Gigauan dalam Tidur Itu “Penyakit?”

Penulis:: Darmansyah

Senin, 23 Januari 2017 | 08:49 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda termasuk salah seorang yang sering mengalami gigauan dalam tidur?

Dan apakah itu sebuah gangguan?

Jawabannya, seperti disimpulkan oleh para ahli di National Sleep Foundation Amerika, “ya” sebuah gangguan.

Dan apakah kondisi tersebut  bisa dicegah dan diatasi.

Jawabannya juga, “bisa.”

Dan para ahli  menggambarkan mengigau sebagai “berbicara ketika tidur tanpa disadari” atau disebut dengan istilah somniloquy.

Kata-kata yang diucapkan saat mengigau sebenarnya tak memiliki arti, bisa berupa gumaman, monolog yang kompleks, atau rangkaian kalimat tidak jelas.

Mengartikan igauan lebih mudah saat seseorang mengigau di tahap tidur satu dan dua.

Namun, jika tidurnya sudah agak lama dan masuk ke tahap tidur  tiga atau empat isi igauannya biasanya hanya berupa erangan saja.

Bagi orang yang sering mengigau, yang membuat cemas adalah tak bisa mengingat apa yang mereka ucapkan setelah bangun.

Suara dan bahasa yang ia ucapkan saat tidur juga berbeda dengan kebiasaannya berbicara. Karenanya, jika mereka melihat rekaman igauannya mereka akan kaget.

Setiap orang bisa mengigau, tapi kondisi ini lebih umum terjadi pada pria dan anak-anak. Sama seperti kebiasaan berjalan saat tidur.

Jika pasangan Anda punya kebiasaan mengigau, Anda mungkin penasaran apakah ia akan mengatakan sesuatu tentang Anda di tidurnya.

Sayangnya, para ahli tidur menyebut semua isi igauan biasanya tidak berarti apa-apa.

Terkadang igauan merupakan sesuatu yang terkait dengan pengalaman yang sudah lewat, tetapi tetap saja igauan bukanlah produk dari pikiran sadar atau rasional.

“Banyak orang yang mengira kita bisa mengorek rahasia orang yang suka mengigau. Tetapi, hal itu tidak benar,” kata Michael Breus, pakar tidur penulir buku The Power Of When.

Pada dasarnya mengigau bisa dipicu oleh kondisi kurang tidur. Selain itu, stres, depresi, kelelahan di siang hari, minum alkohol, dan juga demam tinggi, bisa menyebabkan seseorang mengigau.

Kebiasaan mengigau biasanya bisa hilang jika kita meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur.

Bagi kebanyakan orang, mengigau adalah fenomena singat dan tidak diperlukan terapi apa pun.

Ketimbang wanita dewasa, pria dan anak-anak dinilai lebih mungkin mengalami gigauan saat tidur.

“Walau tidak ada penyebab pasti mengapa seseorang kerap mengigau saat tidur, namun kondisi seperti stres, kurang tidur, demam, atau konsumsi alkohol dapat memicu ocehan saat tidur, “kata Dr Shelby Harris, Psy.D, direktur kedokteran perilaku tidur di Montefiore Medical Center.

“Kata-kata yang keluar dapat berhubungan dengan peristiwa masa lalu atau pengalaman, tetapi paling sering tidak punya arti sama sekali.”

Kabar baiknya, penelitian menunjukkan bahwa berbicara saat tidur tidak berbahaya bagi kesehatan dan dapat ditangani.

Harris mengatakan, kondisi ini umumnya berlangsung singkat dan akan berlalu.

Namun, bila Anda kerap mengigau kala tidur dan mengganggu pasangan, Anda bisa mencoba untuk menerapkan gaya hidup lebih sehat.

Pastikan Anda cukup tidur setiap harinya, kurangi stres dengan cara berbagi dengan pasangan atau lakukan kegiatan yang Anda sukai.

Kurangi pula makanan berlemak sebelum tidur yang dapat mengganggu kualitas tidur, termasuk alkohol.

Berbicara saat tidur atau disebut mengigau merupakan fenomena yang umum. Biasanya dialami oleh anak-anak, tapi orang dewasa juga bisa berbicara tanpa sadar saat tidur.

Para ahli memperkirakan sekitar setengah dari anak-anak dan 5 persen orang dewasa punya kebiasaan mengigau.

Dokter spesialis tidur tidak mengetahui penyebabnya secara pasti, tetapi perilaku ini lebih sering terjadi pada laki-laki.

Mengigau merupakan gangguan tidur yang dapat terjadi dalam setiap tahap tidur. Isi igauan bisa melibatkan dialog yang rumit atau monolog, omong kosong, atau hanya sekedar bergumam.

Seseorang yang mengalami hal ini biasanya tidak menyadari perilaku mereka sampai ada seseorang yang mengatakan kepadanya.

Walau tidak berbahaya, tapi mengigau bisa menjadi tanda gangguan tidur yang lebih serius seperti sleep apnea, night terrors, gangguan perilaku Rapid Eye Movement,  mimpi yang melibatkan fungsi indra), atau melakukan tindakan seksual saat tidur.

Mengigau juga dapat terjadi ketika seseorang mengalami demam, kurang tidur, depresi, stres atau mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan sebelum tidur.

Mengigau juga akan mengacaukan kualitas tidur Anda serta orang yang tidur dekat Anda. Apalagi kalau suara igauan tersebut cukup keras dan sering.

Orang yang sedang mengigau sebenarnya bisa dibangungkan. Hal itu akan membuat mereka berhenti sebentar, tapi ketika mereka tidur kembali mungkin ia akan mengigau lagi.

Natalie Dautovic, calon profesor psikologi dari Universitas Alabama, AS, mengatakan salah satu cara untuk mengatasi kebiasaan mengigau adalah dengan mempraktikkan pola tidur yang baik.

“Perilaku yang Anda lakukan dalam sehari dan sebelum tidur akan mempengaruhi tidur Anda,” katanya.

Cobalah tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya dan miliki jam tidur 7-9 jam setiap malam.

Mengurangi minuman beralkohol. “Alkohol dapat membantu orang merasa mengantuk dan mungkin membantu agar tidur dengan pulas.

Namun memiliki efek yang dapat  mengganggu aktivitas tidur pada malam hari dan menyebabkan Anda terbangun serta membuat Anda tidak bisa tidur kembali,” katanya.

Bagi banyak orang, kebiasaan mengigau saat hanya sementara. Terkadang hal tersebut dapat muncul kembali pada masa dewasa jika jadwal tidur tidak teratur.

Benarkah kata-kata yang diucapkan berkaitan dengan mimpi?

Tidak ada yang tahu pasti.

“Fungsi otak saat kita sedang tertidur sangatlah kompleks sehingga sulit untuk mengetahui di mana konten tersebut berasal dan bagaimana hal itu disaring melalui berbagai fungsi otak,” kata Dautovich.

Komentar