Bipolar Itu Bukanlah Kepribadian Ganda

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 19 Oktober 2017 | 10:25 WIB

Dibaca: 0 kali

Setiap saat, seorang pengidap gangguan bipolar berisiko menghadapi masalah buruk, mulai dari hasrat seksual terlalu tinggi hingga kematian.

Sayangnya  pengobatan para pengidap gangguan bipolar ini sering kali terhambat akibat beberapa persepsi tak tepat.

Ashwin membagi hambatan tersebut ke dalam tiga masalah besar, yaitu kepatuhan pada pengobatan, respons pengobatan bervariasi, dan pengobatan mandiri.

Masalah paling besar sebenarnya adalah kepatuhan pada pengobatan itu sendiri. Ada beberapa alasan pasien akhirnya tidak patuh. Alasan paling banyak adalah mereka belum bisa menerima kenyataan bahwa mereka sakit.

Para pasien juga kerap kali terintimidasi dengan stigma bahwa bipolar adalah gangguan jiwa.

Ingat, bipolar adalah kesulitan seseorang untuk mengontrol perubahan emosi yang sangat drastis dan itu sangat biologis, bukan psikis.

Lebih jauh, pasien bipolar sering kali menghentikan pengobatan karena kerap dianggap berkepribadian ganda.

Harus diluruskan bahwa kepribadian ganda berbeda dengan gangguan bipolar. Pasien tetap memiliki satu identitas diri, tapi kesulitan mengontrol emosi yang sangat drastis berubahnya.

Selain itu,  pasien juga terkadang merasa jenuh harus mengonsumsi obat dalam jangka waktu panjang. Alasan tersebut kerap kali dilandaskan pada pikiran bahwa obat adalah racun.

Di masyarakat itu sudah mulai merebak pikiran bahwa obat adalah racun. Ini harus diubah. Obat adalah obat jika digunakan tepat.

Dari beberapa alasan penolakan, ada satu yang dianggap sulit diatasi.

Hambatan kedua yang sering kali dihadapi adalah respons tubuh terhadap pengobatan sangat bervariasi..

Hambatan selanjutnya adalah self medicating atau pengobatan mandiri oleh pasien.

Dan kebanyakan orang mengira gangguan bipolar sama dengan kepribadian ganda.

Namun hal tersebut ternyata keliru. Kepribadian ganda dalam psikologi klinis dikategorikan sebagai gangguan disosiatif. Spesifiknya Dissociative Identity Disorde sedangkan bipolar merupakan gangguan suasana perasaan.

Gangguan bipolar merupakan kecenderungan perubahan drastis naik-turunnya perasaan yang membuat pengidapnya pada satu waktu seakan melayang dalam kegembiraan, kemudian meluncur ke dalam jurang kesedihan.

Fase naik dan turun ini dialami secara bergantian.

Saat fase naik, gejala gangguan ini dapat dilihat dari beberapa aspek seperti pendapat tinggi yang berlebihan dari diri sendiri, keyakinan bahwa seseorang memiliki bakat atau karunia hebat yang melampaui kenyataan, halusinasi, mengurangi kebutuhan tidur, berbicara lebih dari biasanya.

Juga  tekanan untuk terus berbicara, melompati satu ide ke ide berikutnya sehingga ada aliran pemikiran yang terfragmentasi, pikiran yang balap, dan mudah terganggu tapi beberapa periode singkat perhatiannya sangat fokus.

Hal itu dilaporkan situs Healthline dan dikutip Prfmnews.

Bahkan ketika sedang fase naik, pengidap gangguan ini akan meningkatkan aktifitasnya yang menyenangkan tanpa memikirkan konsekuensi menyedihkan mereka.

Sementara keadaan akan berbalik ketika pengidap gangguan ini dalam fase turun atau depresi. Ia akan merasakan resah dan gelisah bahkan tidak berhenti memikirkan kematian.

Akan tetapi hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Meski gangguan itu sulit disembuhkan, dukungan orang-orang terdekat pengidap gangguan ini akan begitu berarti untuk menjalani kelangsungan hidup, meraih masa depan, dan tetap memiliki harapan.

Penyanyi Demi Lovato, aktris Catherine Zeta-Jones, dan anggota dewan Amerika Serikat Patrick J Kennedy telah membuktikan bahwa bipolar yang ada pada diri mereka tidak menghentikan langkah untuk bersinar dalam bidangnya masing-masing

 

Komentar