close
Nuga Life

Cobalah Bereksprimen dengan Dapur Anda

“Coba lagi bereksprimen dengan dapur,” tulis laman situs “housebeutiful”

Bereksprimen lagi?

Ya.

Misalnya, mengubah pencahayaan dan cat.

Bukankah dapr yang hanya dipenuhi warna putih, sebagai contohnya,  atau sedikit aksen kayu bisa tampak membosankan.

Hindari terjebak dalam pandangan bahwa tampilan dapur hanya bisa diubah dengan mengganti warna dinding.

Untuk membuatnya lebih “segar” dan terkesan “baru”, ada cara lain yang lebih mudah dan ringkas ketimbang harus mengecat dinding

Warna lampu bisa mengubah banyak hal, termasuk suasana di dapur. Selain warna lampu dan jumlah lampu, “rumah lampu” juga memberikan kesan berbeda.

Pasang “rumah lampu” yang memiliki corak atau warna kesukaan Anda. Kemudian, buka lemari dapur, buat jadi open cabinet, dan berikan pencahayaan di atasnya.

Menurut desainer Mick De Giulio, setiap dapur punya satu elemen unik yang mampu menarik penghuni ke dalamnya.

Kemudian Anda juga bisa memasukkan warna dengan menggunakan perlengkapan memasak atau elektronik berwarna menarik. Cara ini selain praktis juga unik dan menarik.

Jika enggan mengganti warna dinding, namun siap memberikan perubahan besar pada dapur, Anda juga bisa mengubah lantainya.

Desainer William Diamond dan Anthony Baratta mengubah lantai sebuah dapur di apartemen Manhattan, New York dengan warna biru terang.

“Pelanggan kami, pasangan 40 tahunan dengan dua anak perempuan yang masih kecil, ingin sesuatu yang meriah dan kekinian, namun mereka tetap ingin mengingat masa lalu,” ujar Diamond.

Alhasil, Diamond mempertahankan dinding berwarna putih dan hanya mengubah lantainya.

Warna mencolok juga bisa Anda sapukan pada bagian dalam lemari dapur. Baik itu lemari dapur biasa, seperti open cabinet, atau lemari dapur dengan daun pintu yang terbuat dari kaca.

Bagian dalam beberapa alat di dapur yang memiliki warna mencolok bisa memberikan kejutan tersendiri.

Cara lain yang tidak kalah mudah adalah menggunakan tempat duduk berwarna mencolok. Anda hanya perlu membeli beberapa tempat duduk berwarna terang, kemudian menaruhnya di sekeliling meja makan atau pojok-pojok dapur.

Anda juga tetap bisa mengubah warna dinding dengan wallpaper atau sebagian dinding dengan keramik.

Backsplash atau dinding dapur yang terbuka antara meja dapur dan cabinet bisa Anda tutup dengan keramik berwarna-warni.

Desainer Philip Gorrivan menggunakan cat berwarna hijau toska mengilap untuk menghias plafon dapur.

“Saya tidak pernah mengabaikan plafon. Terlalu banyak ruang untuk disia-siakan,” ujar Gorrivan.

Selain itu jangan pernah membiarkan dapur terlihat kosong melompong.

Agar tidak terkesan kosong, Anda bisa menghiasnya dengan menggunakan corak, ornamen, atau memilih tekstur tertentu.

Tidak hanya dihias, “backsplash” atau dinding di antara meja dan lemari dapur bisa Anda manfaatkan sebagai fasilitas yang akan memudahkan kegiatan memasak.

Saat memasak, minyak, saus, air, dan berbagai bahan memasak lain pasti berserakan di dapur.

Bahan-bahan ini dapat mengotori buku resep Anda.

Hindari hal tersebut dengan memasang “dudukan” buku resep pada “backsplash”.

Dinding “backsplash” juga bisa Anda manfaatkan sebagai tempat menyimpan pisau dan tissue dapur.

