Cara Membuat Rumah Sejuk Tanpa AC

Penulis: Darmansyah

Rabu, 21 Februari 2018 | 10:23 WIB

Dibaca: 0 kali

Saat musim kemarau datang, umumnya suhu udara di luar rumah pada siang  hari dapat mencapai rata-rata tiga puluh lima derajat celcius, sementara suhu di bawah atap lebih dari empat puluh lima derajat clcius akibat radiasi sinar UV.

Tentunya hal ini menyebabkan suhu udara di dalam rumah ikut terasa panas.

Untuk itu, penggunaan air conditioner  atau AC pastinya menjadi andalan untuk menyejukkan ruangan.

Akan tetapi penggunaan AC dengan intensitas tinggi tentu akan berpengaruh kepada beban biaya listrik yang ditanggung tiap bulan.

Bahkan, seringkali tidak dapat menjadi solusi yang memuaskan.

Tanpa disadari, ternyata ada cara praktis, mudah, dan efisien, yang dapat dilakukan untuk membuat rumah tetap sejuk meski tidak menggunakan AC.

Ventilasi silang merupakan salah satu trik arsitektural yang umum diaplikasikan untuk membuat rumah terhindar dari suhu panas.

Ventilasi silang merupakan dua ventilasi dengan posisi saling berhadapan dalam satu ruang.

Bentuk ventilasi silang ini biasa berupa pintu atau jendela. Letaknya tidak harus berada di dinding rumah, tetapi bisa juga diletakkan di bagian atas.

Dengan begitu sirkulasi udara tetap lancar, sehingga udara kotor dan bersuhu panas akan cepat keluar dan berganti udara bersih yang bersuhu dingin.

Cara ini banyak digunakan untuk rumah-rumah di area dengan halaman yang luas.

Plafon tinggi diyakini akan memperlambat masuknya suhu atau udara panas ke dalam ruangan.

Mengapa demikian, karena sinar matahari tidak akan langsung masuk ke dalam ruang, melainkan mengenai dinding luar rumah terlebih dulu, lalu masuk ke dalam rangka atap.

Dari rangka atap, udara panas akan diteruskan ke plafon lalu mengalir ke dalam setiap ruangan di rumah.

Namun saat berencana membuat plafon tinggi di rumah, harus diusahakan ada airflow yang baik dan memadai.

Misalnya jendela dari sisi samping  ruang, depan maupun belakang. Jarak antar jendela pun sebaiknya tidak lebih dari enam meter.

Alternatifnya, gunakan kipas exhaust.  Namun cara ini kurang efektif bila rumah berukuran tidak terlalu luas.

Jika dengan plafon tinggi dan ventilasi silang rumah masih terasa panas, tidak ada salahnya beralih menggunakan material penahan panas.

Seperti aluminium peredam panas, yang mampu membuat suhu di dalam rumah lebih sejuk.

Selain itu pilihlah bahan yang tidak meneruskan panas, misalnya dengan menggunakan lapisan aluminium foil sebagai pelapis dan dipasang di bawah genteng.

Dengan adanya lingkungan hijau di luar rumah, bisa menciptakan kesejukan di luar rumah, begitu pula suasana di dalam rumah.

Situs perbaikan rumah, Family Handyman, mencatat bahwa hampir tiga puluh  persen panas yang tidak diinginkan berasal dari cahaya matahari yang menembus jendela Anda. Memanfaatkan tirai atau gorden bisa mengurangi temperatur hingga dua puluh derajat.

Dengan kata lain, menutup tirai bisa mencegah rumah Anda lebih panas, terutama untuk jendela yang menghadap barat dan selatan.

Menutup kamar akan mencegah udara dingin memasuki area-area kamar di saat hari-hari yang terik. Jika ingin memanfaatkan udara sejuk, biarkan udara ini mengalir secara alami di rumah Anda.

Daripada membeli pendingin ruangan dengan harga yang mahal, apalagi jika ingin menghemat listrik, Anda bisa menggunakan kipas angin.

Siapkan semangkuk es atau benda lain yang serupa dinginnya dan letakkan di depan sebuah kipas besar.

Dengan demikian, udara dingin yang dikeluarkan oleh es, bisa menyebar di seluruh ruangan, berkat kipas angin.

Selain itu, ubah atau pilih kipas angin yang berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Percaya atau tidak, putaran yang berlawanan dengan arah jarum jam pada kecepatan yang lebih tinggi akan menghasilkan aliran udara yang “terasa” lebih dingin.

Cara lainnya untuk menjaga lingkungan tetap segar adalah dengan mengganti seprai Anda. Tekstil seperti lembaran flanel dan selimut bulu adalah bahan terbaik untuk isolasi, sementara kapas memungkinkan kain “bernapas” lebih mudah dan menjaga permukaannya tetap dingin.

Sebagai bonus, cobalah untuk menggunakan bantal yang berisi buckwheat atau kulit ari gandum.

Kulit gandum memiliki ruang udara alami, sehingga mereka tidak akan menahan panas tubuh Anda seperti bantal konvensional, bahkan ketika dikemas di dalam sarung bantal.

Untuk kaki, isilah botol air panas dan masukkan ke dalam freezer sebelum ditempatkan di kaki tempat tidur Anda. Memang kedengarannya aneh, tapi hal ini bisa sedikit mengurangi panas kasur Anda.

Jika nenek moyang kita bisa bertahan hidup tanpa pendingin ruangan, artinya Anda juga bisa. Carilah minuman dingin untuk menyegarkan tubuh dari dalam atau tempelkan kain dingin pada area tubuh dengan denyut yang kuat, misalnya leher dan pergelangan tangan. Trik lainnya adalah memilih jenis pakaian yang bisa menyerap keringat atau bertekstur sejuk.

Untuk area dapur dan kamar mandi, pasanglah exhaust fan. Benda ini bisa menarik udara panas yang naik setelah Anda memasak atau udara beruap saat mandi, keluar dari rumah Anda.

Selama musim kemarau, suhu bisa turun pada malam hari. Jika ini terjadi di tempat tinggal Anda, manfaatkan sebagian besar waktu ini dengan membuka jendela sebelum Anda pergi tidur. Namun, pastikan untuk menutup jendela (dan tirai) sebelum terlalu panas di pagi hari.

Jika Anda pernah beralih ke CFL, atau lampu neon, ketahuilah bahwa lampu pijar mengonversi sekitar 90 persen dari total energi yang ada ke dalam panas saat memancar.

Oleh sebab itu, dengan mengurangi penggunaan ampu pijar akan membuat perbedaan kecil dalam upaya mendinginkan rumah sambil menurunkan tagihan listrik Anda.

Sudah jelas, menggunakan oven atau kompor di cuaca terik akan membuat rumah Anda lebih panas.

Dengan demikian, cobalah untuk memanggang masakan di halaman rumah. Selain bisa mengurangi panas di dalam rumah, tentu menyenangkan menikmati suasana yang berbeda saat memasak.

Komentar