tinggi lemak, karena sifatnya yang menghambat penyerapan lemak selama pencernaan.

Meskipun penelitian ini bersifat pendahuluan, namun teh hitam juga terbukti mengandung senyawa tanaman yang disebut polifenol—theaflavin dan thearubigans—yang bermanfaat mencegah lemak.

Penelitian pendahuluan dari Wheeling Jesuit University menemukan bahwa orang yang menghirup aroma segar dan mint setiap dua jam selama lima hari mengonsumsi lebih sedikit kalori dan gula.

Aroma mint ini sangat ampuh untuk menghalau rasa lapar.

Beruntung—tidak seperti permen peppermint—teh peppermint bebas kalori.

Kandungan ECGC dalam matcha lebih besar dibandingkan teh hijau biasa karena terbuat dari serbuk daun teh hijau.

Sebuah studi dari University of Colorado, Colorado Springs, membandingkan keduanya dan menemukan bahwa minum matcha menghasilkan dorongan metabolisme seratus tiga puluh tujuh kali  dibandingkan dengan teh hijau tradisional.

Tipsnya, kalau Kamu merasa matcha terlalu pahit, campur dengan susu dan madu agar terasa lebih nikmat.

Rasa dari teh jahe dapat menjadi salah satu pilihan saat Kamu ngidam rasa yang pedas, tapi menyegarkan.

Mengonsumsi jahe terbukti mengurangi peradangan dan membuat tekanan darah lebih baik.

Dalam sebuah studi di jurnal Metabolism, orang yang meminum minuman jahe dengan sarapan merasa kelaparan yang lebih rendah dan meningkatkan rasa kenyang.

Beberapa makanan, seperti adas, dapat meningkatkan kadar melatonin di tubuh, hormon yang membantu tidur nyenyak saat malam hari—dan menurut penelitian University of Granada, dapat membantu menghambat peningkatan berat badan dan mengurangi risiko penyakit jantung pada orang yang sehat.

Nah, tapi teh adas perlu campuran, terutama bagi Kamu yang tidak menyukai licorice. Kamu bisa membeli teh adas yang dicampur dengan peppermint agar lebih nikmat dan berkhasiat.

Teh chamomile sangat dianjurkan untuk diminum sebelum tidur—karena diklaim, pertama, membuat tidur lebih nyenyak.

Kedua, minuman ini bebas kafein, sehingga tidak akan membuat terjaga.

Ketiga, chamomile memiliki khasiat dari kandungan flavonoid yang disebut apigenin, sehingga aktivitas sistem saraf yang tenang dapat membantu tidur tanpa resah.

Hubungannya dengan berat badan? Perlu diingat, tidur yang nyenyak dapat meningkatkan bobot badan yang sehat.

Komentar