Botak Itu Lebih Jantan Bagi Seorang Lelaki

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 6 Juli 2017 | 09:03 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda seorang lelaki botak?

Jangan kecewa.

Ada kabar baru yang ditulis laman situs “huffington post” tentang “kehebatan” lelaki botak.

Menurut “huffinton post,” di edisinya hari ini, Kamis, 06 Juli, tampilan kepala botak  bisa dianggap lebih nyaman karena sesuai dengan struktur wajah, tampak lebih jantan, hingga lebih menarik dipandang.

Namun, ada sebagian orang juga yang merasa cemas ketika rambut terus menipis.

Para pria yang mengalaminya akan bertanya-tanya ketika melihat di cermin berapa lama lagi sebelum garis rambut semakin seperti gambaran para profesor.

Apakah Anda termasuk orang yang berpendapat “botak itu indah” atau justru cemas dengan rambut yang menipis?

Kerontokan rambut biasanya dimulai pada usia lima puluh tahun

Dan Anda tak perlu cemas menghadapi rambut yang semakin menipis karena Anda tidak sendiri.

Menurut National Hearth Service, lima puluh persen pria di Inggris mulai mengalami kerontokan rambut dan cenderung menjadi botak pada saat mereka menginjak usia kepala lima.

Cobalah terima kenyataan bahwa kebotakan sebagian besar ada di luar kendali Anda.

 

Itu benar, tidak penting seberapa banyak minyak rambut yang Anda gunakan atau berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk sampo mahal—kebotakan sudah tercetak pada genetik Anda.

 

Sebuah studi mengidentifikasi hampir tiga ratus gen berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

Faktor genetik yang diturunkan pada Anda bukan cuma berasal dari para nenek buyut karena menurut penelitian, risiko kebotakan juga dipengaruhi kromosom ibu kepada anak laki-lakinya.

Ada teori populer yang menyebut kebotakan terjadi karena pria memiliki hormon testosteron yang tinggi.

Kadar testosteron yang tinggi juga dikaitkan dengan dorongan seksual dan kesuburan yang lebih besar.

Meskipun kita setuju bahwa Jason Statham cukup untuk meningkatkan dorongan seks seseorang, namun menurut BBC, tidak ada cukup bukti untuk mendukung kaitan antara hormon khas pria dengan kebotakan.

Anda mungkin tidak lebih jantan, tapi pria botak secara ilmiah terbukti tampil lebih dominan dan berkuasa secara sosial.

Ada banyak literatur yang menunjukkan bahwa meskipun wanita menyukai pria yang menarik secara fisik, mereka juga sangat tertarik pada tanda-tanda dominasi sosial yang tinggi.

Kabar buruknya, ada juga penelitian dari Jepang yang menunjukkan bahwa pria botak 32 persen lebih mungkin menderita penyakit kardiovaskular daripada mereka yang memiliki kepala penuh rambut.

Anda mungkin tidak mempertimbangkan untuk botak, namun sebuah studi dari University of Pennsylvania menemukan bahwa pria botak terlihat lebih berhasil daripada rekan mereka yang memiliki banyak rambut.

Namun, botaknya berarti plontos.

Untuk Anda juga tahu, hampir semua pria akan mengalami penipisan rambut, bahkan kebotakan pada satu waktu dalam hidupnya.

Kondisi ini tentu membuat cemas dan kecemasan yang berlebihan sebenarnya bisa membuat rambut lebih mudah rontok.

Kabar baiknya, hampir sebagian besar kekhawatiran kita akan kebotakan tidak terbukti benar, terutama penyebab. Ketahui apa saja mitos dan fakta seputar kebotakan yang perlu Anda ketahui.

Salah satu mitos yang banyak dipercaya adalah untuk mengetahui apakah kita akan memiliki rambut botak atau tidak adalah dengan melihat kakek dari pihak ibu.

Jika kakek kita memiliki rambut lebat sampai tua, kemungkinan besar “takdir” kita pun sama.

Sayangnya, hal itu tidak benar. Faktor genetik memang berperan pada tebal tipisnya rambut seseorang, namun bukan hanya dari satu garis keturunan saja.

“Kita harus melihat kedua orangtua dan juga saudara. Jika anggota keluarga Anda banyak yang botak atau sudah mengalami penipisan rambut di usia muda, Anda juga perlu waspada dan merawat rambut dengan lebih baik,” kata Joshua Zeichner, dokter dermatologi dari New York.

Kadar testosteron yang tinggi disebut-sebut membuat rambut seorang pria lebih cepat botak. Walau begitu hal ini belum sepenuhnya benar.

Menurut salah satu penelitian, pria yang botak dan tidak memiliki kadar testosteron yang hampir sama. Yang lebih berpengaruh adalah seberapa sensitif folikel rambut kita pada pengaruh hormonal. Sensitivitas itu dipengaruhi oleh faktor genetik.

Meski radiasi sinar matahari berdampak buruk pada kulit, tetapi tidak terbukti membuat rambut rontok. Terlalu sering berjemur di bawah sinar matahari akan membuat rambut rusak, kusam, dan pecah-pecah. Pemakaian kondisioner dan penutup kepala saat beraktivitas di luar ruangan dapat mencegahnya.

Anda termasuk pria yang tak bisa lepas dari topi? Mungkin Anda juga menyadari rambut mulai menipis dan menganggapnya disebabkan oleh pemakaian topi.

“Jika kita memakai topi terlalu ketat, memang bisa menyebabkan tekanan pada bagian topi yang kontak dengan kulit kepala. Hal ini lama kelamaan memang memicu penipisan rambut,” kata Zeichner.

Memang benar kejadian traumatik terkait dengan kerontokan rambut, misalnya saja menderita penyakit berat atau menghadapi masalah berat.

Menurut Mayo Clinic, kerontokan rambut yang terkait dengan stres disebut juga dengan telogen effluvium, yakni “fase istirahat” di mana folikel rambut berhenti berfungsi. Stres berat juga bisa menyebabkan rambut rontok, tapi sementara.

Komentar