Padukan penutup dinding dan penyimpanan tissue dari stainless steel, serta penyimpanan pisau dari kayu. Kedua tekstur ini enambah cantik tampilan dapur.

Hal yang hampir serupa juga bisa Anda lakukan pada alat memasak dan bumbu-bumbu. Biarkan peralatan tersebut menggantung di dinding dapur, agar Anda mudah mengambilnya.

Bila dapur Anda memiliki fitur unik, misalnya kompor yang diapit dengan dinding, Anda bisa memanfaatkan fitur tersebut.

Buatlah ceruk pada dinding dan menggunakannya sebagai tempat penyimpanan keperluan memasak berukuran kecil, seperti minyak dan bumbu.

Selain bumbu masak, Anda juga bisa menempatkan alat-alat masak dinding seperti microwave atau kulkas.

Anda juga bisa membuat ruang penyimpanan perlengkapan yang lebih kecil seperti juicer, mixer, toaster, dan coffee maker di dinding dapur.

Sebagai area untuk memasak dapur butuh banyak cahaya.

Karena itu, wajar bila Anda membutuhkan lebih banyak sumber penerangan.

Sediakan beberapa sumber penerangan artifisial di dalam dapur, baik yang menyorot meja dapur, maupun penerangan pembantu pemberi “mood”.

Di malam hari, Anda dapat menyalakan semua lampu tersebut untuk memudahkan beraktivitas. Namun, di siang hari sebaiknya memaksimalkan cahaya matahari.

Selain mengurangi konsumsi listrik, tentunya cahaya matahari lebih segar dan sehat bagi Anda.

Jika dapur Anda menempel pada dinding terluar rumah, tidak ada salahnya menempatkan jendela “selipan” di antara meja dapur dan lemari dapur Anda.

Alih-alih menempelkan “backsplash”, memberikan jendela di area tersebut juga cantik dan bisa memberikan ekstra cahaya di siang hari.

Jika dapur Anda berukuran kecil, desain ini bisa Anda gunakan. Buatlah jendela dari ujung dapur ke ujung lainnya.

Dengan kata lain, seluruh dinding dapur Anda memiliki “celah” yang dapat memasukkan cahaya matahari.

Aksen “beku” di kaca juga bisa digunakan pada kaca dapur. Terlebih, jika Anda membutuhkan privasi lebih.

Kaca jenis ini mampu memberikan cahaya dari luar, namun orang dari luar tidak dapat melihat apa yang terjadi di dalam dapur Anda.

Ketinggian “backsplash” umumnya berukuran sekitar empat puluh lima sentimeter.

Namun, jika dinding dapur berukuran terlalu tinggi, dengan jendela dapur Anda dapat meningkatkan “backsplash” tanpa membuat dapur terasa terlalu jenjang.

Besarkan lebar jendela, pasang lemari dapur tidak jauh dari jendela tersebut.

Tapi ingat, kemungkinan besar ketinggian lemari dapur tidak ideal bagi Anda. Oleh karena itu dibutuhkan kursi untuk meraih barang-barang di dalam lemari.

Memiliki jendela di sepanjang dapur akan memberikan kesan unik pada rumah, terlebih jika kebetulan dapur Anda berada di sudut rumah. Selain unik, hal ini juga memberikan kesan lebih luas.

Jendela dapur juga bisa menjadi alternatif solusi untuk sirkulasi udara. Meski pada umumnya jendela dapur yang menjadi “backsplash” tidak dapat dibuka-tutup, tidak ada salahnya Anda mencoba sesuatu yang baru.

Penambahan sirkulasi juga bisa membantu ketika dapur Anda penuh asap.

Terakhir, solusi ini cocok bagi Anda yang tetap ingin memiliki dinding kokoh tanpa mengorbankan terangnya sinar matahari. Gunakan “glass block” sebagai jendela di antara meja dan lemari dapur Anda.