Ini Dampak Bercinta Saat Miss V Kering

Penulis: Darmansyah

Rabu, 9 Mei 2018 | 08:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Jangan bercinta kala Miss V pasangan Anda kering.

Itulah anjuran para ahli terhadap kekeringan Miss V dikaitkan dengan waktu bercinta.

Dan banyak  orang masih beranggapan bahwa rasa sakit yang dialami wanita ketika sedang berhubungan seks adalah hal yang wajar.

Tapi ternyata, rasa sakit saat berhubungan bisa berdampak buruk bagi kesehatan wanita itu sendiri.

Rasa sakit dari perempuan bisa muncul karena banyak hal, namun salah hal yang paling sering jadi masalah karena kurangnya lubrikan saat melakukan penetrasi.

Rasa sakit pada saat berhubungan seks karena kurangnya lubrikasi tanpa sadar adalah bentuk suatu kekerasan pada wanita.

Perempuan ‘menderita’, perempuan berkorban, perempuan sabar, dalam hal ini tidak protes adanya kondisi ini, itu bagian dari yang terus dipertahankan karena takut suami kecewa.

Perempuan mungkin tidak ada rasa sakit atau keluhan, tetapi ada bukti adanya HIV di kalangan ibu rumah tangga

Lantas, seperti apa tanggapan dokter mengenai masalah rasa sakit saat bercinta karena kurangnya lubrikan?

Ketika melakukan hubungan, suami tidak boleh egois, sebab ketika penetrasi yang dilakukan terburu-buru di mana vagina masih dalam kondisi kering bisa meningkatkan risiko infeksi dan tentunya rasa sakit yang parah.

Nah kondisi ini, dapat membuat wanita merasakan nyeri saat melakukan hubungan seksual atau yg disebut dengan dispareunia.

Rasa sakit pada saat bercinta dengan kondisi vagina kering dapat membuat wanita mengalami lecet. Tapi bukan hanya lecet, risikonya bisa lebih besar dari itu.

Vagina kering bisa meningkatkan risiko lecet, perlukaan, pada mukosa atau dinding vagina pada saat melakukan hubungan seksual.

Sehingga, mukosa atau dinding vagina yang lecet ini memungkinkan kuman atau virus penyebab infeksi masuk.

 

Apabila melakukan hubungan yang berisiko, wanita tersebut akan lebih mudah terkena infeksi

Ketika seorang wanita mengalami rasa sakit saat berhubungan karena vagina yang kering, bukan tidak mungkin seseorang tersebut mengalami trauma atau bahkan vaginismus.

Vaginismus adalah kejang otot vagina, terutama disebabkan oleh rasa takut disakiti.

Vaginismus dapat menyebabkan rasa sakit yang dalam dan dangkal, dan merupakan penyebab umum terjadinya nyeri saat berhubungan seksual.

Ya, kalau tidak ada komunikasi, bisa saja terjadi. Itulah pentingnya berkomunikasi dengan pasangan, termasuk komunikasi yang terkait dengan hubungan seksual

Selain itu Anda perlu juga perlu tahu penyebab kekeringan Miss V

Berdasarkan American Congress of Obstetricians and Gynecologists, penyebab paling umum vagina kering adalah penurunan level estrogen selama menopause, pramenopause, setelah melahirkan, atau selama menyusui.

Pengobatan kimia untuk kanker seperti kemoterapi dan radiasi pada panggul dapat menyebabkan penurunan estrogen dan lubrikasi vagina.

Obat alergi, asma, dan flu mengandung antihistamin yang memiliki efek di dalam tubuh, sehingga adanya penurunan lubrikasi vagina.

Salah satu penyebab keringnya vagina bisa jadi karena rendahnya libido atau permasalahan seksual dengan pasangan.

Contohnya, masih berdasarkan Goldstein, pasangan mungkin memiliki performa seks yang kurang, melewatkan foreplay, atau mengalami ejakulasi dini.

Produk perawatan tubuh juga bisa memicu pada kering vagina, seperti sabun berbahan kimia, macam-macam produk kebersihan, dan parfum.

Beberapa perempuan memiliki masalah alergi terhadap detergen dan sabun.

Pun dengan pakaian, seperti celana dalam dan handuk, juga dapat membuat iritasi vagina Anda.

Alergi yang timbul tersebut bisa berupa masalah pada lubrikasi atau objek; seperti bakteri yang berada di vagina Anda.

Faktor psikologis dan emosional bisa mengganggu gairah seksual dan membuat vagina Anda menjadi kering.

Menurut Goldstein, ketika perempuan cemas, akan terjadi kurangnya aliran darah, sehingga kekeringan di daerah vagina pun terjadi.

Kecemasan juga akan memicu hormon kortisol, hormon ini dapat mengganggu cara kerja estrogen.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Anda harus menemukan akar penyebab untuk mengobati vagina kering.

Misalnya, perempuan yang memiliki masalah dengan lubrikasi vagina karena perubahan hormon, mungkin dokter akan menyarankan terapi estrogen sebagai pengobatan.

Hormon estrogen yang dimasukkan ke dalam vagina untuk kasus hot flashes, vagina kering, dan perubahan warna kulit. Hormon tersebut dimasukkan dalam bentuk cincin, tablet, atau krim.

Komentar