close
Nuga Life

Betulkah Teh Dan Kopi Perusak DNA?

Ada kabar yang tidak baik untuk para penyuka kopi dan teh. Sebuah penelitian terbaru yang sudah dirilis sebuah jurnal kesehatan menhyimpulkan, teh dan kopi menjadi salah satu penyebab dari rusaknya DNA. Penelitian itu menyebut bahan-bahan alami dipercaya lebih aman bagi tubuh dibandingkan bahan-bahan kimia.

Khusus terhadap  kopi dan teh, agaknya ada pengecualian, karena  penelitian itu menemukan  bahan dalam minuman tersebut bisa merusak DNA seperti halnya obat kemoterapi.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins Kimmel Cancer Center menguji efek beberapa makanan dan perasa makanan di laboratorium. Hasilnya menemukan bahwa gen pelindung kanker yang disebut p53 akan diaktifkan oleh senyawa dalam teh hitam, teh hijau, kopi dan beberapa bumbu yang digunakan untuk menambah rasa berasap pada daging.
Dalam laporan yang dimuat journal Food and Chemical Toxicology, peneliti menemukan bahwa makanan dan minuman tersebut dapat meningkatkan aktivitas p53 hingga 30 kali lipat ketika ditambahkan pada sel. Efek ini sebanding dengan efek obat kemoterapi bernama etoposid dalam menekan gen pemicu kanker.
“Kami menemukan bahwa asap cair bila diencerkan seribu kali lipat masih sekuat konsentrasi etoposid pada pasien kanker yang sedang diobati dengan etoposid. Bahkan ia bekerja dengan cara yang sama. Etoposid merusak DNA pasien, itulah bagaimana Anda menyingkirkan kanker, tetapi juga memiliki efek samping,” kata peneliti, Dr Scott Kern seperti dilansir Time Healthland, Minggu (31/3/2013).
Gen p53 dirangsang ketika DNA rusak dan memicu serangkaian respons yang mencoba memperbaiki DNA. Semakin besar kerusakan DNA, maka semakin banyak pula kadar p53. Para ilmuwan telah menetapkan bahwa tingginya kadar p53 merupakan penanda adanya tekanan pada DNA.
Dalam percobaan di laboratorium, sel yang diberi teh hitam, teh hijau, kopi dan bumbu cair menunjukkan aktivitas p53 yang sedang berupaya keras memperbaiki kerusakan DNA. Sedangkan hasil pengujian dengan perasa lain seperti perasa ikan, saus tiram, paprika, wasabi bubuk dan kim chee tidak menampakkan aktivitas p53 yang sama.

Peneliti meyakini perbedaannya terletak pada beberapa bahan kimia seperti asam pirogalol dan asam galat yang bisa merusak DNA dan mengaktifkan p53. Pirogalol ditemukan dalam makanan yang diasapi, pewarna rambut, teh, asap rokok dan kopi. Sedangkan asam galat adalah jenis pirogalol yang paling banyak ditemukan dalam kopi dan teh.
Walau demikian, Kern memperingatkan bahwa penelitiannya tidak menyarankan orang untuk berhenti mengkonsumsi teh, kopi atau bumbu perasa, tetapi menyerukan perlunya penelitian lebih lanjut. Beberapa kerusakan yang disebabkan oleh bahan kimia tersebut juga mungkin masih bisa diperbaiki oleh gen p53.