Hitungan Milidetik, dan Pria pun Jatuh Cinta

Penulis:: Darmansyah

Senin, 28 Desember 2015 | 15:50 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda tahu siapa yang mudah jatuh cinta antara pria dan wanita?

Bila Anda menjawab dengan sekali sergap, wanita, berarti Anda ketinggalan “zaman.”

Sebab, sebuah studi terbaru justru menemukan bahwa wanita lebih sulit jatuh cinta dibandingkan pria.

Melalui survei yang dilakukan match.com, pria lebih cepat menaruh perasaan suka terhadap lawan jenis ketimbang wanita.

Sebanyak lima puluh empat persen pria menyatakan perasaan cinta pada pandangan pertama dan itu berlangsung sepersekian milidetik.

Pakar Antropolog Helen Fisher mengungkap, “Pria masa kini mengekspresikan perilaku tradisional wanita.

Sementara wanita mengadopsi sikap yang telah lama dikaitkan dengan pria,” katanya seperti dikutip Marie Claire.

Sejarawan Stephanie Coontz, yang juga terlibat studi menambahkan, “Ini membuktikan ada yang berubah dalam empat puluh tahun terakhir.”

Perubahan terjadi karena wanita cenderung mempertahankan hubungan pribadi lainnya dibandingkan hubungan romantis.

Wanita lebih cenderung emosional dan terbuka dengan sesama teman.

Sementara pria, cenderung tergantung secara emosional pada pasangan.

Ini membuat pria seringkali ‘lupa’ dengan teman ketika sudah memasuki hubungan asmara.

Ada beberapa hal menarik dari studi ini, misalnya banyak yang berstatus teman sebelum berubah menjadi pacar atau pasangan.

Dan cinta tumbuh setelah melakukan percakapan panjang atau aktivitas bersama.

Seperti juga ditulis “daily mail,” pria acap kali dianggap dangkal karena jatuh hati pada wanita hanya karena cantik dan seksi.

Sebenarnya, perilaku mudah jatuh cinta pada pria ini, tidak ada hubungannya pada cara berpikir, tetapi lebih kepada dorongan genetis.

Pria mengejar wanita yang mereka anggap menarik dan cantik, merupakan tanda kesuburan dan insting alamiah.

Sementara itu, wanita tidak memiliki dorongan genetis untuk begitu saja, mengejar pria yang mereka nilai tampan dan mengagumkan.

Dorongan genetis wanita ketika menyasar pasangan potensial, lebih kepada apakah dia seorang yang loyal, baik, bertanggung jawab, dan humoris.

Penemuan ini dirangkum oleh seorang profesor bernama Mark van Vugt dan Dr Johanna van Hoof, dari University of Amsterdam.

Mereka juga dibantu oleh seorang pelajar doctoral, Helen Crawford, dari University of Kent.

Studi ini melibatkan wanita dan pria dewasa untuk menguji daya tarik seseorang terhadap lawan jenis berdasarkan penampilan fisik.

Peneliti mempelajari gelombang reaksi otak seluruh responden terhadap sejumlah foto-foto yang menampilkan pria dan wanita dalam berbagai gaya.

Hasilnya, secara otomatis, reaksi otak pria terlihat mengalami distraksi ketika melihat foto wanita cantik.

Sementara itu, otak wanita menujukkan lebih berkonsentrasi dalam menyelesaikan sesi studi tersebut.

Reaksi pria ketika melihat foto wanita cantik memperlihatkan pergerakan signikan yang memicu perilaku impulsif, misalnya, langsung suka pada hanya dalam waktu milidetik.

“Memang benar, pria cenderung ‘mata keranjang’. Namun, itu tidak ada kaitan dengan cara dan kualitas berpikir mereka.”

“Ketertarikan pria yang begitu cepat pada wanita cantik, merupakan dorongan genetis dan alamiah yang tidak bisa dilawan,” terang Mark van Vugt, Ketua Penelitian.

Sebuah studi lainnya yang dipublikasikan oleh Proceedings of the National Academy of Sciences, menemukan bahwa kemampuan kognitif wanita meningkat dari waktu ke waktu, dibandingkan pria.

Hasilnya, perkembangan kecerdasan kognitif wanita terus meningkat dari waktu ke waktu.

Mayoritas responden wanita menonjol di bagian uji memori dan kualitas pengetahuan. Namun, pria masih menujukkan hasil lebih cemerlang di hasil kemampuan berhitung.

Agneta Herlitz, rekan peneliti mengatkan bahwa tidak ada penjelasan ilmiah mengenai kecerdasan wanita yang lebih baik daripada pria.

Namun, dia memprediksi, bisa jadi karena wanita selalu dinyatakan sebagai warga dunia kedua, sehingga mereka memiliki semangat dan motivasi untuk pembuktian diri.

Alhasil, wanita lebih bersemangat dalam menempuh pendidikan hingga ke jenjang lebih tinggi, lebih rajin membaca buku, dan selalu haus akan inovasi terbaru.

Komentar