Awas, Ukuran Mr P Itu Sering Menipu

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 21 April 2016 | 10:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda, mungkin, termasuk  seorang lelaki “dewasa’ yang sering tak mampu menjawab  pertanyaan “penting” tentang  idealnya ukuran Mr P.

Banyak tulisan yang dimuat diberbagai artikel dan jurnal yang memberi patokan tentang idealnya ukuran Mr P.

Bahkan banyak pula tulisan yang menyebut ukuran Mr P itu sering “menipu”

Belum lama ini, seperti ditulis “daily mail,” peneliti Inggris  menemukan ada korelasi kecil antara panjang penis saat ereksi dan tinggi badan.

Di samping itu, para ahli pun menemukan korelasi kecil antara ukuran vital dan tinggi badan.

Mereka mengatakan, grafik distribusi ukuran yang mereka peroleh bakal membantu para ahli mengatasi body dysmorphic disorder, penyakit kecemasan serius yang ada hubungannya dengan citra tubuh.

Studi tersebut dapat membantu memberi konseling pria yang khawatir dengan ukurannya atau menginvestigasi bagaimana hubungan kegagalan kondom dengan ukuran panjang dan keliling penis.

Beberapa pria ditemukan sangat cemas dengan ukuran kemaluannya, dan mereka yang sangat stres

Para peneliti membuat sebuah grafik yang menggambarkan distribusi ukuran pria dari segala usia dan ras.

Studi yang diterbitkan dalam British Journal of Urology tersebut memasukkan tujuh belas penelitian serta melibatkan belasan ribu pria, yang menjalani pengukuran alat vital oleh tenaga kesehatan menggunakan prosedur standar.

Sebelumnya, tak ada ulasan formal yang sistematis mengenai pengukuran tersebut, dan belum pernah ada usaha menciptakan nomogram yang memperlihatkan distribusi ukuran.

Dr David Veale dari Institute of Psychiatry, Psychology, and Neuroscience King’s College London serta South London and Maudsley NHS Foundation Trust mengatakan, “Para pria saling membandingkan ukuran di ruang ganti dan dengan film porno, lalu percaya bahwa ukuran kemaluan mereka kecil.”

“Dan beberapa pria bahkan diledek pasangannya gara-gara ukuran alat vitalnya kurang panjang. Banyak pria yang mungkin cemas. Bila kami meyakinkan bahwa kemaluan mereka berukuran normal, hal tersebut akan membantu mereka mengatasi kecemasan itu.”

“Kami juga menggunakan grafik untuk meneliti perbedaan antara apa yang dipercaya pria terhadap posisi mereka di grafik dan posisi aktual mereka ataupun posisi mereka seharusnya berada.”

“Kami memiliki klinik spesialis BDD untuk pria yang khawatir dan stres dengan ukurannya. Mereka tak hanya perlu dibantu dengan melihat posisi mereka pada grafik distribusi, tetapi juga butuh terapi formal, seperti cognitive behavioural therapy dan obat-obatan juga,” imbuhnya.

Dr Martin Baggaley, direktur medis South London and Maudsley NHS Foundation Trust, mengatakan, “BDD menyebabkan seseorang memiliki pandangan terdistorsi mengenai bagaimana penampilan mereka, mereka dapat menghabiskan banyak waktu untuk terobsesi mengkhawatirkan penampilan saja.”

Kekhawatiran penampilan itu meliputi berat badan dan bagian-bagian khusus tubuh. Bagi pria, tentu saja ini soal ukuran penis.

“Hal seperti ini bisa mengambil alih hidup seseorang dan menciptakan stres yang luar biasa,” katanya.

Hasil studi baru ini diharapkan membantu meyakinkan pria yang prihatin dengan ukuran penisnya serta membantu mereka yang bergerak di bidang klinis dalam mengatasi BDD.

Tulisan lainnya mengungkapkan,  ukuran ideal penis berbeda di tiap tempat.

Untuk meluruskan pandangan yang kerap menyesatkan itu peril diketahui patokan ukuran ideal penis dewasa menurut dunia medis yang diadaptasi dari Journal of Pediatrics dan Smith’s General Urology.

Ukuran penis di bawah standar  sebenarnya tak masalah karena ia  masih bisa membuat wanita orgasme.

Alasannya, G-spot wanita terletak tiga hingga empat  sentimeter dari bibir vagina.

Jadi, penis berukuran kecil, yang termasuk golongan mikro-penis, masih bisa menjangkau area itu.

Soal diameter ini ada joke-nya. Ibarat ngupil, mau pakai jari mana biar enak? Pernah merasakan nikmatnya ngupil pakai ibu jari?”

Yang jelas, untuk urusan bercinta,  ukuran bukan patokan mutlak.

Yang penting man behind the gun alias kemampuan pria untuk menggunakan dan mengeksplorasi “senjatanya”.

Lantas bagaimana adanya penelitian  ukuran penis dalam kondisi tak ereksi.

Pasalnya, penis yang terlihat kecil ketika sedang “terlelap” justru bisa memberi kejutan.

Ukuran penis dalam kondisi tak ereksi bisa menipu.

Sebab, ada dua tipe penis, menurut tampilannya, ketika sedang tak ereksi.

Yang pertama tipe shower alias tukang pamer. Mr P seperti ini menang di tampilan ketika sedang “terlelap”.

Secara fisik, bentuknya terlihat panjang dan besar. Namun, ketika ereksi, pertambahan panjangnya tak signifikan.

Sementara itu, tipe grower itu pemalu, tetapi penuh kejutan. Ketika “terlelap”, panjangnya mungkin…. sentimeter. Namun, pertambahan panjangnya signifikan ketika ereksi.

Bisa jadi, ketika ereksi, panjangnya malah…

Journal of Sex Research mengungkapkan, bahwa ukuran penis sesungguhnya tak bisa diukur ketika sedang “terlelap”.

Ukurannya harus diukur dalam keadaan ereksi.

Lebih jauh, menurut jurnal tersebut, secara umum, tipe shower dan grower memiliki panjang yang tak jauh berbeda ketika sudah ereksi.

Yang jelas, penis tipe grower belum tentu kalah oleh tipe shower. Bahkan, sangat mungkin terjadi sebaliknya, tipe shower kalah oleh tipe grower.

Komentar