Lupa Yang Berulang? Awas, Itu Demensia

Penulis: Darmansyah

Kamis, 9 April 2015 | 14:25 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda sering nama sahabat, tempat kunci, nomor hand phone atau rencana yang telah disusun lupa?

Itu mah biasa, sepanjang frekuensinya tidak terulang dan terulang lagi. Dan itu juga adalah bagian dari prose salami dari kelelahan kerja otak.

Tapi kalau frekuensi tidak terhitung banyaknya, terulang dan terulang dalam jarak yang sangat dekat, nah itu pertanda daya ingat Anda sedang “bahaya.”. Pikun.

Ya, pikun atau demensia, terutama seperti kasus di atas ada baiknya dicegah dengan cepat. Sebab mencegahnya adalah langkah yang terbaik

Dan ingatlah, dalam sehari Anda mengalami lupa sampai berapa kali.

Lalu, perhatikan usia Anda.

Bila Anda masih muda, kira-kira usia empat puluhan tahun ke bawah, masih dimaklumi kalau lupa satu atau dua kali.

Mungkin karena Anda kurang konsentrasi, atau ada banyak masalah sehingga banyak hal dilupakan.
Tetapi, kalau lupa terjadi berkali-kali, itu tandanya terjadi penurunan daya ingat.

Bila tanda-tanda pikun dialami, mesti hati-hati.

Sebab bila dibiarkan, di usia yang lebih tua lagi nantinya akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, baik buat diri sendiri maupun orang lain.

Kepikunan kategori ‘sangat parah’ bisa mempengaruhi kepribadian, tingkah laku dan aktivitas. Kalau sudah begini Anda mungkin terkena Demensia Alzheimer.

Alzheimer adalah jenis kepikunan yang ‘mengerikan’ karena dapat melumpuhkan pikiran dan kecerdasan seseorang.

Keadaan ini ditunjukkan dengan kemunduran fungsi intelektual dan emosional secara progresif dan perlahan sehingga mengganggu kegiatan sosial sehari-hari.

Selama ini kepikunan dianggap sebagai satu kondisi penuaan yang dimaklumi bila dialami oleh lansia.

Namun, yang kepikunan tidak hanya sekedar menurunkan kemampuan mengingat. Ada sejumlah tahap yang akan dilalui sebelum seseorang menderita kepikunan.

Kepikunan, atau yang dalam istilah medis disebut demensia, merupakan gangguan fungsi kognitif dan memori progresif yang bisa diikuti gangguan pada fugsi kerja dan sosial.

Demensia pada setiap orang bisa menunjukkan gejala dan laju perkembangan yang berbeda satu sama lain.

Penyakit penurunan fungsi satu bagian otak yang umum terjadi ini merupakan penyakit alzheimer, sehingga ini bisa disebut sebagai demensia Alzheimer. Sekiranya ada tujuh tahap kepikunan untuk jenis ini yang perlu diketahui.

Anda bisa membanding ketika berada di tahap normal dan sesudah perkembangan demensia.

Dalam tahap ini, seseorang tidak memiliki gejala-gejala demensia alzheimer, seperti melemahnya kemampuan mengingat dan kognitif secara tiba-tiba.

Ada tahapan lanjutan. Tahap ini sudah ditandai dengan kemampuan mengingat atau kelupaan yang normal sesuai usia. Tetapi seseorang masih bisa mengatasi kondisi tersebut sendiri, seperti dengan membuat catatan.

Selain penurunan kemampuan mengingat, kemampuan kognitif ringan dapat terjadi, seperti dalam bentuk kesulitan dalam berbicara. Selain itu, ada gejala perubahan dalam emosi. Perburukan kondisi bisa terjadi lima sampai enam tahun.

Bila si penderita akan semakin sulit melakukan kegiatan kompleks, seperti mengurus keuangan, melakukan aktivitas sosial, dan menjadi selalu ingin mengurung diri di kamar. Dengan gejala tersebut seseorang bisa didiagnosa alzheimer dan mulai diberi pengobatan.

Bila kemampuan mandiri menurun, sering kebingungan sehingga penderita menjadi rentan penipuan dan terancam keselamatannya, ini bisa disebut demensia alzheimer sedang. Tahap ini bisa bertahan selama satu setengah tahun sebelum menjadi lebih parah.

Keparahan yang sampai pada derajat sedang berat ini ditandai dengan kehilangan sebagian besar ingatan, kesulitan mengenal orang, emosi yang suka meledak-ledak. Tahap ini dapat berlangsung hingga dua setengah tahun atau lebih.

Derajat terakhir dari penyakit demensia alzheimer ini merupakan derajat sangat berat.

Orang dengan demensia tahap ini masih mampu mendengar dan mengerti pembicaraan orang lain, namun mereka akan selalu membutuhkan pendamping karena tidak bisa merespon, dan bahkan bisa dianggap seperti bayi lagi.

Komentar