Berhubungan Seks Bisa Sangat Melelahkan

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 30 Agustus 2017 | 09:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Berhubungan seks pasti membuang banyak energi. Usai bercinta, rasanya lelah tiada tara. Tapi, jika pasangan terlalu sering merasa penat setelah berhubungan seks, boleh jadi kondisi berikut ini menjadi penyebab utamanya. Apa saja?

Melansir laman Mens Xp, Selasa (29/8/2017), sejumlah situasi ini yang dapat menyebabkan pasangan sangat lelah usai bercinta.

Penderita anemia akan merasa lebih lelah dan lesu setelah berhubungan intim. Hal ini dikarenakan tubuh kekurangan zat besi yang berpengaruh pada nafsu seksual.

Untuk memperbaiki kondisi tersebut disarankan untuk mengambil vitamin tambahan yang mengandung zat besi serta mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi.

Seks memang dapat meredakan stres, tapi melakukan hubungan intim di tengah pikiran dan perasaan yang tidak karuan, justru akan membuat tubuh merasa lebih lelah.

Agar tidak mengganggu produktivitas Anda, sebaiknya lakukan aktivitas intim ini sambil memasang musik yang menenangkan.

Sesi seks yang terlalu cepat dapat menyebabkan tubuh terasa sangat lelah dari biasanya. Sebaiknya sesuaikan dengan kondisi dan waktu yang Anda punya agar keduanya bisa saling menikmati seks tanpa harus kelelahan.

Selain melelahkan ada beberapa dampak  negatif yang dapat disebabkan oleh seks

Sebut saja terjadinya  banyaknya gesekan

Hal ini terutama terjadi ketika Anda melakukan seks yang kasar.

Lecet akan membuat Anda sangat tidak nyaman untuk berhubungan seks dalam posisi tertentu, dan memar akan terasa sangat menyakitkan setelah Anda menyadarinya.

Untuk menghindari rasa sakit, cobalah untuk tidak berhubungan seks dengan posisi yang membuat Anda tidak nyaman.

Selain itu yang dialami wanita adalah rasa nyeri.

Wanita rentan terhadap perasaan nyeri setelah “sesi panas” di kasur. Hal ini biasanya diakibatkan oleh gesekan pada dinding vagina saat penetrasi.

Hal ini akan membuatnya sangat menyakitkan untuk terlibat dalam aktivitas seksual yang melibatkan penetrasi.

Jika pasangan Anda mengalami nyeri, Anda dapat memilih cara lain untuk membuat pasangan Anda senang dengan menghindari penetrasi.

Berhubungan seks melibatkan fisik yang akan membuat Anda berkeringat dan kehilangan banyak cairan.

Jika Anda berhubungan seks berulang-kali tanpa tetap terhidrasi, Anda bisa mengalami dehidrasi dalam waktu singkat.

Terutama ketika Anda menenggak alkohol sebelum atau pada saat seks. Meskipun tidak berbahaya, ini adalah efek yang paling umum dari seks terlalu sering.

Berhubungan seks bisa mengakibatkan infeksi saluran kencing

Seks, terutama dengan orang yang berbeda, dapat mengakibatkan wanita mengalami kondisi ini.

Tabung uretra yang yang menghubungkan daerah luar ke dalam kandung kemih berada tepat di sebelah vagina, kata ob-gyn Mary Jane Minkin, MD., seorang dosen klinis di Yale School of Medicine.

Bila Anda melakukan seks, bakteri dari bagina bisa masuk ke dalam uretra, yang menghubungkan kandung kemih.

Dan ketika Anda memiliki banyak seks dalam waktu yang singkat, Anda rentan terkena infeksi ini.

Setelah sesi panjang dari penetrasi terus menerus, Anda dapat menderita nyeri punggung bawah.

Hal ini dapat membuat segala upaya yang terlibat dalam hubungan seksual menjadi tidak mungkin.

Anda mungkin harus mencoba posisi yang tidak memberikan tekanan pada punggung, atau menghindari seks hingga Anda merasa lebih baik. Ini juga merupakan efek yang umum dari terlalu banyak seks.

Meski manusia normal dapat menahan segala macam rangsangan seksual, saraf mungkin akan mendapatkan sedikit cedera setelah sesi intens.

Jika Anda mengalami cedera pada saraf, ada baiknya untuk berhenti melakukan kegiatan seks untuk sementara dan hindari terlalu banyak stimulasi langsung pada tempat yang sama.

Pria sering kali tidak dapat mencapai orgasme setelah melakukan seks terlalu sering dalam waktu yang singkat.

Ini adalah reaksi normal dan Anda tidak perlu khawatir akan hal itu. Ini biasanya terjadi akibat kelelahan atau berkurangnya jumlah sperma atau tingkat air mani. Tubuh membutuhkan waktu untuk mengisi ulang sebelum Anda kembali melakukan seks.

Seperti aktivitas fisik lainnya, aktivitas seksual dapat menyebabkan otot tegang. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit dan bahkan imobilitas.

Anda mungkin diminta untuk menjauhi seks pada sementara waktu hingga Anda kembali pulih.

Meskipun bukan efek yang berbahaya, namun hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup Anda. Anda tidak akan mampu menjalani hidup dengan kelelahan.

Terlibat dalam seks beberapa kali sehari akan menguras seluruh energi Anda dan membuat Anda merasa lelah sepanjang hari.

Selama aktivitas seksual, tubuh melepaskan norepinefrin, epinefrin, dan kortisol yang meningkatkan denyut jantung dan memicu pelepasan glukosa dalam darah. Semua kegiatan ini melelahkan, terutama jika dilakukan terlalu sering.

Kekebalan Anda dapat melemah jika melakukan seks terlalu sering.

Hormon prostaglandin E-2 dilepaskan ke dalam aliran darah saat berhubungan seks. Hormon ini dapat menyebabkan masalah seperti melemahnya kekebalan tubuh, rusaknya jaringan, nyeri saraf dan otot, serta kurangnya rangsangan seksual jika diproduksi secara berlebihan.

Komentar