Hormon Keperkasaan Itu Bernama “Testosterone”

Penulis:: Darmansyah

Senin, 25 Februari 2013 | 09:49 WIB

Dibaca: 2 kali

KENAL  Viagra?  Tentu, yang terbayangkan dengan kita, terutama pria,  adalah keperkasaan.  Adakah yang salah dengan persepsi itu. Ya, tak ada yang salah. Tapi tidak pula seluruhnya benar. Sebab apabila disebut “Viagra” pikiran terus menjalar ke  “testosterone.” Selanjutnya gairah  seksual.

Memang tak bisa dipungkiri kalau hormon testosteron adalah penyebab mengapa pria begitu terobsesi pada seks. Terobsesi dengan “Viagra” yang diiming-imingi mengandung testosterone.

Sebuah penelitian terbaru dari University of Bonn, Jerman, menunjukkan bahwa hormon testosteron yang selama ini sering disalahpahami hanya berhubungan dengan gairah pria, ternyata juga dapat mempengaruhi perilaku sosial dan kejujuran.

Para peneliti memberikan gel testosteron pada 46 pria dan plasebo pada 45 pria. Keesokan harinya, seluruh pria tadi kembali diundang untuk diuji kejujurannya. Mereka diminta untuk melempar dadu di tempat tertutup dan akan mendapatkan uang sesuai dengan jumlah angka dadu yang muncul. Setelah dilakukan uji ini, para peneliti melaporkan bahwa pria yang sebelumnya diberi gel testosteron bersikap lebih jujur.

Mengapa bisa demikian? Tingginya kadar testosteron meningkatkan rasa percaya diri dan meningkatkan citra diri Anda, sehingga berlaku curang dapat mengancam kedua hal tadi. Hanya karena sejumlah uang berdasarkan lemparan dadu, para pria tidak mau mengambil resiko itu. Demikian hasil analisa dari para peneliti.

Bukan hanya membuat Anda berlaku lebih jujur, tingkat kadar testosteron menentukan juga pemakainya dalam meningkat eleganitasnya dan memperbaiki sikapnya.

Testosteron merupakan hormon androgen  dan sering dikaitkan dengan kejantanan pria. Sebenarnya hormone ini  juga dimiliki wanita  terutama  dalam membentuk karakteristik seksual sekunder sepertii pertumbuhan rambut tubuh dan kepadatan otot dan tulang; fungsi seksual dan reproduksi seperti perkembangan organ seksual, libido dan produksi sperma; serta fungsi penting lain seperti menjaga kepadatan tulang, kadar sel darah merah dan rasa “baik-baik saja”.

Penurunan kadar testosteron pada pria dapat mengakibat berbagai dampak yang mempengaruhi kualitas hidup pria seperti kehilangan gairah seksual, disfungsi ereksi, depresi dan gangguan pada konsentrasi dan memori. Jika Anda mengalami gejala tersebut Anda disarankan untuk memeriksakan kadar testosteron Anda.

Meningkatkan kadar testosteron dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat, namun ada juga beberapa cara alami yang juga bermanfaat membantu meningkatkan kadar “hormon pria” ini. Simaklah 6 cara berikut ini:

1. Kurangi berat badan
Menurut sebuah penelitian yang dipresentasikan di Endocrine Society’s 2012 Meeting, menurunkan berat badan dapat membantu menaikkan kadar testosteron.

2. Olahraga singkat dengan intensitas tinggi
Tidak seperti aerobik atau olahraga yang berlangsung lama, olahraga singkat berintensitas tinggi seperti latihan kekuatan dengan beban berat dan repetisi yang sedikit telah terbukti mempunyai efek positif terhadap kadar testosteron.

3. Perbanyak konsumsi zinc
Zinc atau seng adalah mineral yang penting untuk pembentukan testosteron.  Menambahkan asupan zinc dalam diet selama 6 minggu dapat memberikan efek yang signifikan pada pria dengan kadar testosteron rendah. Sumber alami zinc di antaranya adalah makanan dari laut (terutama tiram), ikan, hati, daging sapi, daging unggas, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, biji labu, juga ragi bir.

4. Optimalkan kadar vitamin D
Vitamin D dapat menaikkan kadar testosteron, juga membantu mempertahankan kualitas semen dan jumlah sperma.

5. Kurangi konsumsi gula
Setelah memakan gula kadar testosteron akan turun. Konsumsi gula meningkatkan kadar insulin, salah satu faktor yang menurunkan kadar testosteron

6. Hindari stres
Saat berada dalam kondisi stres tubuh akan memproduksi hormon stres bernama kartisol. Hormon ini dapat menghambat fungsi dari testosteron. Pada kasus stres yang kronis, kadar kartisol tinggi dapat menghambat fungsi testosteron dalam jangka waktu lama.

Komentar