Bosan Berhubungan Seks? Itu Mah Biasa

Penulis: Darmansyah

Rabu, 27 Januari 2016 | 10:01 WIB

Dibaca: 0 kali

Siapa yang tak pernah mengalami kebosanan berhubungan seksual?

“Hampir tak ada pasangan yang mengalami fase itu,” tulis laman situs “timesofindia,” Rabu, 27 Januari 2016.

“Wajar,” ujar Dr Tajiv Anand seorang seksolog dari Mumbai, India.

Lantas ia menyarankan, jangan panik dan hindari meluapkan emosi berlebihan. ketika salah satu dari pasangan mengatakan ingin istirahat sementara waktu untuk melayani Anda.

“Fase itu adalah siklus dari puasa seks,” ujar Anand.

Apakah itu sehat?

“Puasa seks dapat membantu Anda dan pasangan mendapatkan percikan kembali,” kata Dr Rajiv Anand.

Seksolog dari Mumbai ini mecontohkan tradisi masyarakat India ketika masuk ke sebuah perayaan khusus.
Kala itu masyarakat India memilih menghindari untuk berhubungan seksual.

Bahkan, sejumlah istri memilih pulang ke rumah orangtua supaya puasa seks itu berjalan mulus.

“Setelah mereka dipertemukan kembali, gairah berhubungan seksual muncul dan membuncah. Setelah itu, suami diberi kabar oleh istrinya bakal mendapat momongan lagi. Ada alasan ilmiah untuk menjauhkan diri dari seks,” kata Rajiv dikutip dari situs Times of India,

Jika Anda berhubungan seks setelah berpuasa dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Anda berdua telah menyatukan kembali gairah yang aktif.

Hal ini juga membantu pasangan mengeksplorasi tubuh masing-masing dengan semangat baru.
“Hasrat seksual muncul lagi setelah jangka waktu yang panjang,” kata Rajiv.

Berhenti berhubungan seksual umum dialami pasangan yang telah menikah selama bertahun-tahun.

Meski begitu, tak menutup kemungkinan kejadian serupa dialami pasangan yang usia pernikahannya masih seumur jagung.

“Lima puluh persen alami karena disfungsi ereksi, kadar hormon yang rendah, ejakulasi dini,” kata Rajan seorang seksolog India lainnya

Sayangnya masing-masing pasangan enggan memeriksakan kondisinya ke dokter.

Diam, menganggap masalah ini tabu.

Rajan mengatakan, jangan takut mencari bantuan medis terkait tidak adanya keinginan berhubungan seksual.

Selain itu, cemas dan tidak tahu memahami kondisi tubuh sendiri menjadi kendala pasangan mengetahui masalah apa yang sedang dideritanya.

Jangan malu mengungkapkan masalah ini ke dokter.

Semakin Anda terbuka, semakin cepat menemukan jalan keluarnya.

Para ahli sepakat bahwa salah satu cara terbaik bagi pasangan agar selalu merasa terhubung secara emosional satu sama lain adalah dengan tetap aktif secara seksual.

Di beberapa kondisi, berhubungan seks bisa menjadi cara terbaik untuk menjaga percikan api asmara di dalam hubungan pasangan suami-istri.

Dr Anand Vena K, mengatakan, selama bercinta otak akan melepaskan oksitosin (hormon bahagia) yang membantu pasangan merasa saling memiliki di tempat tidur.

Bagi seorang istri, dia akan merasa dihargai ketika mendapat pelayanan memuaskan dari pasangannya.

“Kebanyakan orang mengungkapkan, supaya terhubung satu sama lain, menghindari adanya konflik, tetap menjaga kebiasaan berhubungan seksual. Dengan begitu sudah jelas, meningkatkan keintiman akan membuat orang merasa diterima dan dihargai,” kata Dr Anand

Setelah memiliki anak, beberapa pasangan seks mengalami penurunan gairah seksual selama satu tahun atau lebih.

Terkadang, suami masih memiliki dorongan seksual, namun sang istri mengalami kondisi sebaliknya.

Bahkan, ada istri yang tidak lagi memberikan belaian, pelukan, ciuman, atau keintiman jenis lainnya pada suami setelah memiliki anak.

Psikolog Klinis dari Mumbai, India, Seema Hingorrany, menjelaskan perubahan besar akibat hormonal kerap dialami seorang perempuan setelah memiliki anak.

Selain itu, mereka juga dihantui oleh masalah berat badan dan trauman kehamilan dan persalinan yang membuat mereka bermusuhan dengan kehidupan seks.

Terkadang, hal ini juga bisa diakibatkan karena depresi pasca melahirkan yang biasanya menyerang beberapa wanita dan menghilangkan dorongan seksual mereka sama sekali.

Seperti dikutip dari situs Times of India, Seema menyarankan agar pasangan segera mengonsultasikan masalah tersebut ke profesional di bidang kesehatan mental.

Biasanya, seorang psikolog terlatih dapat memahami semua masalah sekali pun itu disembunyikan. Jika dibiarkan berlarut-larut hal ini dapat menghancurkan pernikahan.

Wajar bila pasangan yang telah lama menikah kehilangan nafsu untuk berhubungan seksual.

Namun menjadi tak wajar bila kondisi itu justru dialami oleh pasangan yang baru saja menikah selama beberapa bulan atau beberapa tahun. Sayangnya, itulah yang terjadi kini.

Seksolog melihat semakin banyak pasangan yang mengalami kesulitan untuk berhubungan seksual.

Bahkan, ada juga pasangan yang masih takut untuk berhubungan seksual terlalu sering.

Seksolog Dr. AV Lohit menjelaskan, ada juga wanita yang tidak mengetahui dasar-dasar dari seks, sehingga takut untuk melayani pasangannya.

Ada juga wanita yang takut sakit bila harus berhubungan seks.

Biasanya, ketakutan ini muncul akibat `petuah` dari orang tua.

“Saya memiliki klien yang telah menikah sepuluh tahun. Mereka coba memiliki anak melalui program bayi tabung, namun gagal. Setelah saya nasihati selama empat sampai enam minggu, barulah mereka mampu melakukan hubungan seksual,” kata AV Lohit.

Komentar