Cara Mengusir Ngantuk Tanpa Harus Ngopi

Penulis: Darmansyah

Selasa, 11 Desember 2018 | 10:24 WIB

Dibaca: 3 kali

Tren coffee shop saat ini sudah mewabah

Meminum kopi memang sudah menjadi kebiasaan orang dari dahulu.  Kopi tidak hanya dinikmati oleh orang tua, saat ini dengan adanya tren coffee shop, kopi juga digemari oleh remaja dan anak-anak muda lainnya.

Ada banyak alasan untuk mengonsumsi kopi. Kopi mengandung kafein yang dijadikan sebagai doping sebelum memulai aktivitas, kopi dianggap dapat memberikan energi lebih.

Menurut Anthony L. Komaroff, M.D., dosen kedokteran di Harvard Medical School, kafein yang ditemukan pada dua sampai tiga gelas kopi atau sekitar dua ratus hingga tiga ratus  mili gram dapat menyebabkan lebih energik dan lebih aktif.

Tidak salah jika kopi dianggap sebagai doping sebelum memulai aktivitas sehari-hari. Kopi juga dijadikan sebagai pemberi energi ketika rasa kantuk datang.

Tidak jarang para mahasiswa atau pekerja kantoran yang harus mengejar deadline hingga larut malam akan mengkonsumsi kopi untuk membuat mereka tetap terjaga.

Kafein memang membuat seseorang menjadi kecanduan jika diminum secara berlebihan, misalnya dua sampai tiga gelas per hari.

Ada beberapa dampak positif dan negatif ketika mengkonsumsi kopi hal tersebut adalah: mningkatkan kewaspadaan.

Ketika mengkonsumsi kopi, kita menjadi lebih segar, tingkat kewaspadaan terhadap suatu pun bertambah. Ini yang membuat seseorang yang mengkonsumsi kopi menjadi lebih mudah cemas dan cepat marah.

Mengurangi koordinasi motorik. Walaupun demikian, saat mengonsumsi kopi, detak jantung meningkat. Karena memompa aliran darah lebih cepat, biasanya pada tahap tertentu orang yang minum kopi akan menjadi gelisah.

Akibat rasa gelisah tersebut, orang yang minum kopi akan mengalami gangguan tidur. Mengonsumsi kopi yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan tidur atau insomnia.

Biasanya takaran kafein dalam suatu produk kopi akan berbeda-beda. Bagi yang tidak terbiasa mengkonsumsi kafein, biasanya akan mengalami gangguan tidur walaupun hanya meminum satu gelas kopi.

Akhirnya bagi yang tidak biasa, bagian terburuknya adalah akan mengalami gejala gemetaran, berhalusinasi, dan detak jantung cepat.

Bukan hal yang tidak mungkin mengatasi kantuk tanpa mengkonsumsi kopi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tidak kecanduan minum kopi saat rasa mengantuk datang menghampir

Ada kalanya rasa kantuk menyerang di saat yang tidak tepat, misal ketika Anda harus mengerjakan deadline pekerjaan. Bisa ditebak, minum kopi sering menjadi pilihan utama untuk menghindari atau melawan kantuk.

Tapi sebenarnya, ada beberapa alternatif cara mencegah kantuk selain minum kopi, seperti:

Berolahraga dapat membantu menjaga sirkulasi darah sehingga Anda dapat terjaga. Ini karena olahraga memicu produksi adrenalin lebih banyak dan meningkatkan suhu dalam tubuh.

Selain itu, berolahraga dapat meningkatkan denyut jantung dan mengirimkan suplai oksigen ke otak, otot, dan pembuluh darah lebih lancar.

Anda pun akan lebih terjaga sekaligus lebih segar. Jadi, cobalah untuk berjalan sejenak selama 10 menit atau berlari-lari kecil saat rasa kantuk menyerang.

Tahukah Anda, berada di cahaya yang terang benderang dapat “menipu” tubuh untuk tetap terjaga?

Menurut penelitian, paparan sinar matahari memicu pengeluaran hormon serotonin yang dapat memperbaiki mood dan menurunkan produksi berlebih hormon melatonin (hormon yang membuat Anda merasa mengantuk).

Ketika Anda sedang di kantor dan rasa kantuk menyerang, cobalah habiskan waktu 30 menit di luar ruangan dan bertemu sinar matahari. Selain membuat Anda kembali terjaga, mata Anda pun bisa beristirahat sejenak dari komputer.

Jika Anda ingin tetap terjaga, turunkan suhu ruangan Anda menjadi lebih dingin lagi. Cara ini dijamin akan membantu Anda terus melek. Coba saja perhatikan bila Anda mengikuti seminar, sering kali suhu ruangan diatur lebih rendah supaya Anda kedinginan. Hal ini membuat kemungkinan Anda tertidur lebih kecil.

Mengunyah dapat membuat Anda tetap terjaga, perhatian lebih terpusat, dan meningkatkan kemampuan otak. Anda bisa mengemil makanan  setiap  empat jam sekali.

Makan langsung dalam jumlah banyak akan membuat Anda menjadi kelelahan dan mengantuk. Karena itu, tak heran banyak pekerja mengeluh mengantuk setelah jam makan siang.

Jadi Anda bisa menyiasatinya dengan mengonsumsi camilan yang bernutrisi. Misal, makanan ringan yang tinggi zat besi (kekurangan zat besi sering menjadi penyebab utama seseorang kelelahan), kaya protein dan serat agar Anda terus berenergi sepanjang hari.

Anda sering mengantuk di kantor?

Cobalah berdiri dari kursi kerja Anda dan sambangi meja rekan kerja Anda ketimbang berkomunikasi lewat e-mail atau WhatsApp. Selain berdiskusi soal pekerjaan, Anda juga bisa berbicara mengenai hal-hal yang menarik perhatian dan minat Anda.

Menurut penelitian, berkomunikasi dengan orang lain dapat membuat pikiran Anda terus “bergerak” dan lebih berenergi. Tapi pastikan rekan kerja yang Anda ajak bicara sedang tidak banyak pekerjaan, ya.

Rasa mengantuk datang tidak hanya di malam hari, tetapi bisa juga di pagi hari. Rasa mengantuk juga disebabkan oleh rasa lelah, bukan hanya jam tidur yang kurang.

Ketika kita melewatkan sarapan di pagi hari, rasa lapar akan datang lebih cepat, akibatnya kita tidak memiliki energi dan lebih mudah mengantuk.

Menurut peneliti Inggris di Cardiff University mengemukakan bahwa seseorang yang mengkonsumsi sereal akan lebih mudah terhindar dari stress. Sarapan membuktikan bahwa kinerja fisik dan mental dapat berjalan dengan baik sepanjang hari daripada yang tidak melakukan sarapan.

Namun perlu diperhatikan dalam memilih sarapan, hindari makanan yang berat yang mengandung banyak karbohidrat. Anda bisa mencoba buah, sereal, roti, jika tidak terbiasa Anda bisa mengurangi porsi nasi yang akan dimakan untuk waktu sarapan.

Komentar