Benarkah Wanita Miliki Fantasi untuk Cerai

Penulis: Darmansyah

Kamis, 20 Oktober 2016 | 09:32 WIB

Dibaca: 1 kali

“Wanita itu memiliki fantasi yang tinggi tentang perceraian,” tulis “ women’s health,” dalam edisi terbarunya, Kamis, 20 Oktober 2016.

Media sangat terkenal itu tidak sembarangan dalam menyimpulkan tulisannya itu.

Mereka melakukan survei terhadap ribuan wanita yang memiliki aktivitas padat serta tuntutan untuk menyeimbangkan waktu antara keluarga dan pekerjaan.

“Faktor inilah yang  membuat banyak wanita gerah sehingga ingin menyerah mengakhiri pernikahan dengan perceraian,”women’s health dan men’s health mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan .

Awalnya, survei ini bertujuan untuk mencari tahu masalah rumahtangga kebanyakan pasangan suami istri di dunia.

Namun, informasi yang berhasil terkumpul mengungkapkan sesuatu yang  di luar dugaan.

Sebanyak lima puluh tiga persen wanita berfantasi ingin berpisah dan bercerai dari suami masing-masing.

Sementara itu, empat puluh empat persen pria tidak pernah memikirkan perceraian sama sekali.

Para peneliti pun menghubungkan temuan ini dengan hasil studi dari Standford University yang menyebutkan bahwa enam puluh sembilan inisiatif perceraian datang dari pihak istri.

“Angka ini dan keinginan cerai tidak membuktikan bahwa pria lebih bahagia setelah menikah,” jelas Laura Doyle, seorang konsultan rumahtangga dan penulis First, Kill All the Marriage Counselors.

Menurut Doyle, survei ini membuktikan bahwa wanita lebih realistis ketika berada dalam kondisi yang membuat mereka tak lagi bahagia.

Lalu, Doyle pun mengungkapkan teori mengenai hasil survei.

Dia mengatakan bahwa wanita lebih peka dan sering terbawa perasaan. Alhasil, wanita rutin mengevaluasi suhu hubungan dalam kondisi apapun.

Namun, pria sama sekali tidak pernah menganggap masalah kecil dalam rumahtangga terlalu penting, kecuali pasangan melakukan perselingkuhan dengan pria lain.

Perceraian tak selalu akibat ulah lelaki.

Kesalahan wanita bisa mendorong pria yang terbaik sekalipun, pergi.

Sebenarnya, ada lima kesalahan umum yang sering dilakukan wanita dalam pernikahan dan harus dihindari jika tak ingin pernikahannya berakhir seperti dikutip YourTango

Faktor perempuan mengomel itu biasa meski kadang sebenarnya tidak perlu.

Jangan biarkan Anda menjadi tipe istri seperti ini. Perhatikan cara Anda bicara pada suami.

Tugas Anda sebagai pasangan adalah mengangkatnya, tidak membuatnya jatuh semangat karena ucapan Anda. Bicaralah yang sopan dan baik-baik. Berikan cinta daripada menyerewetinya.

Penelitian menunjukkan, otak pria tidak didesain untuk memproses suara wanita maupun pria.

Berkomunikasilah dengan suami secara efektif. Anda tak hanya harus ingat dengan apa yang dikatakan, tetapi juga bagaimana cara mengucapkannya.

Faktor lain adalah istri lupa bahwa mereka pernah menjadi kekasih suami

Teruslah menjadi kekasihnya meski kini Anda adalah istrinya. Ingat bagaimana kerasnya usaha untuk memastikan kalau Anda sempurna di depannya saat awal hubungan. Jangan berhenti ketika sudah saling menerimakan cincin.

Tetaplah seksi.

Memang, usia dan kehamilan serta faktor kesehatan lainnya bisa membuat tubuh berbeda. Tapi wanita harus menjaga tubuhnya untuk sang suami.

Buanglah piama flanel dan menggantinya dengan pakaian yang seksi. Pria sering suka bila diinginkan dan dihargai seperti halnya wanita.

Karena itu, jagalah sikap yang terbaik mungkin dengan menunjukkan kalau suami Anda tak berbeda dengan hari pertama Anda bertemu.

Ini bisa menunjukkan ke suami Anda kalau Anda menghargainya dan Anda menghargai hubungan Anda.

Kalau seks dianggap sebagai hal sekunder, mungkin itulah yang membuat pria takut dan menyesal menikah.

Seks lebih dari sekadar aktivitas fisik.

Penelitian menunjukkan, seks merupakan kebutuhan bagi pria. Tentu Anda tak ingin perasaan suami Anda tak menginginkan lagi wanita yang dicintainya. Pria juga merasa terhibur dengan bercinta.

Seks memang lebih dari sekadar hubungan fisik. Pria secara alami mendambakannya. Dengan kondisi itu, Anda harus berpikiran terbuka ketika suami mengajak bercinta.

Buka pikiran dengan mencoba cara-cara baru dan menarik agar pernikahan tetap ‘hot’. Jauhkan pikiran untuk tak ingin mencoba sesuatu yang baru, setidaknya sekali saja. Anda mungkin menikmatinya.

Sebagai perempuan, wanita membiarkan dirinya bersama anak-anaknya, suami, dan karier, serta tanggung jawab lainnya dengan mengabaikan diri sendiri.

Wanita jadi mengabaikan keinginan dan hasrat untuk diri sendiri seperti belajar bahasa baru, memulai bisnis kita sendiri atau mencoba dunia baru.

Ingatlah, seorang istri yang tak cerewet membuat seks semakin panas sehingga suami menjadi sangat berbahagia.

Komentar