Ilmuwan Temukan Kunci Umur Panjang

Penulis:: Darmansyah

Senin, 31 Juli 2017 | 09:03 WIB

Dibaca: 0 kali

Bisakah teknologi menghentikan penuaan dan bikin umur seseorang lebih panjang?

Seperti ditulis laman “guardian” dalam rubrik sain-nya, telah ditemukan sebuah terobosan untuk memperlambat proses penuaan oleh para peneliti.

Meski masih tahap awal, temuan ini menjadi harapan baru untuk memerangi penyakit terkait usia dan memperpanjang usia harapan hidup manusia.

Proses penuaan di seluruh tubuh dikendalikan oleh sel punca yang ditemukan di daerah hipotalamus, bagian otak seukuran kacang almon.

Meski berukuran kecil, hipotalamus membentuk hubungan penting antara sistem saraf dan hormon tubuh.

Nah, sel punca ini telah diketahui membentuk sel otak segar.

Sayangnya, saat dilakukan percobaan pada tikus, terlihat bahwa sel punca neural yang ditemukan di beberapa daerah otak saat lahir menghilang dari hipotalamus seiring dengan bertambahnya usia.

Untuk menguji lagi apakah penurunan sel punca memang menyebabkan penuaan, para peneliti menyuntik tikus dengan toksin yang menghapus 70 persen sel punca neural mereka.

Efeknya ternyata mencolok, selama beberapa bulan berikutnya tikus-tikus itu lebih cepat menua dari biasanya.

Tidak hanya daya tahan, terjadi penurunan drastis pada koordinasi, perilaku sosial, dan kemampuan untuk mengenali benda-benda. Tikus-tikus itu juga mati beberapa bulan lebih awal dari tikus lain yang sehat.

“Secara perilaku, tikus menua lebih cepat saat sel menghilang,” kata Dongsheng Cai, peneliti di Albert Einstein College of Medicine di New York seperti yang dikutip dari Guardian.

Para peneliti kemudian menyuntikkan sel punca pada otak tikus.

Hasilnya, implan sel punca membuat penuaan neuron di otak melambat, membuat tikus yang tua lebih sehat secara fisik dan mental selama berbulan-bulan, dan memperpanjang umur mereka sebanyak sepuluh hingga lima belas persen dibandingkan dengan tikus lain yang tidak mendapatkan impan.

Jika disejajarkan dengan manusia, maka seseorang dengan harapan hidup 80 tahun bisa hidup lebih lama hingga mencapai usia sembilan puluh dua tahun.

Setelah membuktikan bahwa sel punca neural berpengaruh pada penuaan, para peneliti kemudian menjalankan tes lebih lanjut untuk mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan oleh sel tersebut.

Molekul yang disebut microRNA atau mirNa, yang dilepaskan dari sel punca neural, bertanggung jawab atas sebagaian besar efek penuaan.

Ketika molekul diproduksi di hipotalamus, mereka kemudian mengalir ke dalam cairan otak dan sumsum tulang belakang sehingga memengaruhi bagaimana gen beroperasi.

“Mekanisme ini sebagian karena sel-sel ini mengeluarkan miRNA tertentu yang membantu mempertahankan keremajaan. Hilangnya sel-sel tersebut menyebabkan penuaan,” jelas Cai.

Selanjutnya penelitian yang sudah dipublikasikan di Nature ini akan fokus untuk memproduksi sel punca neural manusia yang akan digunakan untuk pengujian lebih lanjut.

“Manusia tentu lebih kompleks. Namun, bila mekanisme ini memang mendasar, Anda bisa berharap akan melihat efeknya saat dilakukan,” ujar Cai.

Pada dasarnya, penuaan disebabkan oleh cara sel kita membelah diri.

Ketika hal tersebut terjadi, ujung-ujung DNA kita menjadi semakin terurai, dan dalam beberapa kasus proses ini dapat menyebabkan penyakit seperti kanker.

Nah, sama seperti tali sepatu, DNA ternyata juga memiliki tutup pada ujungnya agar tidak rusak atau bergabung dengan DNA lain di sekitarnya.

Disebut dengan telomer, banyak peneliti yang beranggapan bahwa tutup DNA ini adalah kunci untuk menghentikan penuaan.

Walaupun demikian, para peneliti tidak hanya membatasi diri mereka pada telomer saja.

Immunosoft, salah satu perusahaan yang berusaha mencari solusi untuk penuaan, berfokus pada kemungkinan untuk memprogram sel tubuh manusia agar dapat menyembuhkan dirinya sendiri.

Mereka berkata bahwa di masa depan, Immunosoft akan mampu mengambil sel Anda, membungkusnya dengan sedikit DNA yang berisi kode untuk memproduksi protein yang dibutuhkan.

Sel tersebut kemudian dimasukkan kembali ke dalam tubuh Anda untuk memulai produksi.

Sementara itu, pendiri Paypal, Peter Thiel, juga telah mengucurkan dana untuk Strategies for Engineered Negligible Senescence  atau SENS,  yang mencari obat untuk penuaan dan Counsyl yang menganalisa susunan gen Anda untuk mendeteksi risiko penyakit.

 

Komentar