Hubungan Diet dengan Kemampuan Seks?

Penulis: Darmansyah

Rabu, 11 Mei 2016 | 09:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Apakah ada hubungan kalori dengan kemampuan seks seseorang?

Jawabannya, “ya adalah.”

Dan begitulah jawaban  yang ditulis secara ilmiah oleh laman situs “health.com,” Rabu, 11 Mei 2016.

Dan menurut “health.com, diet dapat membantu meningkatkan kesehatan, suasana hati, gairah seks, dan menurunkan tingkat stres bahkan jika Anda tidak gemuk, demikian laporan sebuah uji klinis terbaru.

Sekelompok orang berberat badan ideal dan yang sedikit kelebihan berat badan, mengikuti uji coba diet kalori terbatas selama dua tahun.

Hasilnya, mereka kehilangan berat badan rata-rata dan menikmati peningkatan kualitas hidup yang signifikan, kata pemimpin penulis penelitian Corby Martin, direktur ilmu perilaku dan epidemiologi Pennington Biomedical Research Center di Baton Rouge, LA.

“Bahkan di antara orang-orang yang relatif sehat, Anda dapat melihat perubahan biologis dan fisiologis yang positif terjadi dengan pembatasan kalori,” kata Martin.

Peserta merasa lebih baik dan dapat menurunkan berat badan, meskipun mereka hanya mengonsumsi setengah dari jumlah kalori yang seharusnya mereka kurangi, catat Martin.

Para peneliti telah meminta peserta penelitian untuk membatasi asupan kalori mereka sebesar dua puluh lima persen tetapi lebih dari dua tahun, mereka hanya mencapai pengurangan kalori rata-rata dua belas persen.

“Penurunan dua puluh lima persen asupan kalori bagi kebanyakan orang akan menjadi sangat menantang,” kata Dr Scott Kahan, direktur National Center for Weight and Wellness di Washington, DC

“Meskipun hanya mencapai dua belas persen, Anda masih bisa melihat manfaat besarnya pada tingkat penurunan kalori, dan kami memiliki banyak data dari penelitian lain yang menunjukkan perubahan yang lebih kecil pun tetap dapat menyebabkan hasil yang sangat mengesankan. ”

“Sampai saat ini, penelitian telah menunjukkan bahwa mengurangi kalori dapat membuat perbedaan besar dalam kesehatan dan kesejahteraan orang yang kelebihan berat badan.”

“ Apakah pembatasan kalori juga akan membantu atau justru membahayakan orang berberat badan sehat?,” kata Martin.

Untuk uji klinis mereka, Martin dan rekan-rekannya merekrut ratusanorang dengan indeks massa tubuh  antara dua puluh dua dan dua puluh delapan. Usia rata-rata hampir tiga puluh delapan,  dan tujuh puluh persen peserta adalah perempuan.

Hampir dua-pertiga dari peserta diminta untuk membatasi kalori harian mereka sebanyak dua puluh lima persen selama dua tahun, sedangkan sepertiga lainnya bisa makan apa pun yang mereka inginkan.

Pada akhir tahun kedua, orang-orang dengan diet kalori terbatas kehilangan berat badan rata-rata  dari berat awal mereka.

Tidak ada perubahan berat badan yang signifikan yabg terjadi pada grup orang-orang yang boleh makan apa pun yang mereka suka.

Dibandingkan dengan kelompok tanpa diet, para peneliti menemukan bahwa orang membatasi kalori mengalami: perbaikan suasana hati, termasuk berkurangnya depresi; kualitas hidup yang lebih baik; peningkatan kualitas tidur; dan dorongan seksual yang lebih baik.

Perubahan biologis yang menyertai penurunan berat badan adalah, kadar gula darah turun, begitupun dengan kadar Kolesterol dan tekanan darah.

Ahli lain mengatakan penurunan berat badan, bukan pembatasan kalori, yqng menyebabkan suasana hati dan dorongan seks membaik.

“Ketika dapat menurunkan berat badan, mereka merasa lebih bahagia, lebih sehat, lebih puas dengan penampilan mereka dan bahkan lebih seksi,” kata Lauri Wright, asisten profesor di University of South Florida College of Public Health di Tampa.

Martin dan Kahan sepakat bahwa untuk berhasil mengurangi asupan kalori, Anda harus menemukan diet yang terasa paling cocok dengan gaya hidup sehari-hari Anda.

Beberapa orang mungkin merespon dengan baik terhadap diet rendah lemak, sementara yang lain mungkin menemukan bahwa diet rendah karbohidrat lebih mudah untuk diterapkan.

“Jika salah satu cara diet sudah cocok untuk Anda dan Anda merasakan peningkatan kualitas kesehatan, tak perlu mendengarkan suara-suara di luar sana yang mengatakan hal yang sebaliknya,” kata Kahan.

Hasil uji coba ini telah diterbitkan dalam edisi online JAMA Internal Medicine,  awal Mei lalu.

Sebuah penelitian terbaru lainnya yang ditulis “prevention,”  menunjukkan banyak manfaat mengatur pola makan alias diet  bagi orang yang kelebihan berat badan.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine, manfaat diet dengan berpuasa tak hanya membuat tubuh lebih ramping, tetapi juga memengaruhi suasana hati, kehidupan seksual, hingga kualitas tidur.

Sementara itu, hasil penelitian terbaru menunjukkan, mereka yang berhasil diet memiliki suasana hati lebih ceria, kualitas tidur lebih baik setelah satu tahun diet, dan fungsi seksual lebih baik setelah dua tahun puasa.

Peneliti mengingatkan, penurunan berat badan tidak perlu instan atau secara drastis. Penurunan berat badan harus dilakukan perlahan dengan konsumsi makanan sehat secara teratur.

Corby Martin dari Pennington Biomedical Research Center di Louisiana mengatakan, banyak orang yang merasakan manfaat setelah berhasil menurunkan berat badan.

“Mereka merasa lebih mudah untuk bergerak, sakit pada persendian berkurang. Mereka merasa lebih baik,” kata Corby.

Namun, Corby menyadari, mengurangi berat badan memang tidak mudah.

Mereka harus melakukan diet jangka panjang untuk mendapat hasil yang baik dan tidak kembali berlebihan berat badan.

Pola makan sehat pun memang seharusnya diterapkan seumur hidup.

Komentar