Berhijab, Dewi Sandra Eksis di Genre Musiknya

Penulis:: Darmansyah

Minggu, 16 Juni 2013 | 12:18 WIB

Dibaca: 0 kali

Walau pun mengenakan busana muslimah dan berhijab secara ketat, penyanyi Dewi Sandra menolak untuk mengalihkan “genre” musiknya ke lagu-lagu religi. Ia mengatakan, mantap dengan pilihan musiknya yang pop “dance.”
“Jangan sangkutkan perubahan busana saya dengan genre lagu. Kedua berada dalam kutub yang berbeda. Saya tetap di genre music yang selama ini saya jalani. Tak kan berubah. Persoalannya bagaimana menikmatinya di panggung,” kata Dewi yang selama dua tahun terakhir menjadi istri Agus Rahman.

Sejak setahun terakhir ini Dewi mengenakan jilbab dan pakaian tertutup. Keputusannya tersebut diakui Dewi sebagai bentuk totalitasnya belajar agama Islam yang dianutnya. Disinggung tentang rencana karier musiknya, istri dari Agus Rahman ini masih mempertimbangkan banyak hal, termasuk tawaran menyanyikan lagu religi.

“Jujur, ya, saya sejujurnya untuk musik religi kuping saya masih awam,” kata Dewi Sandra saat ditemui di kawasan Senayan pada 11 Juni 2013 lalu. Penyanyi yang populer dengan lagu I Love You ini masih enggan untuk meneruskan karier musiknya dengan genre lagu religi.

“Belum layak, ya, saya harus mempelajari banyak hal sebelum masuk ke genre religi. Tapi, kalau rezeki saya masih di musik, masih diberi kesempatan, masih dikasih waktu dan kepercayaan, saya pengin musik yang positif. Tidak mau dicap religi. Tapi, kalau memang dianggap religi karena positifnya itu, ya, enggak apa apa,” ia menjelaskan. Dewi, yang pada hari itu mengenakan baju semi-kebaya berwarna jingga muda dipadu dengan kerudung aksen tumpuk, mengaku ingin total belajar Islam.

Pasalnya, Dewi awam dengan dalil agama, terlebih tentang hukum bagi perempuan muslim untuk menyanyi dan menghibur di atas panggung. Hal tersebut tentu saja sangat terkait dengan profesinya sebagai artis dan penyanyi.

“Pasti banyak yang denger pro dan kontra wanita muslimah untuk menghibur seperti apa, saya butuh ngomong dengan orang yang paham karena saya tak pernah tahu,” ujarnya. Untuk itu, Dewi kini rajin mengikuti pengajian dengan ustad dan pemuka agama. Ia pun memperbanyak pengetahuan keagamaannya dengan banyak berdiskusi dengan mereka. “Ini adalah proses belajarku.”
Berjilbab merupakan keputusan yang tak mudah bagi Dewi Sandra. Selain butuh komitmen kuat, Dewi Sandra sempat kesulitan mengenakan jilbab dengan modis.
“Aku kacau banget,” kata Dewi Sandra. Bahkan di awal ia memutuskan untuk berpakaian tertutup rekan-rekannya sesama artis bergurau mencela penampilannya. Pengalaman itu membuatnya tertantang untuk mengenakan jilbab tetapi tetap terlihat modis.

Karena itu, Dewi mengaku banyak belajar dari Dian Pelangi. Belajarnya pun melalui video tutorial. “Sebelum ketemu sama Dian Pelangi saya buka website-nya. Dia aktif ya di media sosial dengan memberi tutorial memaki jilbab,” kata dia.

Dewi lantas menyempatkan berkunjung ke butik perancang muda itu di kawasan Kemang. Setelah berkenalan dengan Dian Pelangi, Dewi menerima banyak masukan tentang mode jilbab. Sejak itu, ia mulai tahu jenis bahan jilbab yang nyaman dipakai, serta variasi cara memakai, mulai dari jilbab tumpuk, turban, dan paris. “Saya Belajar banyak dari Dian dan dia menerima dengan tangan yang terbuka” kata dia.

Kini, Dewi bersama Dian Pelangi didaulat sebagai brand ambassador salah satu produk kosmetik muslimah. Keduanya sempat berkunjung ke Paris, Prancis, untuk syuting dan belajar mode. Dewi pun semakin banyak tahu tentang dunia mode muslimah.

Ketika disinggung niatnya menjajal bisnis mode, Dewi tersenyum simpul. “Jika itu terjadi pastinya saya enggak mungkin sendirian,” kata dia. “Saya butuh support dan masukan dari orang-orang yang tentunya lebih pengalaman. Mereka mendorong ke situ dan sudah ada omongan. Saya lagi mencari yang klop dan pas sesuai karakter.”

Komentar