Usia Berapa Gairah Wanita Memuncak?

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 18 November 2014 | 14:14 WIB

Dibaca: 14 kali

Pertanyaan klasik tentang gairah seks wanita selalu menggoda para peneliti. Banyak studi sudah dilakukan berkaitan dengan usia dan gairah seks wanita. Bahkan studi terbaru yang dirilis “Daily Mail,” dalam edisi “health and sex”nya, menyebut di usia kepala empat wanita menemukan kelincahannya, lebih agresif dan memiliki lebih banyak fantasi bercinta.

Menurut studi itu, wanita di usia tiga puluhan akhir dan awal empat puluhan memiliki dorongan seks lebih tinggi dibandingkan wanita yang usianya lebih muda.

Para peneliti mengatakan, wanita pada usia tersebut lebih mungkin untuk menyadari bahwa jam biologis mereka bergerak untuk mendapatkan waktu yang hilang di usia duapuluhan. Saat itu para wanita menjadi “mature.”

Fakta ini bisa menjelaskan bahwa tidak sedikit wanita berusia matang atau “mature” menikahi pria lebih muda. Aktris Desperate Housewives, Eva Longoria, Demi More atau Madonna kala berusia kepala empat akhirnya menikah lelaki dua puluhan..

Para psikolog yang meneliti studi ini melakukan survei kepada sembilan ratusan wanita, tentang sikap mereka terhadap seks. Termasuk, seberapa sering mereka berfantasi soal seks, dan kemungkinan berselingkuh dengan pria lebih muda.

Menurut penelitian itu begitu memasuki usia tiga puluhan akhir, pikiran pikiran wanita yang berhubungan, dengan kehidupan seks mulai berubah.

Berlainan dengan pria yang tetap bergairah di usia tiga puluhan namun spontanitasnya menurun, wanita malah lebih agresif dan meledak-ledak di usia itu. Di usia itu pria mulai kaya dengan teknik bercintanya dibandingkan sebelumnya.

Pengalaman membuat wanita mampu mengontrol dirinya kapan harus mencapai orgasme, dan membiarkan si pria asik dengan pencapaian klimaknya. Dia telah berubah dari wanita kalem menjadi perempuan yang lapar seks dan lebih dewasa yang bagaimana menyalurkani kebutuhan seks.

Umumnya, kemampuan wanita pada usia ini tergantung pada kondisi mental dan fisiknya serta tidak tergantung pada keaktifan pasangannya. Para wanita di usia “mature” tak cuma senang pada ciuman yang anda berikan atau sekedar sentuhan-sentuhan kecil yang membangkitkan gairah.

Mereka lebih berinisiatif dan lebih banyak bergerak. Perubahan ini normal saja dan bisa diperkirakan sebelumnya, jadi bukan karena lelaki kurang menarik lagi.

Pada usia “mature” ini para wanita mencapai puncak gairahnya dan makin yankin untuk melakukan kegiatan seks.

Di usia ini pula intensitas bercinta wanita lebih sering daripada wanita lebih muda dan lebih tua.

Para peneliti di University of Texas di Austin, Texas, AS, mengatakan temuan ini menunjukkan, penurunan kesuburan wanita bisa menimbulkan motivasi seksual lebih besar dan meningkatkan perilaku seksual daripada wanita dengan tingkat fertilitas tinggi.

“Kesimpulan dari temuan ini adalah agar wanita bisa memanfaatkan masa-masa ini sebelum memasuki masa menaopause,” kata Dr Pam Spurr, seorang pakar seks.

Apakah Anda dan pasangan bercinta secara rutin, atau mungkin bercinta hanya menjadi suatu kebutuhan yang membosankan? Coba pikirkan kembali.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh kolomnis seksThe Times, Suzy Godson, pasangan menikah dengan kisaran usia matang mengatakan bahwa mereka bercinta lebih dari seminggu sekali.

”Jika pasangan memliki kehidupan seksual yang baik dan berkala, maka itu termasuk dalam dua pulouh persen kepuasan hubungan. Jika pasangan berhenti bercinta, dan ini menjadi suatu hal yang tak menyenangkan lagi, hal tersebut menjadi racun hubungan,” terangnya.

Selanjutnya, Godson mengaku, tetap ada pasangan yang memang memiliki hasrat seksual rendah dan tak terganggu dengan kehidupan seksual relatif tidak bergairah tersebut. Namun, pasangan yang demikian sangat jarang ditemui karena biasanya bakal berpisah atau bercerai.

Seperti kita ketahui bahwa hubungan seksual memiliki banyak manfaat lebih dari yang kita kira. Tak hanya sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan biologis, tapi juga menciptakan kebahagian dan memicu antusias dalam menjalani kehidupan.

”Seks membuat kita merasa diinginkan, menarik, dan dipuji,” ujarnya.

Ada perasaan emosional yang terhubung lewat hubungan seksual, kepuasan yang didapat juga menungkatkan sistem imun tubuh, dan membuat tubuh menjadi terasa hangat sekaligus nyaman. Seks juga sehat bagi jantung, mengurangi stres, membuat kulit, rambut, dan mata lebih bersinar.

Begitu banyaknya keuntungan yang didapat dari hubungan seksual, menurut Godson, meskipun Anda tidak merasa perlu, pasangan Anda bisa jadi sangat membutuhkan seks.

Terakhir, Godson menyarankan pasangan yang sudah kehilangan minat bercinta untuk mencoba memikirkan pengalaman hubungan seksual di luar kebiasaan.

”Jika Anda membuat alasan untuk tak bercinta hanya karena Anda berdua merasa tak menginginkannya lagi. Anda harus menyelesaikan masalah ini secepatnya, karena Anda berdua akan bersama selamanya,” tutupnya.

sumber : dailymail.co.uk.

Komentar