Cemberut Bikin Tua Bukan Hanya Mitos

Penulis: Darmansyah

Selasa, 20 Februari 2018 | 15:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Semakin bertambah umur, wajar bila wajah akan memunculkan tanda-tanda penuaan seperti keriput.

Namun, tanpa Anda sadari ekspresi wajah seperti cemberut dapat menciptakan lipatan dan kerutan pada wajah, khususnya di bagian dahi dan sisi mulut.

Akibatnya, wajah Anda jadi tampak lebih tua dan lelah. Benarkah ekspresi cemberut membuat wajah cepat tua?

Penuaan pada wajah normalnya akan terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Ini terjadi karena proses melemahnya kolagen dan serat elastin pada kulit.

Namun, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan penuaan menjadi lebih cepat terjadi, yaitu terpapar sinar matahari, merokok, tidak mengonsumsi cukup air, tidak mengonsumsi makanan yang menutrisi kulit, dan kontraksi dari ekspresi wajah Anda.

Dibanding bagian tubuh lainnya, wajah lebih cenderung memperlihatkan gejala penuaan.

Saat Anda mencoba untuk mengekspresikan emosi tertentu, otot-otot pada wajah akan berkontraksi.

Ketika Anda merasa marah, terkejut, senang, dan sedih, semua otot tersebut berkontraksi dengan berbagai cara yang berbeda untuk menunjukkan apa yang Anda rasakan.

Otot di sekitar mata, mulut, dan dahi cenderung bekerja lebih keras untuk mengekspresikan emosi Anda dibanding otot area lainnya.

Otomatis, bagian wajah ini akan lebih cenderung menunjukkan tanda-tanda penuaan terlebih dahulu.

Menurut Live Science, tidak diketahui berapa banyak otot yang berperan ketika seseorang tersenyum ataupun cemberut. Namun, yang membedakannya adalah senyum lebih bersifat positif, yaitu menggambarkan suasana hati sedang bahagia sedangkan cemberut sebaliknya.

Ekspresi cemberut membuat otot yang disebut corugator supercili menarik alis ke bawah dan menegang.

Otot ini memiliki serat panjang dan sempit yang melintang dari alis hingga ke pelipis.

ini berfungsi untuk melindungi mata dari silau. Namun, bisa muncul ketika kita sedang mengernyitkan dahi, mirip dengan ekspresi cemberut.

Dilansir dari Psychology Today, penelitian menemukan bahwa orang yang mengerutkan alis akan menghasilkan lebih banyak emosi negatif, yaitu meningkatkan perasaan kurang bahagia, kurang menyenangkan, dan kurang tertarik. Emosi negatif ini bisa memperkeruh suasana hati dan memunculkan stres karena ada masalah yang dipikirkan.

Ada banyak metode medis yang dapat menghilangkan kerutan pada dahi. Namun, biaya yang harus dikeluarkan cukup mahal.

Oleh karena itu, cara lain bisa Anda lakukan dengan mudah dan tanpa mengeluarkan biaya. Dilansir dari Live Strong, garis kerutan yang terbentuk di dahi bisa disamarkan dengan pijatan atau senam wajah.

Caranya, menekan ujung jari pada kerutan dan pijat area tersebut secara vertikal selama tiga puluh detik.

Kemudian, pijat kembali area tersebut secara horizontal mendatar, dari atas alis ke arah pelipis

Letakkan ujung jari pada garis kerutan dan pijat secara melingkar selama tiga puluh detik.

Berhati-hatilah dengan kuku jari yang panjang karena bisa melukai kulit.

Kemudian, pijatan dilanjutakan dengan meletakan telapak tangan kiri di sisi dahi sebelah kiri dengan gerakan menarik kulit dan menahannya untuk menahan kulit tetap kencang.

Bersamaan dengan meletakan telapak tangan di sisi kanan dahi, pijat dengan gerakan melingkar.

M.J. Safton, penulis buku “The 15 a Day Natural Face Lift,” menyarankan untuk melakukan pijatan ini setiap hari selama beberapa minggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Latihan pijatan ini disetujui oleh Annelise Hagen, instruktur yoga di New York City sekaligus penulis buku The Yoga Face.

Ia berpendapat bahwa pijatan ini bisa menghaluskan garis-garis yang terbentuk di area alis dan dahi, mengangkat dan mengencangkan otot-otot di sekitar mata.

Lakukan selama sepuluh detik dan ulangi gerakannya sampai lima kali.

Komentar