Candu “Game” Karena Kekosongan Jiwa?

Penulis:: Darmansyah

Senin, 30 Oktober 2017 | 10:04 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman “new sicience,” hari ini, Senin, 30 Oktober, turun dengan tulisan tentang faktor yang menjadikan seseorang kecanduan game.

Menurut tulisan “new sicence,” banyak orang salah persepsi saat menyebut seseorang bermain game internet berjam-jam, sebagai perilaku kecanduan.

Namun penelitian terbaru membantahnya. Perilaku tersebut bukan kecanduan, tetapi orang tersebut tidak bahagia dalam hidupnya.

Perilaku bermain game internet dalam waktu lama, bagi para peneliti, masih harus diteliti lebih dalam. Asosiasi Psikiatris Amerika menyatakan bahwa butuh penelitian lanjutan untuk mengungkap fenomena perilaku penyuka game internet tersebut.

Namun demikian, ada beberapa hal yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum menyebut seseorang mengalami perilaku tersebut.

Beberapa diantaranya seperti apakah berkata jujur saat ditanya berapa lama sudah bermain game?

Apakah itu membahayakan proses belajar atau karir?

Apakah bermain game untuk menghilangkan rasa cemas mereka?

Netta Weinstein, psikolog dari Universitas Cardiff menggunakn kriteria di atas untuk melakukan penelitian terhadap dua fribuan orang yang masih berumur delapan belas tahun dan suka main game internet atau online.

Kemudian peserta diminta mengisi kuesioner tentang kondisi kesehatan, gaya hidup dan kondisi fisik mereka. Pada awal penelitian, hanya lima orang yang sesuai dengan kriteria.

“Kita tidak menemukan adanya kejanggalan secara klinis dalam jumlah besar dari peserta,” kata Weinstein.

“Hasilnya justru menunjukan bahwa perilaku kecanduan game internet masih perlu dikaji ulang. Kondisi perilaku para gamers tidak bisa disamakan dengan perlaku kecanduan obat,” katanya.

Sementara itu, penelitian tersebut juga menunjukan adanya ‘kekosongan jiwa’ dalam diri para peserta.

“Ini berbarti mereka memiliki rasa tidak bahagia atau tidak puas dengan sesuatu di hidupnya, semisal terkait pekerjaan,” katanya.

Enam bulan setelah penelitian tersebut, ternyata para peserta yang sudah menemukan ‘kebahagiaan’ dalam hidupnya, jumlah bermain game pun ikut berkurang.

“Ini pertanda awal bahwa disaat orang bahagia, mereka tidak akan terlalu lama untuk bermain game,” katanya.

Pendapat berbeda terkait hasil penelitian Weinstein pun bermunculan. Salah satunya dari Daria Kuss, peneliti bidang Psikologi Cyber di Inggris.

Menurut Kuss, menggunakan kuesioner dalam meneliti perilaku kecanduan game merupakan hal yang salah.

Karena peserta akan cenderung menutupi perilaku buruk mereka.

“Jika seseorang bermain game hanya untuk memenuhi kebutuhan psikologisnya, maka ini akan menjadi masalah besar apabila tidak bisa memenuhi kebutuhan tersebut di dunia nyata. Namun, untuk menjawab secara ilmiah, kita butuh orang yang mengalami kecanduan game internet,” kata Kuss.

Menurut laman “hello sehat,” game online memang tak seburuk anggapan sebagian besar orang.

Bila dipergunakan dengan bijaksana, bermain permainan di gadget, dapat menurunkan tingkat stres yang sedang dialami.

Tapi, apa jadinya jika malah terlalu sering dan akhirnya kecanduan bermain game online?

Beberapa penelitian telah menyatakan bahwa kecanduan game, termasuk game online justru dapat meningkatkan rasa stres dan depresi pada seseorang, menjadi lebih apatis, bahkan hingga menimbulkan kekerasan.

Bisa jadi, Anda tak menyadari bahwa Anda sedang kecanduan game online

Bila Anda telah sadar bahwa Anda kecanduan game online, namun belum mampu menghentikannya hingga saat ini, Anda dapat melakukan hal-hal berikut.

Untuk membuat Anda lebih tersadar, Anda bisa mencoba sendiri menghitung waktu atau durasi yang Anda gunakan ketika bermain game online.

Kalau perlu minta bantuan orang terdekat Anda untuk membantu Anda dalam menghitungnya.

Atau Anda juga bisa membuat catatan sendiri agar Anda tahu dengan pasti berapa lama waktu yang Anda habiskan hanya untuk game online.

Bahkan kalau bisa buat catatan hingga satu minggu dan kemudian lihat total penggunaan waktu yang Anda habiskan.

Bandingkan dengan kegiatan Anda sehari-hari, mungkin Anda telah menggunakan waktu penting Anda untuk bermain game online saja.

Setelah tahu bahwa Anda menghabiskan waktu dua puluh jam dalam satu minggu – yang berarti Anda menggunakan waktu seharian penuh – untuk bermain game online, maka sudah saatnya Anda menguranginya dengan perlahan.

Susah memang jika harus menghentikan atau tidak melihat layar permainan sama sekali,karena itu coba untuk mengurangi durasinya.

Misal dari yang dua puluh jam, Anda targetkan hanya delapan belas jam.

Cobalah untuk membuat target mengurangi waktu bermain hingga sepuluh persen setiap minggunya, sehingga pada akhirnya di bulan berikutnya Anda hanya menghabiskan waktu

Bila Anda bisa mengendalikan diri Anda untuk berhenti pada waktu yang ditentukan maka tidak ada salahnya jika Anda memberikan apresiasi pada diri.

Misalnya, dengan melakukan hal-hal lain yang Anda sukai atau makan makanan yang Anda gemari – tentu bukan kembali bermain game lagi ya.

Anda juga bisa memberikan waktu Anda tersebut untuk pasangan, keluarga, dan teman-teman Anda yang mungkin telah Anda tinggalkan selama ini akibat game online.

Komentar