TekoKopi - Promo HARBOLNAS

Ini Dia Efek Baik dan Buruk dari Kopi

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 24 Februari 2015 | 11:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Sebagian orang beranggapan, minum kopi adalah kebiasaan buruk. Pada kondisi tertentu, hal ini bisa dianggap benar. Pada ibu hamil misalnya, mereka harus menghindari konsumsi kafein karena dapat menyebabkan komplikasi pada janin.

Namun di sisi lain, beberapa penelitian mengungkapkan, kopi mempunyai manfaat terapeutik asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Berikut ini adalah manfaat sekaligus efek buruk yang harus Anda ketahui dari minum kopi

Ya, kopi bisa tidak baik untuk kesehatan jika diminum secara berlebihan.

Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, tidak lebih dari empat cangkir sehari, kopi sebenarnya minuman yang aman yang bahkan mungkin menawarkan beberapa manfaat kesehatan.

Kopi mengandung banyak anti oksidan dan penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi yang kaya anti oksidan dapat menghambat penyakit yang disebabkan oleh kerusakan oxidative.

Kopi juga telah ditunjukkan untuk meningkatkan kinerja daya tahan dalam durasi aktivitas fisik yang cukup lama.

Bahkan banyak orang yang menjadikan kopi sebagai teman baik di pagi hari.

Mungkin Anda sendiri juga penggemar kopi dan setidaknya minum satu cangkir setiap hari.

Kopi memang terbukti memberi tambahan energi dan mempermudah Anda untuk fokus dalam pekerjaan.
Tapi, apakah Anda merasa menyesal ngopi setiap hari?

Tidak perlu, karena, berbeda dari apa yang Anda pikirkan, kopi sebetulnya juga punya efek baik.

Dilaporkan dari laman entrepreneur.com, Selasa, 24 februari 2015, peminum kopi punya resiko terkena diabetes tipe 2 dan penyakit jantung yang lebih rendah. Selain itu, kopi juga bisa melawan Parkinson’s disease.

Walaupun begitu, menambahkan terlalu banyak gula dan krim pada kopi menambah asupan kalori berlebih. Sehingga jika Anda suka kopi dengan rasa manis. Anda juga perlu berhati-hati.

Disarankan, Anda minum tidak lebih dari satu cangkir kopi dengan gula, susu atau krim yang tidak berlebihan jumlahnya setiap hari.

Teh, kopi, dan cokelat merupakan sumber kafein alami. Ketiganya mempunyai manfaat dan memberikan banyak nutrisi dan antioksidan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa baik biji kakao utuh dan kopi memiliki kemampuan luar biasa untuk melindung otak. Bukti menunjukkan, masyarakat Amerika Latin yang sering minum kopi giling dari biji kopi utuh memiliki risiko kecil terkena Alzheimer dan penyakit Parkinson.

Kopi meningkatkan metabolisme hingga dua puluh persen, menurut penelitian. Bahkan bisa memicu mekanisme peremajaan jaringan otot.

Menurut sebuah penelitian, mengonsumsi setara dengan dua cangkir kopi satu jam sebelum olahraga juga dapat membantu mengurangi risiko nyeri otot hingga 48 persen. Sebelum olahraga, kopi akan merangsang produksi energi dan pembakaran lemak.

Kafein melakukan pengambilan glutamat yang merupakan penghambatan di otak Anda, sehingga membuat Anda waspada dan siap beraktivitas.

Keburukan

Kafein yang terisolasi tidak memberi manfaat kesehatan dari biji kopi dan dapat menjadi racun.

Pengeringan dan pemanggangan biji kopi berdampak negatif pada kesehatan. Anda dapat mendeteksi kualitas kopi dengan mencium aromanya. Kopi yang tidak memiliki aroma baik mungkin sudah basi dan tidak berguna jika dikonsumsi.

Minum kopi hitam, harus tanpa gula. Penambah gula tidak akan memberikan manfaat justru akan menyebabkan resistensi insulin.

Kopi merupakan zat pembentuk asam dalam tubuh Anda. Pengasaman yang berlebihan dalam tubuh bisa menyebabkan masalaha pada otot dan tulang, dan meningkatkan risiko terhadap penyakit degeneratif. Jadi, jika Anda minum kopi, pastikan asupan buah dan sayuran mentah yang tinggi untuk melawan keasaman kopi.

Minum kopi setelah berolahraga adalah tindakan yang salah.

Sebagian besar kopi yang dihasilkan telah terkontaminasi dengan pestisida. Untuk keamanan, Anda bisa membeli kopi organik yang bebas pestisida.

Kopi adalah zat kuat, dan dapat mempengaruhi kelenjar adrenal. Jika Anda mengalami penurunan fungsi adrenal, sebaiknya hati-hati untuk minum kopi.

Komentar