Diet Keto Langsingkan Kim Kardashian

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 7 September 2017 | 15:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Diet keto yang kini jadi wabah dikalangan artis dunia berhasil melangsungkan Kim Kardashian.

Diet ini juga  jadi gaya hidup yang disukai oleh para ahli kesehatan dan selebritas seperti Gwyneth Paltrow hingga  Mick Jagger

Diet ini juga diyakini dapat menangkal penyakit Alzheimer dan kanker.

Para ahli menguji tikus yang diberi makanan untuk diet keto, hasilnya mereka lebih tahan terhadap penyakit, dan lebih cenderung sehat sampai tua.

Orang yang mengikuti diet ketogenik mengganti karbohidrat dengan makanan berlemak tinggi.

Seperti roti putih, pasta dan biji-bijian yang diganti krim dan mentega.

Penelitian telah menunjukkan bahwa makanan rendah karbohidrat menghasilkan zat kimia yang disebut beta-hydroxybutyrate .

BHB adalah keton, yaitu senyawa kimia yang merupakan hasil saringan dari proses lemak yang bertumpuk di hati.

Keton berfungsi untuk menjaga metabolisme otak dan jantung.

BHB diproduksi saat seseorang melakukan diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak.

Hal ini dilakukan karena dapat mematikan akses ke glukose. Kemudian lemaknya mendapatkan energi. Proses ini disebut ketosis.

Dilansir Daily Mail  ini dia menu makanan yang bisa dikonsumsi pada setiap jam makan ala diet keto

Ada dua penelitian dari diet keto.

Kedua-duanya menghasilkan fakta baik. Bahwa selain sehat, diet ini merawat kesehatan ingatan.

Peneliti Jon Ramsey mengatakan: “Kami merancang diet untuk tidak fokus pada penurunan berat badan tapi untuk melihat metabolisme. Apa yang terjadi saat penuaan? ‘

Diet ini kata dia meningkatkan daya ingat, koordinasi dan kekuatan mereka selama usia tua. Hal ini juga mengurangi peradangan dan timbulnya tumor.

Tikus yang diberi makan ketogenik memiliki risiko kematian yang lebih lama. Mereka setidaknya melakukan tes memori saat masa tua,  seperti pada usia paruh baya.

Dibandingkan dengan tikus yang diberi makan makanan normal, ia menunjukkan perkiraan penurunan terkait usia.

Selain itu, tikus pada diet ketogenik lebih banyak mengeksplorasinya. Pengujian pada tikus diperiksa untuk fungsi jantung dan perubahan regulasi gen melalui analisis DNA.

Profesor Ramsey berkata: “Hasilnya mengejutkan . Kami mengharapkan beberapa perbedaan dengan besarnya yang diamati: peningkatan tiga belas persen dalam rentang hidup, untuk tikus rata-rata dengan diet tinggi lemak vs tinggi karbohidrat.”

Pada manusia, panjang umurnya bisa tujuh hingga sepuluh tahun lebih lama.

“Pada tingkat yang mendasar, manusia mengikuti perubahan yang sama dan mengalami penurunan fungsi keseluruhan organ selama penuaan,” katanya, menambahkan bahwa studi tersebut ‘membuka jalan baru untuk intervensi diet yang mungkin berdampak pada penuaan’.

Peneliti Dr Eric Verdin, yang bekerja pada penelitian  kedua, mengatakan: “Fakta bahwa kita memiliki efek pada memori dan kesehatan fungsi otak.”

“Tikus yang lebih tua pada diet ketogenik memiliki ingatan yang lebih baik daripada tikus muda. Itu sangat luar biasa,” tambahnya.

Diet keto masih aman dilakukan meski terdapat efek samping.

Namun, toleransi terhadap efek samping juga akan dirasakan berbeda-beda pada setiap orang. Ada jug ayang mengatakan, diet keto hanya dilakukan dalam jangka pendek.

” Kebanyakan orang dapat mentoleransi ketosis, tapi kebanyakan orang mungkin tidak akan bisa melakukan diet ketogenik yang sungguhnya karena efek sampingnya, ” jelas Tracy A. Siegfried, M.D., medical director dari The N.E.W. Program,  bariatric and metabolic weight-loss center berbasis di California.

Efek samping yang sering dirasakan pelaku diet keto diantaranya adalah letih, kecapekan, napas menjadi berat.

Tubuh juga akan sulit untuk melakukan kegiatan berintensitas tinggi, ketika tubuh kehilangan lemak pertama kalinya, tanpa karbohidrat, metabolisme akan melemah dan sesungguhnya akan rusak secara permanen.

Kerja tiroid akan melemah seiring kehabisan energi.

Jika terlalu lama menerapkan ketosis, metabolisme tubuh akan sangat sulit untuk kembali seperti semula.

Sayangnya, hingga saat ini tidak ada jangka waktu yang tepat untuk melakukan diet ini, sehingga aman tidaknya, tergantung pada kemampuan tiap individu.

Menurut Siegfried, beberapa komunitas medis menganggap ketosis yang berkelanjutan akan membuat liver stress dan menyebabkan kerusakan jaringan pada otot.

Komplikasi lainnya, seperti konstipasi, hipoglikemia, kekurangan vitamin, batu ginjal, masalah keseimbangan, hilangnya kepadatan tulang, sakit kepala, menstruasi yang tidak teratur dan dehidrasi akan terjadi jika terus dilanjutkan.

Ditambah lagi, mengonsumsi lemak jenuh atau terlalu banyak mengonsumsi lemak sehat dapat menyebabkan kolestrol dan tekanan darah tinggi.

Sama halnya menurut Francine Blinten, R.D., nutrisionis klinis  dan konsultan kesehatan masyarakat di Old Greenwich, Connecticut, yang mengatakan diet keto perlu pengawasan klinis dan hanya dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Untuk kasus tertentu, diet keto dapat membantu mengecilkan tumor dan mengurangi kejang pada penderita epilepsi.

Namun, untuk alasan kecantikan, diet keto sangat tidak dianjurkan dan dapat membahayakan bagi penderita ginjal maupun liver.

Komentar