Hunian Pintar yang Hemat Enerji

Penulis: Darmansyah

Kamis, 8 Mei 2014 | 10:36 WIB

Dibaca: 0 kali

Rumah pintar dengan pencahayaan yang baik sebagai pilihan untuk menghemat enerji kini makin agresif dilakukan oleh para arsitekktur maupun desainer. Diperlukan arsitek kreatif dan pencahayaan maksimal bagi hunian baru.

Desainer pencahayaan kreatif, Heathfield & Co baru saja meluncurkan berbagai instalasi cahaya menarik untuk menambah nuansa pada interior tanpa harus menambah beban listrik.

Kreasi-kreasi Heathfield tersebut mempercantik pencahayaan pada lobi hotel, ruangan pesta, area tangga, atrium, hingga restoran.

Desain lampu-lampu tersebut dikembangkan sebagai focal point untuk area tertentu dalam satu ruang interior yang luas. Chris Fox dari Heathfield & co Heathfield mengaku, kreasinya kali ini dirancang untuk mencapai dampak pencahayaan maksimal dalam lingkungan yang mereka terangi.

“Saya bereksperimen dengan kombinasi material desain yang memiliki banyak kemampuan berpendar pada kaca, logam, dan keramik. Anda harus berpikir banyak tentang bagaimana mereka mengirimkan, mencerminkan, dan memberi warna cahaya, tapi ini juga memungkinkan Anda untuk bermain-main dengan cahaya,” Chris.

Lampu-lampu tersebut tampaknya memang kemampuan untuk mengubah pengaturan melalui penggunaan bahan dan bentuknya.

Selain para desainer berbagai perusahaan lainnya juga berlomba membuat “rumah pintar” versinya sendiri, tidak terkecuali perusahaan otomotif, Honda yang bersama University of California, membangun rumah pintar versinya di California.

Perusahaan otomotif ini menggabungkan dua penghasil karbon terbesar, yaitu rumah tangga dan mobil, untuk membuat satu tempat tinggal yang ramah lingkungan. Rumah buatan Honda ini “bukan ide yang bodoh”. Berikut ini alasannya.

Tidak sembarang membuat rumah dengan cap “pintar”, Honda dan UC Davis memperhatikan hal-hal detail yang ada pada rumah tersebut. Pertama-tama, mereka mempelajari arah sinar matahari dan bayangan untuk mengurangi biaya pengaturan suhu rumah.

Mereka juga menggunakan jendela tiga lapis, dinding konstruksi ganda, atap khusus, dan material istimewa seperti beton yang diberi pozzolan dan post-tensioning untuk mengurangi jejak karbon.

Rumah ini dibangun dengan kayu bersertifikat FSC. Menurut Green Building Advisor, atap bajanya pun memiliki standar tinggi.

Kedua, rumah ini memiliki sistem pemanas yang sangat rumit. Grey water atau air hujan dan air yang sudah digunakan akan masuk ke dalam tangki di taman, dibuat melewati pompa panas untuk menghangatkan dan mendinginkan rumah melewati lantai dan plafon.

Selain itu, Ben Schiller dari Fastcoexist mencatat, rumah ini memiliki pembangkit listrik tenaga surya untuk menyimpan kelebihan daya, sistem manajemen energi rumah dari Honda, dan sebuah mobil listrik di garasi.

Menurut Schiller, dengan menggunakan prinsip desain pasif, rumah ini akan lebih dingin di musim panas dan lebih hangat di musim dingin. Sistem pompa geothermal akan mengurangi biaya pemanas dan pendingin udara.

Ketiga, rumah tersebut menggunakan pencahayaan dari lampu berteknologi LED. Teknologi pencahayaan ini memungkinkan penghuni rumah menyesuaikan temperatur lampu sesuai kebutuhan.

Honda dan peneliti dari California Lighting Technology Center di UC Davis pun tengah berusaha mengeksplorasi pengaturan warna lampu.

Jika mampu mengatur warna lampu dengan mudah, pemilik lampu bisa menelusuri rumah dengan mudah dan aman di malam hari, kemudian kembali beristirahat. Pasalnya, lampu berwarna kekuningan yang redup di malam hari cukup menerangi tanpa menyiutkan rhodopsin di mata manusia. Mata bisa melihat dalam cahaya remang.

Anda juga bisa menyimak video pembuatan dan penjelasan rumah yang dibuat oleh arsitek Lim Chang Rohling & Associates, kontraktor Monley Cronin, desainer interior MAK Design+Build, dan konsultan energi Davis Energy Group, berikut ini.

sumber : hunffington post, domaine dan apartementhouse

Komentar