Bagaimana Menata Ruang Kosong

Penulis:: Darmansyah

Senin, 13 Januari 2014 | 08:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda tentu memiliki ruang kosong di hunian yang Anda tempati. Ada lorong yang menjadi penghubung antar satu ruang dengan ruang lain. Jangan biarkan lorong itu kesepian. Sebab situs “designboom.co,” memberi tahukan kepada Anda bagaimana harus mempermaknya.

“Desainboom.com,” dalam artikel terbarunya menuliskan dengan rinci bagaimana penataan ruang-ruang kosong yang ada di rumah Anda. Ruang yang menjadi penghubung antara satu area dengan area lainnya, menurut tulisan itu, sama pentingnya dengan kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, dan dapur.
Untuk diingat ruang-ruang tersebutlah yang membentuk rumah Anda.

Tak hanya mengantar Anda dari satu tempat ke tempat lain, lorong-lorong di rumah juga membuat rumah Anda memiliki area kosong untuk “bernapas”. Karena itu, ruang-ruang di rumah Anda pun layak mendapatkan perhatian khusus.

Estee Stanley yang telah malang-melintang selama 15 tahun sebagai desainer interior dan pengarah gaya fesyen memberikan beberapa ide untuk menghias lorong di rumah Anda. Berikut ini pandangannya, seperti dipublikasikan dalam Domaine.

“Dekor lorong, khususnya yang lebar, adalah sesuatu yang membingungkan klien saya. Apakah (lorong tersebut) sebuah ruang atau bukan? Apakah akan membutuhkan furnitur atau aksesoris? Bisakah saya hanya mengacuhkannya dan berpura-pura hal tersebut tidak nyata? Saran saya, perlakukan lorong seperti ruang tambahan,” ujar Stanley.

Stanley menyarankan Anda untuk menambahkan penutup dinding atau wallpaper bercorak menarik. Wallpaper bisa digunakan untuk menambahkan daya tarik ke dalam ruangan dan memberikan ruangan tersebut identitas.

Sementara itu, jangan lupa juga untuk menghias lorong di rumah Anda dengan berbagai hal yang mampu menciptakan pengalaman visual. Tambahkan kursi panjang atau sepasang kursi dengan sebuah meja mungil.

Pertimbangkan juga untuk menggunakan lukisan atau foto menarik untuk menambah “obrolan” pada ruangan tersebut. Anda bisa gunakan runner atau karpet panjang pada lorong guna menambahkan lapisan dalam lorong. Pencahayaan yang memadai juga langkah yang tepat.

Sebagaian sajian tambahan, “desaignboom,” juga menitipkan bagaimana kondisi penataan rumah yang berada di area residensial Osaka, Jepang, ini diapit rumah-rumah berukuran normal.

Namun, berbeda dengan rumah-rumah lainnya, “Hagoromo House” atau Rumah Hagoromo tersebut seolah berbentuk pipih, diapit oleh dua rumah berukuran jauh lebih besar.

Rumah ini tepatnya berada di Takaishi, Osaka. Rumah tiga lantai tersebut hanya berukuran 118,81m2. Beruntung, pemiliknya punya lahan yang tidak terlalu kecil. Alhasil, meski diapit oleh dua rumah di sisi kanan dan kirinya, Rumah Hagoromo masih bisa memiliki taman di sisi rumah dan di bagian depan.

Bukaan yang lebar ini membuat rumah tersebut terasa terbuka meski bentuknya tidak lazim. Area terbuka di depan rumah ini pun mampu menyediakan pemandangan bagi penghuninya. Mereka tetap dapat merasakan hubungan dengan lingkungan sekitar, meski berada di dalam rumah.

Masih ada lagi keuntungan yang bisa didapat oleh pemilik Rumah Hagoromo. Karena interiornya berukuran sangat terbatas, ada beberapa trik harus dilakukan untuk memastikan para penghuni tidak merasa terpenjara dan terhimpit di dalam rumah.

Rumah tersebut memaksimalkan penggunaan kayu berwarna terang dan dinding berwarna putih. Kayu yang digunakan secara konsisten di dalam rumah mampu memberikan aliran bagi rumah tersebut. Dari lantai dasar menuju lantai ketiga semuanya seolah menyatu.

Sementara itu, warna putih pada dinding mampu merefleksikan dan memaksimalkan cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah lewat jendela-jendela berukuran besar. Terang dari sinar matahari tersebut pun disempurnakan oleh karpet berwarna hijau yang menenangkan dan menipu mata hingga membuatnya terasa alami.

Komentar