Hubungan Kopi Dan Dehidrasi

Penulis:: Darmansyah

Senin, 4 Maret 2013 | 14:54 WIB

Dibaca: 0 kali

TERJAWAB sudah pengaruh meminum kopi dengan dehidrasi. Sebelumnya para ilmuan memercayai kafein yang terkandung dalam kopi dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Bahkan para ahli mengingatkan untuk tidak boros meminum kopi dan membatasinya hingga  dua gelas saja dalam satu hari.

Studi terakhir yang dilakukan para ahli di Mayo Clinic menyatakan dalam rilisnya, meminum kopi tidak ada hubungannya dengan dehidrasi. Penelitian  yang dipimpin oleh seorang ilmuan bernama Lawrence Armstrong menyebutkan, kafein tidak terbukti dapat menyebabkan dehidrasi. Kecuali jika Anda meminumnya dalam jumlah berlebihan.

Jumlah yang berlebihan, menurut Armstrong adalah lebih dari 4 cangkir kopi per hari atau 500 mg kafein. Jumlah inilah yang dapat mengakibatkan meningkatnya risiko dehidrasi.

Menurut panduan para ahli dari Mayo Clinic, kafein memiliki sifat diuretik sehingga meningkatkan kebutuhan untuk buang air kecil. Hal inilah yang menyebabkan kafein dapat menyebabkan dehidrasi karena hilangnya cairan saat terlalu banyak mengeluarkan cairan saat buang air kecil.

Selain temuannya mengenai dehidrasi, studi Armstrong menemukan informasi lain yang berkaitan dengan kafein. Studi Armstrong menyatakan, teori yang menyebutkan bahwa kafein menyebabkan ketidakseimbangan cairan tubuh dan elektrolit tidak terbukti, yang mana hal ini mendukung teori sebelumnya bahwa minum kafein menghambat kinerja atlet.

Sebaliknya, konsumsi kafein akan memiliki efek dramatis bagi orang-orang yang tidak terlalu banyak bergerak, karena mereka tidak mengeluarkan keringat cairan sesering atlet.

Sebagai seorang ilmuwan meneliti bidang kinerja manusia dan termoregulasi sejak tahun 1980, Armstrong telah melakukan setidaknya tiga studi yang membantu mendukung fakta bahwa jumlah moderat kafein tidak menyebabkan dehidrasi atau merusak kinerja olahraga.

Berdasarkan studi Armstrong, kafein pun dapat membuat tubuh untuk membangun toleransi. Maka jika Anda belum terbiasa meminum minuman berkafein, maka tubuh Anda akan sangat sensitif terhadap efeknya, namun seiring Anda meningkatkan intensitas untuk meminum minuman berkafein, maka tubuh pun akan lebih toleran, terutama pada sifat diuretik kafein.
Kendati kafein minum tidak mengakibatkan dehidrasi, kafein masih dapat menyebabkan kegugupan, sulit tidur dan kecemasan. Kopi merupakan salah satu minuman yang paling umum mengandung kafein, tetapi soda dan teh juga termasuk dalam daftar minuman berkafein.

Bukan berarti meneguk kopi yang banyak kita akan aman. Makanya berhati-hatilah untuk tidak meneguk kopi terlalu banyak. Kandungan kafein yang tinggi dalam dua cangkir kopi ditengarai bisa saja  menyebabkan seseorang bolak-balik ke toilet untuk pipis. Bukan cuma pada wanita, pada pria juga berlaku hal yang sama.

Karena itu, menurut dr Alayne Markland, peneliti senior dari Universitas Alabama, AS, orang yang sudah menderita inkontinensia urine atau ketidakmampuan menahan pipis sehingga urine keluar begitu saja di luar kendali.

Dalam penelitian yang dilakukan Markland dengan melibatkan 4.000 pria memang tidak membuktikan kafein menyebabkan mereka sering pipis. Namun, pria yang banyak minum kopi dalam penelitian itu cenderung memiliki masalah dengan menahan pipis dibanding yang minum sedikit.
Kafein bisa ditemukan dalam berbagai minuman, seperti teh, soft drink, dan makanan yang mengandung cokelat.

Secara umum, pria dalam survei itu minum kafein sekitar 169 miligram setiap hari. Jumlah itu sedikit lebih banyak dibanding yang biasa ditemukan dalam secangkir kopi, yakni 125 miligram.

Pria yang minum kafein sampai 392 miligram setiap hari risikonya sulit menahan pipis dua kali lebih besar. Jumlah cairan total yang dikonsumsi setiap hari ternyata tidak terkait dengan risiko menderita inkontinensia urine skala sedang. (Sumber : Livestrong dan Foxnews)

Komentar