Awet di Usia Kepala Empat, Lima dan Enam

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 6 Juni 2014 | 10:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda sedang melewati usia “kepala” empat, lima dan enam? Haruskah cemas dengan puncak usia itu?

Tentu, tidak seharusnya mencemaskan usia ketika Anda, terutama pria, ketika berada dalam fase itu karena Anda sedang berada di puncak dunia. Karier melejit, uang melimpah, sehingga makanan apa pun dilahap. Segala sesuatu pekerjaan yang membutuhkan kerja fisik sudah dilakukan orang lain.

Berhubung sibuk, tak ada waktu lagi untuk olahraga sehingga secara fisik, pria-pria sukses itu memiliki karakteristik kepala botak, perut gendut, dan tubuh menggelambir karena kurang gerak.

Bisa dikatakan bahwa para pria itu pada usia kepala empat ke atas berada di puncak dunia tapi mulai mengalami gangguan kesehatan karena proses penuaan. Peaking his life but failing his health.

Fenomena kepala botak dan perut gendut ini di mata kaum adam bukanlah masalah besar. Berbeda dengan kaum perempuan yang tetap mementingkan penampilan fisik hingga usia tua. Kemaskulinan menjadikan pria percaya mereka tahan sakit.

Sudah tak peduli pada penampilan, kaum pria juga tak terlalu mementingkan kesehatan dan ogah mengubah hidup menjadi lebih sehat.
Satu-satunya hal yang menjadikan pria mau mengubah gaya hidup adalah ketika mereka tak berdaya gara-gara sakit berat..

Kepala botak dan perut gendut sebaiknya tak dipandang sebelah mata. Pasalnya, fenomena itu bisa jadi tanda penurunan kadar testosteron.

“Testosteron adalah hormon yang menjadikan seorang pria jadi pria sejati yang macho. Hormon ini yang memberikan vitalitas dan rasa percaya diri serta tubuh maskulin pada pria. Kadar testosteron aktif menurun seiring dengan pertambahan umur.

Para pria silakan mencermati tubuh fisik mereka sendiri untuk mencari tanda-tanda kekurangan testosteron. Tanda-tanda pria yang punya cukup testosteron adalah tubuh berotot dan perut ramping. Sementara itu, pria yang kekurangan hormon testosteron cenderung gemuk bergelambir, berperut gendut, dan kepala botak.

Ciri fisik pria yang mengalami kekurangan testosteron adalah berkurangnya volume otot, sementara volume lemak bertambah.

Namun harapan hidup yang makin tinggi harus dibarengi dengan kualitas hidup dan kesehatan yang juga baik.

Nah untuk menjaga kualitas hidup di usia kepala empat, lima atau pun enam yang juga tetap sehat dan awet muda meski usia bertambah Anda haruslah berkorban dengan upaya menambah asupan.

Misalnya, ketika kita bertambah tua, kadar asam amino di dalam tubuh yang disebut homosistein tentu meningkat.

Homosistein menyebabkan otak jadi menyusut dan mengalami degenerasi yang menyebabkan kehilangan memori, dimensia dan Alzheimer’s. Peneliti dari University of Oxford menemukan vitamin B dosis tinggi mengurangi homosistein dan mengurangi penyusutan otak.

Patrick Holford, penulis buku The 10 Secrets of Healthy Ageing mengatakan,” Saya menguji kadar homosistein setiap dua tahun. Juga minum vitamin B6, B12, dan asam folat.”

Asupan harian vitamin B12 yang dianjurkan adalah 1mcg. Ini bisa diperoleh dari mengonsumsi telur atau sepotong ikan atau daging. Namun jumlah optimal untuk menghentikan kehilangan memori dan penyusutan otak menurut Holford adalah 10 mcg setiap hari.

Untuk menghindari persendian yang aus seiring pertambahan usia adalah sesuatu yang alami. Namun kita bisa melindungi persendian dari kerusakan yang menyebabkan fraktur, osteoporosis dan artritis.

Mengonsumsi makanan yang kaya akan zat antiradang, kata Holford, bisa membantu persendian tetap sehat. Daftar makanan antiradang adalah kunyit, zaitun, bawang merah, asam lemak omega tiga yang ada pada ikan kembung, salmon dan mackerel.

“Makan satu butir bawang sehari terkait dengan peningkatan massa tulang sebesar lima persen,” kata Holford. Bumbu seperti jahe, kunyit, dan cabai jangan lupa dimasak dalam setiap makanan setiap hari karena merupakan zat antiradang yang baik.

Agar kulit tidak mongering dan mempercepat keriput, bantulah lewat vitamin A. Vitamin A adalah zat antioksidan yang disimpan dalam sel kulit. Namun karena paparan sinar matahari, simpanan vitamin A jadi berkurang. “Simpan vitamin A di dalam kulit dengan mengonsumsi vitamin A dan memakai krim mengandung vitamin A,” kata Holford.

Vitamin A bisa didapat dari ikan dan daging. Juga terdapat dalam sayuran berwarna oranye. Karena itu, makanlah wortel, labu atau ubi. Namun cara yang paling langsung untuk memberi asupan vitamin A adalah dengan mengoleskannya ke kulit memakai krim mengandung vitamin A.

“Saya menggunakannya setiap hari dan beberapa studi menunjukkan perbaikan bintik penuaan dan kerut berkat penggunaan vitamin A transdermal,” katanya.

Dukungan sosial yang didapat dari ibadah atau laku spiritual dengan agama apa pun bisa membantu kita menua dengan baik. Begitu kata Dr. Lynn Ward dari School of Psychology di University of Adelaide, Australia. Ward pernah meriset usia tua dan kematian dan salah satu penulis buku Lifespan Development.

“Terlibat dalam kegiatan keagamaan bisa memberikan jaringan pendukung sosial dan memberi dampak lewat relasi positif dengan orang lain,” kata Ward.

Laku keagamaan itu bisa memperkuat fungsi kekebalan tubuh lewat teknik pengurangan stress seperti meditasi, doa atau pengampunan terhadap orang lain. Ada juga bukti bahwa terlibat kegiatan religius bisa melindungi diri kita dari depresi

Untuk menjaga berat badan sehat, Holford menyarankan pola makan kaya serat, khususnya serat larut yang menyerap air. Karena itu, dia menyarankan makan oat.

“Serat larut memperlambat pengeluaran gula dalam makanan. Ini yang membuat Anda jadi kenyang lebih lama, mengurangi nafsu makan dan menstabilkan gula darah. Poin kritis penurunan berat badan adalah tidak merasa lapar. Serat larut menghentikan rasa lapar dan keinginan makan karbohidrat.”

Komentar