Kehangatan Seks Bukan Perkara Mudah

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 6 Januari 2017 | 09:10 WIB

Dibaca: 0 kali

Menjalani pernikahan yang hangat dan menjadi pasangan yang terus membara saat berhubungan seksual bukanlah perkara mudah.

Sebab, pekerjaan yang melelahkan, deraan tugas rumahtangga, tangisan anak, dan kelakuan pasangan yang membuat Anda selalu menelan ludah bisa memadamkan birahi seks dalam waktu singkat.

Namun, pernikahan tanpa sesi intimasi yang berkesan pun akan berjalan monoton dan membosankan.

Jenny Block, penulis buku O Wow: Discovering Your Ultimate Orgasms, menuliskan bahwa fantasi menjadi kunci yang memegang peranan penting dalam sensasi seksual antara suami dan istri.

“Fantasi sangat penting,” ungkap Block.

“Anda bisa mengembangkan fantasi dengan cara menggoda suami, membaca buku erotis, dan menonton film yang bisa membangkitkan otak untuk berfantasi seksi.”

“ Anda ingin orgasme yang sensasional, maka fantasi Anda pun harus luar biasa,” urainya.

Block menambahkan bahwa kesalahan pasangan saat bercinta adalah masih memikirkan persoalan lain dalam pikiran.

Alhasil, Anda pun merasa sesi seksual ini menjadi beban dan berharap segera usai.

“Tinggalkan semua masalah dan konflik di bawah ranjang Anda,” pungkasnya.

Selain itu ada kesalahan terbesar yang mungkin seorang suami lakukan dalam usahanya untuk membuat sang istri orgasme

Mereka terlalu fokus pada teknik atau cara atau juga trik, tanpa memperhatikan mindset dan strateginya.

Sebenarnya, strategi adalah kunci untuk membuka kekuatan teknik.

Teknik dengan sendirinya akan menjadi efektif jika dibarengi dengan strategi yang benar.

Jadi , untuk mendapatkan hasil maksimal dari trik-trik yang benar-benar dapat mempengaruhi apakah dia dapat mencapai orgasme atau tidak.

Ketika anda ‘beraksi’, Anda mungkin dipenuhi dengan pikiran “Berikan dia Orgasme.”

Pendekatan ini digunakan oleh begitu banyak suami dalam menggunakan teknik, trik dan “serangan”, yang pada akhirnya membuat mereka membabi buta mencari tau trik dan teknik yang ampuh di luar sana , dan dengan segera mengaplikasikannya pada pasangannya.

Akan tetapi, Ini adalah pola pikir yang salah jika Anda benar-benar ingin memberikan orgasme pada istri tercinta.

Kedengarannya memang kontradiktif, tapi  alasannya benar.

Ketika Anda mendesak untuk membuat dia orgasme, dijamin, hal tersebut akan menambahkan ketegangan negatif dan kecemasan selama Anda berduaan.

Semakin tekanan ini bertambah, suasana tersebut akan benar-benar membuatnya lebih sulit untuk orgasme.

Jika stres dan tekanan terlalu tinggi, hubungan intim dapat berakhir tanpa ada kepuasan pada dirinya.

Jika Anda telah menetapkan memberikaqn orgasme dan ternyata tidak tercapai, Anda dan pasangan Anda akan mengakhiri ‘permainan’ itu dengan perasaan kecewa.

Jika pendekatan ini diteruskan, Anda mungkin akan terus membawa kekecewaan tersebut pada hubungan seksual berikutnya yang membuat Anda dan pasangan Anda cemas dan gelisah.

Jika Anda ingin memberikan orgasme, jangan fokus pada orgasme!

Fokuskan perhatian Anda pada kenikmatan prosesnya. Kuncinya adalah, jika fokus Anda pada memberikan kenikmatan, dan yakin dia merasakan kenikmatan tersebut, orgasme akan diraihnya.

Tidak setiap teknik efektif pada setiap wanita. Seorang wanita mungkin menikmati sentuhan dan ritme tertentu yang tidak sama dengan wanita yang lain.

Untuk mengetahui apa yang benar-benar membuat istri tercinta Anda menikmatinya, Anda harus membuka komunikasi.

Anda harus mencari tahu apa yang dia suka ketika Anda menerapkan teknik yang sudah Anda ketahui.

Dengan cara itu, Anda dapat mengoptimalkan ritme, kecepatan, tekanan dll. untuk menyesuaikan dengan apa yang paling dia sukai.

Komunikasi verbal adalah yang terbaik, tetapi jika sang istri tidak nyaman atau malu mengungkapkan perasaannya, Anda dapat merasakan dan menggunakan komunikasi non-verbal, seperti remasan tangan, anggukan kepala, suara desahan, atau memperhatikan respon tubuhnya.

Komunikasi yang baik dengan sang istri dapat membuat Anda lebih mudah dalam memberikan kesenangan dan kenikmatan padanya, dan akhirnya, teraihlah orgasme yang baik.

Salah satu kesalahan terbesar para suami adalah “bergerak terlalu cepat”.

Memang hal tersebut tidak masalah bagi para suami, tetapi bagi seorang wanita, mungkin dia belum siap.

Untuk laki-laki, merekaa bisa orgasme dengan segera  dan dasarnya laki-laki hanya perlu terangsang, dirangsang, orgasme dan selesai.

Wanita, di sisi lain, perlu tahapan untuk sampai ke titik orgasme.

Di setiap tahapan reaksi seksual, intensitas dan kekuatan terangsangnya meningkat secara bertahap.

Rangsangan adalah alat yang ampuh dan efektif untuk digunakan untuk menguatkan efek dari teknik seksual Anda.

Pemanasan akan membuatnya lebih terangsang, memberinya kesempatan lebih besar untuk mengalami orgasme dan memfokuskan pikirannya pada kenikmatan fisik yang dia rasakan.

Dan, ketika Anda sedang merangsangnya, pada saat yang sama Anda membangun hasrat seksualnya.

Ketegangan dan hasrat seksual inilah yang membuat dia mengantisipasi dirinya dalam mencapai orgasme.

Anda dapat melakukan ini dengan mengelus dan meremas paha, pantat dan pinggul sebelum benar-benar menyentuh vaginanya.

Ketika Anda mengusap bagian-bagian tubuhnya, dia semakin “basah”, mengantisipasi Anda untuk akhirnya bergerak ke vaginanya.

Dan pada saat yang tepat, orgasme akan terjadi.

Seorang wanita harus benar-benar rileks untuk mencapai orgasme.

Jika pikirannya ada pada pekerjaan, bagaimana tubuhnya terlihat, takut suaranya terdengar aneh,  mencoba untuk mencapai orgasme , atau apa pun yang membuatnya tidak rileks dan tenang, dia akan tegang , dan tubuhnya tidak akan memungkinkan dia untuk mencapai orgasme .

Orgasme memang bukan tujuan utama dalam hubungan seksual, akan tetapi, jika sang istri mengalami orgasme

Komentar