Bercinta dan Ejakulasi? Prostat Pun Menjauh

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 26 Mei 2015 | 16:16 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda rajin bercinta. Selalu ejakulasi? Kalau iya, berarti Anda telah merenggangkan jarak dengan penyakit prostat.

Paling tidak itu yang ditemukan para peneliti di sekolah kedokteran paling prestisues di dunia, Harvard University, yangt meneliti sekitar sekitar tiga puluh dua ribu orang selama delapan belas tahun.

Menurut kesimpulan para ahli di Harvard itu, lelaki yang mengalami ejakulasi hampir setiap hari berisiko lebih rendah terkena kanker prostat, tulis laman Independent yang menuliskan jurnal temuan itu.

Penelitian besar itu mengeksplorasi hubungan potensial ejakulasi dan kanker prostat, dan para peneliti menemukan, lelaki berusia antara empat puluh hingga empat puluh sembilan tahun yang ejakulasi setidaknya dua puluh satu kali dalam satu bulan, berisiko lebih kecil mengidap kanker prostat, dari mereka yang ejakulasi empat sampai tujuh kali.

Hasil penelitian menunjukkan, lelaki yang lebih sering mengalami ejakulasi berisiko lebih kecil mengembangkan penyakit kanker prostat pada ketiga titik penelitian tersebut. Hasil temuan tidak berubah ketika faktor lingkungan, termasuk diet, gaya hidup, pemeriksaan kanker prostat diterapkan.

Jennifer Rider, dokter dari Sekolah Kedokteran Harvard, dan Rumah Sakit Perempuan Brigham, mengatakan, temuan tersebut sebagai hal yang menggembirakan, tetapi data pengamatan harus ditafsirkan dengan hati-hati.

Para peneliti berharap mereka dapat menunjukkan mengapa ejakulasi dapat mengurangi risiko kanker prostat.

Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa ejakulasi dapat mengurangi kemungkinan kanker prostat, karena ejakulasi efektif untuk membilas agen penyebab kanker.

Kanker prostat adalah penyakit paling umum yang dialami kaum laki-laki di Inggris. Setidaknya ada empat puluh ribu kasus baru didiagnosis setiap tahun, menurut lembaga kesehatan NHS.

Sebuah penelitian lainnya menytakan, melakukan ejakulasi lebih dari lima kali seminggu mendapat penurunan risiko hingga sepertiga kali mengidap kanker prostat di masa usia lanjut.

Riset sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa tingginya frekuensi hubungan seks di antara pasangan atau tingginya aktivitas seksual dapat meningkatkan risiko mengidap kanker prostat hingga empat puluh persen.

Namun begitu, peneliti Australia yang melakukan riset terbaru ini mengindikasikan bahwa penelitian sebelumnya tidak menganalisa dampak perlindungan dari aktivitas ejakulasi karena terlalu fokus pada hubungan seks yang berkaitan dengan risiko penyakit menular seksual.

Salah seorang peneliti, Graham Giles, mengindikasikan bahwa aktivitas ejakulasi dapat mencegah penimbunan zat karsinogen dalam kelenjar prostat.

Prostat merupakan kelenjar yang menghasilkan cairan untuk semen ketika ejakulasi yang mengaktifkan sperma dan mencegah keduanya bercampur.

Cairan ini mengandung berbaga jenis zat yang mengandug potasium, seng, fruktosa dan asam sitrat dengan konsentrasi tinggi yang dialirkan dari pembuluh darah.

Menurut Giles, dengan minimnya ejakulasi akan membuat zat-zat karsinogen ini menumpuk atau tertimbun dalam prostat.

“Ini merupakan hipotesa stagnasi prostatik. Semakin sering anda mengurasnya keluar, semakin sedikit zat karsinogen itu akan tertahan dan merusak sel-sel yang melapisi prostat,” terangnya.
Selain ejakulasi yang teratur masturbasi secara teratur ternyata bisa juga menjauhkan kanker prostat bagi para pria.

Sebuah riset yang dipublikasikan New Scientist, menyebutkan bahwa pria yang teratur melakukan masturbasi berisiko lebih kecil mengidap penyakit kanker prostat.

Menurut penjelasan para peneliti dari Cancer Council Victoria Melbourne Australia yang menggagas riset ini, senyawa kimia penyebab kanker atau zat karsinogen akan tertimbun dalam prostat jika pria tidak melakukan ejakulasi atau mengeluarkan cairan sperma secara teratur.

Mereka juga menekankan, hubungan seks belum tentu akan memberikan efek perlindungan yang sama, karena ada kemungkinan terjadinya penularan atau infeksi penyakit seksual, yang justru dapat meningkatkan risiko terkena kanker.

healtmeup, healthday dan harvard jurnal

Komentar