TekoKopi - Promo HARBOLNAS

Bangun Bisa Bikin Karier Anda Sukses

Penulis:: Darmansyah

Senin, 15 Mei 2017 | 09:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman “bisnis insider,” hari ini, Senin, 15 Mei, menulis hasil sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Emotion  yang mengungkapkan tentang  bangun pagi yang  membuat tubuh lebih segar, produktif, dan bahagia.

Selain itu, bangun pagi, menurut tulisan di laman yang sama,  juga sering dikaitkan dengan kesuksesan dan kekayaan.

Namun, beberapa penelitian dan pakar di bawah ini justru menapik adanya hubungan antara bangun pagi dan kesuksesan.

Kebanyakan orang yang berhasil dan sukses dalam bisnis ataupun karier mengaku bahwa mereka selalu bangun pagi.

Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Russel Foster, seorang peneliti ilmu neuro mengatakan, tidak ada riset yang membuktikan bahwa bangun pagi memang membuat Anda lebih produktif, tetapi bukan jaminan Anda mudah menjadi kaya dan sukses.

Dia mengungkapkan menjadi kaya tidak berhubungan dengan waktu Anda bangun tidur, tetapi lebih kepada kemampuan bersosialisasi dan komunikasi.

Dr Michael Breus yang juga dikenal sebagai The Sleep Doctor mengatakan tubuh setiap orang memiliki waktu produktif yang berbeda-beda tergantung dari stres dan aktivitas harian masing-masing.

Waktu biologis, kata Dr Breuss, memengaruhi kapan waktu paling produktif tubuh manusia.

Penelitian yang dilakukan olehnya menyimpulkan bahwa kebanyakan tubuh orang didunia tidak konsisten produktif setiap jam lima pagi.

Pada dasarnya bangun di waktu yang tidak normal dari jadwal harian Anda bisa menyebabkan kondisi tubuh yang kurang tidur sehingga produktivitas pun menurun.

Umumnya, orang yang kurang tidur menjadi mudah marah dan tidak berfungsi dengan baik dalam kegiatan harian.

Penelitian mengungkapkan bahwa manusia yang terus bekerja selama 17 hingga 19 jam tanpa istirahat tidur memiliki performa fungsi yang serupa dengan tubuh yang terkontaminasi konsentrasi alkohol level tinggi.

Anda yang memang terbiasa bangun pagi maka hal itu menjadi keuntungan dan membantu performa kerja Anda. Namun, jika siklus tidur Anda tidak terbiasa bangun pagi dan Anda secara spontan mengubahnya, maka ini seperti melawan grativitas. Alhasil, tubuh Anda pun akan mudah lelah dan stamina menurun sepanjang hari.

Selain itu, sebuah tulisan di media terkenal Inggris, “the sun,,” mengungkapkan hasil sebuah studi   mereka selalu kesulitan untuk bangun pagi memiliki kelainan genetik.

Bagi  mereka terbangun dan beranjak dari tempat tidur di pagi hari adalah hal yang sangat sulit.

Penelitian sebelumnya mengungkap bahwa setiap orang cenderung memiliki golongan berbeda, yaitu “orang pagi” dan “orang malam”.

Mereka yang termasuk orang pagi ialah orang-orang yang cenderung lebih produktif di pagi hari, sedang orang malam ialah mereka yang lebih nyaman melakukan pekerjaan di siang hingga malam hari.

Namun, penelitian baru mengungkap, ada penjelasan ilmiah mengapa sebagian orang tidak bisa bangun dan bekerja pagi layaknya kebanyakan orang.

Peneliti telah mengidentifikasi apa yang disebut mutasi genetik, yang tampaknya mampu menjelaskan mengapa sebagian orang dapat bertahan hingga larut malam dan kesulitan bangun di pagi hari.

Mutasi gen CRY1 dinilai peneliti memperlambat jam biologis internal tubuh yang mendikte kapan Anda merasa mengantuk di malam hari dan siap untuk bangun pagi. Individu dengan varian gen ini memiliki jam biologis yang berbeda.

Profesor Michael Young, yang memimpin tim AS dari The Rockefeller Universitas yang membuat penemuan mengatakan, “Dibandingkan dengan mutasi lain yang telah dikaitkan dengan gangguan tidur, ini adalah perubahan genetik yang cukup berdampak.”

Mutasi ini didiagnosis dengan gangguan fase tidur tertunda  atau DSPD.

Cirinya, orang tersebut merasa enerjik di waktu setelah kebanyakan orang lain telah tertidur, dan penderita DSPD memiliki kesulitan untuk beraktivitas di pagi hari.

Bila dipaksa untuk bangun pagi, mereka dapat mengalami insomnia dan hari penuh kelelahan.

Prof Young mengatakan, banyak pasien DSPD mampu mengontrol siklus tidur mereka dengan mengikuti jadwal yang ketat.

“Seperti kebiasaan merokok, ada terapi yang dapat kita lakukan untuk membantu masalah genetik ini sebelum beralih ke obat-obatan. Bila Anda atau kerabat mengalami kesulitan untuk mengikuti jam kantor atau sekolah, segeralah berkonsultasi ke ahli tidur untuk mendapatkan terapi sesuai,” katanya.

Komentar