Benarkah Rajin Bersepeda Bisa Impoten?

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 30 Mei 2017 | 14:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Kabar baik datang bagi mereka yang gemar bersepeda.

Kabar itu menyangkut “isu” yang selama ini menyatakan bahwa mereka yang rajin naik sepeda bisa menjadi penyebab disfungsi ereksi.

“Bersepeda ternyata tidak menyebabkan disfungsi ereksi atau mandul seperti yang sering dikatakan orang,” tulis laman situs media Inggris terkenal “mirror,” hari ini, Selasa, 30 Mei..

Selama ini, berdasarkan riset, mengatakan bahwa bersepeda membuat bagian kemaluan tertekan sehingga merusakkan sperma dan menghambat aliran darah ke penis serta membuatnya sulit ereksi.

Namun penelitian yang dilakukan di Inggris baru-baru ini mematahkan teori tersebut dan menyebutkan tidak ada kaitan antara bersepeda dengan disfungsi ereksi serta kemandulan, bahkan bagi mereka yang bersepeda delapan jam lebih setiap minggu.

Dalam study terbesar soal bersepeda itu para peneliti menganalisa hampir lima ribu tiga ratus pria pesepeda untuk mencari tahu apakah ada hubungan antara bersepeda dengan kondisi-kondisi di atas, dan apakah resikonya bertambah dengan makin seringnya seseorang berada di atas sadel.

Para peserta diminta mengisi kuesioner yang menanyakan berapa jam setiap minggu mereka bersepeda dan apakah mereka pernah mengalami gejala disfungsi ereksi dalam lima tahun terakhir atau didiagnosa sebagai pria mandul.

“Kami menemukan tidak ada hubungan antara bersepeda dengan kesulitan ereksi atau antara lamanya bersepeda dengan kemandulan,” ujar Milo Hollingworth dari University College London.

Menurutnya hal ini menjadi bukti bahwa bersepeda tidak secara langsung menyebabkan gangguan pada pria sehingga mereka yang bersepeda hingga delapan jam seminggu tidak perlu khawatir.

Para peneliti mengatakan tanpa ragu bahwa manfaat bersepeda jauh lebih besar daripada resiko kesehatan yang mungkin ditimbulkannya.

Pasalnya dengan bersepeda seseorang bisa membakar ratusan kalori per jam, menguatkan seluruh otot tubuh, dan mengurangi tekanan pada lutut dan paha dibanding olahraga lari.

Sebeleumnya juga para peneliti selalu mengingatkan  pria penggemar olahraga sepeda untuk  lebih berhati-hati bila bersepeda apalagi jika mengendarainya selama berjam-jam.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa bersepeda dapat menimbulkan gangguan seksual seperti impotensi dan masalah prostat.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Massachusetts Male Aging menunjukkan bahwa bersepeda lebih dari tiga jam seminggu meningkatkan risiko seorang pria menderita impoten. Impotensi disebabkan oleh kerusakan saraf dan arteri.

Tiga persen dari pengendara sepeda laki-laki mengalami impotensi dan hampir semua pengendara sepeda mengalami rasa sakit atau mati rasa di daerah kelamin ketika bersepeda dalam jangka waktu yang lama.

Seorang ahli media dari Fakultas Kedokteran Universitas Boston, Dr Irwin Goldstein pada tahun dua puluh tahun silam mengatakan bahwa semua pengendara sepeda laki-laki berpotensi menjadi impoten dan oleh karena itu mereka harus mempertimbangkan untuk berhenti bersepeda jika masih ingin menikmati seks dikemudian hari.

Keluhan pertama dari olahraga sepeda ini muncul beberapa tahun silam ketika salah seorang penulis majalah “Bicycling” membuat pernyataan mengejutkan di majalah tersebut.

Penulis tersebut mengatakan dirinya menderita disfungsi ereksi akibat kegemarannya bersepeda. “Aliran darah ke penis saya terhambat menyebabkan ereksi saya terganggu sehingga menyulitkan saya melakukan hubungan seks,” ujar kolumnis tersebut.

Penelitian dilanjutkan dengan melakukan riset terhadap para atlit sepeda untuk mengetahui apakah bersepeda bisa menyebabkan seorang pria mengalami impotensi atau gangguan seksual lainnya?

Dan hasil riset menunjukkan bahwa para atlit sepeda dan mereka-mereka yang fanatik dengan olahraga sepeda memiliki risiko yang lebih tinggi ketimbang mereka yang tidak melakukan olahraga ini.

Rata-rata para atlit tersebut memiliki keluhan pada bagian kelamin mereka seperti sulit buang air kecil, ereksi tidak keras dan mati rasa di area penis.

Pertanyaannya kemudian adalah apakah penyebab gangguan tersebut berhubungan dengan aktifitas bersepeda yang sangat sering?

Sebuah studi lain menjawabnya. Penelitian dilakukan di Universitas Kalifornia, San Diego, dan menemukan jawaban bahwa penyebab gangguan ereksi yang dialami para atlit sepeda tersebut adalah sadel atau tempat duduk sepeda yang tidak bagus dan bukan disebabkan oleh olahraga bersepeda.

Setelah berjam-jam duduk di atas sepeda dan mengayuh dengan cepat membuat aliran darah menuju penis tertahan di area perineum.

Perineum adalah sebuah area di sekitar anus yang bertanggung jawab terhadap fungsi seksual tubuh.

Memar pada daerah perineum dapat menyebabkan mati rasa, inkontinensia, disfungsi ereksi, impotensi, kencing berdarah, dan dalam kasus yang sangat jarang, radang prostat.

Tekanan berat badan yang ditopang oleh tempat duduk sepeda yang keras akan menekan arteri atau pembuluh darah dan syaraf-syaraf pada daerah perineum.

Semakin lama bersepeda akan membuat darah tertahan semakin lama dan mengganggu fungsi perineum dan menyebabkan gangguan seksual.

Bersepeda bagi beberapa orang adalah hobby dan tidak mungkin ditinggalkan begitu saja. Meskipun memiliki risiko, bersepeda juga sangat disarankan oleh para pakar kesehatan dan lingkungan karena manfaatnya sangat besar.

Disfungsi ereksi atau impotensi adalah salah satu gangguan seksual yang umum diderita kaum pria dari segala usia.

Penyakit ini ditandai dengan ketidakmampuan penis mengalami ereksi yang cukup keras yang menyulitkannya melakukan penetrasi vaginal saat berhubungan seks.

Penyebab impotensi adalah kurangnya darah yang memasuki penis sehingga ereksi tidak bisa keras.

Seorang pria yang aktif bersepeda dapat mengalami disfungsi ereksi atau gangguan ereksi apabila tempat duduk sepeda yang digunakan memiliki ukuran, bentuk dan bahan yang tidak baik.

Selain itu faktor lain seperti berat badan, ukuran pinggul yang terlalu besar dan posisi tubuh saat bersepeda yang terlalu condong ke arah depan juga menambah risiko terjadinya impotensi.

Komentar