Ini Alasan Kenapa Seseorang Selingkuh

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 26 April 2017 | 08:31 WIB

Dibaca: 1 kali

Laman situs “the  huffington post,” hari ini, Rabu menurunkan tulisan sangat menarik tentang alasan seseorang “berani” selingkuh.

Tulisan ini berasal dari “aksi” beberapa orang yang selingkuh dan  berani buka-bukaan dalam posting  mereka bagi di laman Reddit.

Mereka memiliki alasan yang sangat mendasar. Dan sebagian besar mereka  mengatakan hubungan yang tak sehat dan seks serta  tak lagi menggairahkan menjadi dua penyebab yang membuat mereka berselingkuh.

Menurut “the huffington post,” beberapa dari mereka yang “berani” mengungkapkan perselingkuhan itu  ada yang belum menikah atau pacaran, dan ada juga yang sudah menikah tapi berpaling ke yang lain.

Akun Nyxofthenight misalnya. Ia menuturkan dirinya menjalin hubungan dengan kekasihnya selama dua tahun, tapi tidak bahagia karena hubungan yang dijalani jarak jauh.

Mereka hanya bertemu beberapa hari dalam jarak beberapa bulan.

Pada peringatan dua tahun pacaran, pasangannya tak datang, lalu ia pergi ke sebuah pertunjukan dan bertemu seorang yang kemudian menjadi pasangan selingkuhnya.

Usai pertemuan itu berlanjut dengan pertemuan berikutnya, menonton film, dan bertemu keluarga masing-masing. Pada akhirnya, ia memutuskan kekasihnya dan jalan dengan selingkuhan ini hingga dua tahun.

Lain lagi kisah yang disampaikan akun Innocent White Kid. Ia menjalin hubungan dengan kekasihnya yang sebenarnya tidak begitu ia sukai, tapi takut untuk mengakhiri hubungan.

Ia lalu bertemu orang lain dan berselingkuh. Kedua kekasihnya tidak saling kenal, akan tetapi rasa bersalah membuatnya berhenti selingkuh.

Elizabeth Brooks punya cerita lain. “Saya tak lagi mencintainya, dan sudah setahun sejak terakhir kami berhubungan badan atau bahkan berciuman.” ujar dia.

Hubungan yang dijalani tak lagi sehat. Suatu kali ia ke bar dan mabuk lalu jatuh ke pelukan orang lain. “Dari pengalaman itu saya sadari saya tak lagi mencintai pasangan saya, karena tidak ada rasa bersalah setelah itu,” ungkapnya.

Scab Scratcher mengisahkan dirinya selingkuh dua kali dalam satu pekan, akan tetapi kemudian merasa bersalah. Perasaan diinginkan orang lain adalah salah satu alasannya berselingkuh.

“Saya sudah menikah lima tahun. Saya merasa tidak puas dengan hubungan seks karena saya sudah berusaha banyak membuatnya nyaman, akan tetapi ia tidak membalasnya maksimal,” ujarnya. Karena enggan berkonfrontasi ia memilih jalan lain

Masih menurut laporan nyang sama  faktor lain sebagai  penentu orang berselingkuh adalah slip gaji mereka.

Sebelum mencari tanda atau bukti ketidaksetiaan pasangan, India King mengatakan cara terbaik mencari tahu pasangan berpotensi selingkuh karena penghasilan mereka.

Bercerita pada Femail, India King mengungkapkan jika pria atau wanita berpenghasilan lebih tinggi dari pasangannya kemungkinan tidak akan setia, terutama jika mereka tidak mendapat hormat yang layak dari pasangannya.

Ia menambahkan selama pasangan yang memiliki penghasilan lebih kecil menunjukkan apresiasi dan rasa terima kasih kepada yang gajinya lebih besar, hubungan mereka akan baik-baik saja.

Selingkuh cenderung terjadi jika pasangan mulai terlihat penuh tuntutan atau berhenti bersyukur.

Teori ini memang berlaku bagi pria dan wanita tetapi sangatlah penting bagi wanita untuk menghormati pasangan pria mereka yang berpenghasilan tinggi. Ini kedengarannya kuno dan sangat seksis tetapi, King mempunyai alasannya.

“Hormat bagi pria itu ibarat oksigen. Pria mendambakan hormat. Jika wanita menghormati pria, maka sang pria pun akan menghargai wanita.”

“ Pria tahu jika peran mereka adalah menjaga, menyediakan dan mendukung. Jadi, sudah menjadi tugas wanita untuk menerima dan menunjukkan rasa terima kasih dan mengapresiasi usahanya,” terang King.

