Effek Dramatis Lampu Bisa Bikin Asik

Penulis:: Darmansyah

Minggu, 29 Juni 2014 | 19:06 WIB

Dibaca: 0 kali

Apa yang dihasilkan dari tata lighting yang tepat?

Jawabnya, segala-galanya. Tata lighting yang tepat, yang didesain sejak awal sebagai bagian dari desain rumah, menimbulkan efek “dramatis” yang Anda inginkan di rumah, di apartemen, di toko,bahkan di restoran dapat dicapai.

Pilihan dan tata letak lampu yang tepat dapat memperbesar atau memperkecil ruang, membangun suasana romantis atau ceria. Pendek kata, apa pun efek yang muncul di benak Anda, dapat disiasati lewat pencahayaan yang tepat.

Dinding + lampu di atas adalah hasil desain Annahape Studio di dinding samping sebuah kolam renang. Lighting di dinding itu berfungsi sebagai aksen. Dengan model indirect lamps, kesan romantis, hangat tercipta.

Lampu-lampu itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari komposisi batu alam yang disusun dengan super cermat dan detail. Mudah-mudahan melalui foto di atas, Andapun sudah dapat masuk dalam efek dramatis yang diinginkan. Kesan dingin dari batu alam, langsung hilang dengan komposisi lampu yang ada.

Ada empat model pencahayaan yang sepatutnya kita kenal.

Pertama, “ambient lighting,” yaitu pencahayaan seluruh ruang. Technically, ambient lighting artinya total sinar yang datang dari semua arah, untuk seluruh ruang. Sebuah lampu yang diletakkan di tengah-tengah ruang hanya salah satu bagian dari ambient lighting.

Tetapi bila ada sinar yang datang dari semua tepi plafon, misalnya, terciptalah ambient lighting. Dalam membuat ambient lighting, sinar haruslah cukup fleksible untuk berbagai situasi atau peristiwa yang mungkin terjadi di ruangan. Tidak mungkin ruang makan selalu romantis.

Kedua “Local lighting,” atau pencahayaan lokal. Pencahayaan jenis ini ditujukan untuk aktivitas keseharian, misalnya membaca, belajar, memasak, berdandan dan sebagainya. Pencahayaan dimaksud untuk membuat mata tidak cepat lelah.

Ketiga, “accent lighting,” atau pencahayaan yang berfungsi sebagai aksen. Selain contoh di atas, pencahayaan jenis ini dapat dipakai untuk membuat sudut tertentu, barang tertentu menjadi menonjol. Pencahayaan seperti ini dapat membimbing pengunjung untuk melihat suatu barang, atau koleksi tertentu.

Dan ke empat, “natural lighting” alias sinar matahari bahkan cahaya bulan. Bila didesain sejak awal, pemanfaatan sinar matahari dapat membuat ruangan menjadi terang. Dalam tip 26 saya sudah menyarankan supaya pemilik rumah memperhitungkan desain bangunan agar sinar matahari dapat masuk ke bagian dalam rumah.

Sementara itu sekelompok peneliti asal Italia tengah mengembangkan lampu istimewa yang tidak hanya bisa membuat ruangan lebih terang, namun juga mampu menunjukkan cuaca di luar ruangan. Bahkan, lampu ini bisa memberi tahu “status” rekan Facebook penggunanya.

Sayangnya, lampu yang tersedia dalam tiga bentuk tersebut saat ini masih dikembangkan dan belum dijual bebas. Lampu bernama “Patch of Sky” itu dikembangkan oleh Leonardo Amico, Federico Floriani, Reda Jouari, Alice Longo, Akshataa Vishwanath, dan Giorgia Zanellato.

Para peneliti tersebut merupakan anggota studio peneliti, Fabrica. Mereka mengembangkan “Patch of Sky” itu ke dalam tiga jenis. Masing-masing diberi nama dari dewa-dewi Mesir, seperti Dewa Angin Amun, Dewa Badai Set, dan Dewi Hujan Tefnut.

Lampu dengan nama Amun berbentuk setengah lingkaran, Set berbentuk lingkaran dengan garis horizontal, sementara Tefnut memiliki garis vertikal. Setiap lampu menggunakan Arduino, papan kontrol mikro open-source yang rendah biaya.

Selain Arduino, tiap lampu juga memanfaatkan peranti keras dan lunak BERGCloud hingga membuat lampu bisa terhubung ke internet. Selain terhubung, lampu kemudian bisa memanfaatkan informasi cuaca dan lokasi dalam laman Facebook penggunanya.

Informasi dari laman Facebook memungkinkan lampu menampilkan tampilan berbeda ketika terjadi hujan salju, kabut, cerah, gerimis, dan panas. Kaca pada lampu juga bisa disetel hingga menampilkan warna-warni yang terus berganti.

Sayangnya, seperti dikutip Fastcodesign dan laman resmi “Patch of Sky”, saat ini lampu-lampu tersebut masih berada dalam tahap pengembangan. Sembari menunggu produknya diluncurkan ke pasaran, berikut ini video yang menampilkan lampu “Patch of Sky”.

Komentar