Flakka, Kokain Jenis Baru Yang Dahsyat

Penulis:: Darmansyah

Senin, 29 Mei 2017 | 14:24 WIB

Dibaca: 0 kali

Flakka?

Ya, dalam sepekan ini sejumlah akun di Instagram mengunggah sebuah video para pemakai flakka.

Ya juga flakka termasuk jenis narkoba  baru yang dapat membuat pencandunya memberi respons agresif.

Mereka bisa meronta, menjerit, marah, bahkan ada pula yang tanpa sadar melukai diri sendiri.

Penduduk di Spanyol menjuluki flakka dengan “si cantik yang mengancam jiwa”.

Flakka berasal dari bahasa Spanyol yang artinya ‘perempuan cantik’.

Lalu disebut mengancam jiwa, karena narkoba berbentuk seperti potongan kristal putih seukuran batu kerikil mengandung senyawa kimia MDPV.

Apabila senyawa kimia yang juga bahan utama pembuat garam mandi masuk ke dalam tubuh akan menstimulasi bagian otak yang mengatur mood dan hormon bahagia.

Flakka bukan kasus baru. Masyarakat dunia pertama kali dibuat heboh pada pertengahan September tahun silam.

Kala itu, seorang pria di Florida Selatan ditangkap pihak kepolisian setelah merusak pintu penahan badai.

Sang pria tak menyadari telah melakukan tindakan tersebut. Setelah diselidiki, pelaku pun menceritakan bahwa dia berada di bawah pengaruh flakka.

Pria yang tak disebutkan namanya itu bukanlah orang berduit. Dia menggunakan flakka karena harga narkoba itu amat murah.

Menurut dia, satu dosis narkoba flakka lebih murah dari kokain.

Ahli Epidemiologi Penyalahgunaan Narkoba di Universitas Nova Southeastern, Fort Lauderdale, Florida, Jim Hall, mengatakan, flakka pertama kali diproduksi sebagai obat sintetis pada lima tahun lalu.

Akan tetapi, obat ini dilarang edar karena dokter kesulitan menentukan dosis yang pas.

“Sangat sulit mengontrol dosis yang tepat dalam penggunaan flakka,” kata Jim dikutip dari situs CNN, Senin, 29 Mei.

Menurut Jim, apabila seorang dokter salah dalam menentukan dosis untuk flakka, bisa-bisa efeknya jauh lebih berbahaya dari kokain. Bila si pengguna mengalami overdosis, bisa mengalami lonjakan adrenalin secara ekstrem yang dapat menimbulkan perilaku kekerasan.

Meski sudah dilarang, tetap saja ada oknum tidak bertanggung jawab yang kemudian menjual narkoba flakka dengan harga murah secara online, tak lama dari tahun pelarangan tersebut.

Drug Enforcement Administration  atau DEA Amerika Serikat langsung mengeluarkan edaran negara-negara yang mungkin akan “disinggahi” flakka ini.

Tindakan DEA ini harus segera dilakukan. Dengan begitu, pihak terkait di masing-masing negara tahu langkah apa yang harus diambil.

Sebab, flakka yang sudah telanjur diisap oleh pemakainya dapat menghancurkan otak secara pelan-pelan.

Memang, efek sakau yang ditimbulkan tidak berlangsung lama. Tidak lebih dari enam jam.

Kita memang patut berhati-hati dengan “si cantik mengancam jiwa” ini. Selain menyerang otak, flakka yang membuat penggunanya bisa bertingkah bak zombie juga mengancam kesehatan ginjal kita.

Menurut Jim, pengguna flakka yang overdosis kemungkinan besar akan menjalani dialisis sepanjang hidupnya.

Selain itu, pencandu harus mengobati kerusakan lain yang diakibatkan penggunaan flakka, seperti pecahnya otot-otot di tubuh kita.

Flakka disebut-sebut sebagai jenis narkoba baru yang membuat pemakainya merasa sekuat Hulk.

Dalam sebuah tayangan video yang viral di media sosial, konon keampuhan narkoba ini melebihi efek morfin.

Secara fisik, Flakka berbentuk kristal putih yang berasal dari Florida Selatan.

Seperti dikutip laman Drug Abuse,  hari ini, Senin, 29 Mei methamphetamine di dalam narkoba ini memiliki dosis yang sangat tinggi, sehingga efek candu dari Flakka bisa lebih hebat dari jenis narkoba lainnya.

National Institutes of Health mengatakan Flakka merupakan jenis obat yang relatif baru yang berkembang pada September tiga tahun silam.

Efek dari Flakka menyebabkan penggunanya merasa superkuat dan menghasilkan euforia yang intens.

Melansir Medicinenet, senyawa kimia ini akan menstimulasi otak yang mengatur mood, hormon dopamin, dan serotonin.

Pada dosis tinggi, narkoba ini bisa mempengaruhi suhu tubuh tinggi dan perubahan ekstrem yang bisa menyebabkan kerusakan otot dan kerusakan ginjal, bahkan kematian.

Komentar