King kemudian memberi contoh dari alasannya yang sangat stereotipe gender ini.

“Repotnya, jika wanita tidak menyerah pada ‘perannya,’ pria akan membawa usaha jerih payahnya itu ke tempat lain, ke orang lain yang dapat membuat ia merasa dihargai!”

Hal yang juga, ujar King, jika wanita kerap mengeluh atau mengkritik pasangannya. Pasangan pria pun bisa menceraikan.

Ini jelas teori mengenai relasi pasangan yang kuno tetapi tidak bisa diabaikan, karena masih terjadi di masa kini.

Lantas bagaimana memperbaiki hubungan bagi pasangan yang “terlanjur selingkuh?”

Seperti ditulis i Men’s Journal, Psikolog Klinik dan Penulis Buku After the Affair: Healing the Pain and Rebuilding Trust When a Partner Has Been Unfaithful, Janis A. Spring, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pasangan yang melakukan perselingkuhan, jika ingin memperbaiki hubungan.

Saat seseorang mengakui diri telah berselingkuh, menurut Spring, itu lebih baik dibanding ketahuan tengah berselingkuh.

Pengakuan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kepercayaan, sedangkan perselingkuhan yang ditutupi justru menguranginya.

Dalam mengungkapkan sebuah perselingkuhan, pilihan kata yang digunakan harus dipikirkan dengan cermat.

Spring menganjurkan untuk memulai dengan menujukkan rasa bersalah. Pasangan berhak tahu kesalahan apa yang telah dilakukan orang yang berselingkuh.

Spring mengatakan, beberapa klien membuat serangkaian daftar yang memuat tindakan pasangan yang menyakiti dirinya, termasuk selingkuh. Daftar ini dapat membuat pasangan lebih terbuka satu sama lain, termasuk mengungkap hal yang menyakitkan.

Selama menjalani diskusi ini, pelaku perselingkuhan harus bersikap sebagai pendengar dan memahami bahwa tidak ada yang dapat dibenarkan dari sebuah tindakan perselingkuhan atau pengkhianatan.

Sang pelaku perselingkuhan harus memastikan pasangannya mengetahui bahwa ia mendengarkan dan memahami diskusi yang berlangsung.

Berjanji tidak akan mengulangi perselingkuhan lagi sebenarnya terasa palsu dan omong kosong jika korban perselingkuhan tak memahami mengapa pasangan mereka berselingkuh, kata Spring.

Maka, pelaku perselingkuhan sudah sepatutnya menjelaskan alasan atau faktor yang mendorong mereka berkhianat.

Beberapa faktor yang menurut Spring memicu perselingkuhan adalah merasa tidak diperhatikan, kurang dicintai dan tidak bahagia.

“Faktor-faktor tersebut mendorong mereka untuk berselingkuh dan menyakiti orang lain,” kata Spring.

Spring menegaskan bahwa kepercayaan tidak dibangun berlandaskan omongan belaka, melainkan berdiri di atas sikap yang kuat. Beberapa tindakan yang membuat kecurigaan muncul baiknya dihentikan.

Tindakan lain yang dapat dilakukan adalah memanggil ahli terapi yang profesional. Menurut Spring, ini perlu dilakukan mengingat korban perselingkuhan bukan hanya satu orang dan terluka secara psikis. Korban perselingkuhan termasuk anak-anak.

“Salah satu poin terpenting yang harus dipikirkan adalah anak-anak. Mereka menderita bukan karena konflik antara orang tuanya, atau bahkan perceraian. Mereka menderita karena terjebak di antara perang orang tuanya dan tertekan serta terkesampingkan,” kata Spring.

Salah satu saran Spring pada orang tua adalah mencintai anak mereka lebih dari pasangan mereka sendiri.

Tindakan lain yang perlu dilakukan pelaku perselingkuhan adalah mengecek kondisi tubuh mereka, terutama terkait penyakit menular seksual hingga kepastian melakukan hubungan seks menjadi aman kembali.

Dampak perselingkuhan menimpa pasangan sekaligus hubungan mereka. Dan ada banyak hal menyakitkan yang harus dipelajari dalam membangun hubungan perkawinan.

Spring mengatakan, perkawinan dapat dibangun kembali, bahkan lebih baik, setelah perselingkuhan terjadi.

Ini seperti menikah ke-dua kalinya dengan orang yang sama. Memang membutuhkan usaha besar, termasuk emosi, namun hubungan tersebut akan lebih kuat dibanding sebelumnya.

Komentar