Awas!! Orang Kreatif Itu Cenderung Gila

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 20 Juni 2015 | 16:17 WIB

Dibaca: 1 kali

Orang kreatif itu memiliki “bakat” gila?

Ya. Pertanyaan ini telah menggelitik para filsuf selama berabad-abad.

Apakah untuk meraih kreatif itu Anda harus sedikit gila?

Para peneliti genetika sekarang mulai berpikir bahwa yang membuat seseorang kreatif juga dapat membuat mereka gila.

Seniman Vincent Van Gogh menghasilkan lukisan ikonik seperti “Starry Night”.

Ahli matematika John Nash menciptakan ide-ide revolusioner di bidang ekonomi.
Van Gogh dan Nash dianggap genius di bidangnya.

Semua mereka menderita halusinasi dan gangguan emosional.

Ahli genetika Kari Stefansson ingin mengetahui perbedaan antara otak brilian yang mampu menghasilkan lukisan luar biasa dan membuat kita kagum dengan kebenaran matematika dengan otak orang kebanyakan.

“Untuk menjadi seseorang yang kreatif, Anda harus memiliki kemampuan untuk berpikir di luar ‘kotak’.
Ketika Anda meninggalkan ‘kotak’ pada pagi hari, Anda mungkin tidak dapat kembali ke dalam ‘kotak’ pada malam hari,” ujar Stefansson.

Jadi, ia dan rekan-rekannya dari deCODE Genetics di Islandia mengumpulkan informasi dari puluhan dan ribuan aktor, musisi, seniman visual, dan para penulis dari seluruh Islandia dan menelusuri gen mereka.

Hasilnya menunjukkan banyak variasi gen yang juga ditemukan pada seseorang yang menderita skizofrenia, sekalipun para seniman tersebut tidak menderita penyakit tersebut. Stefansson mengatakan, perbandingan ini juga seperti pedang bermata dua.

“Sama halnya dengan hampir segala sesuatu di dunia ini, ada harga yang harus dibayar untuk kreativitas. Bagi sebagian orang, ini sesuatu yang baik, bagi sebagian yang lain, sesuatu yang buruk,” kata Stefansson.

Menurut Stefansson, pemahaman terhadap hubungan antara kreativitas dan penyakit mental dapat membantu para profesional di bidang kesehatan dalam merawat penderita skizofrenia untuk dapat mengendalikan penyakit tersebut, memetik berkah terselubung darinya.

Dalam sebuah tulisan di laman “kompasiana,” seorang penulis juga mengiyakan jika kata kreatif ini dihubungkan dengan kata gila.

Tidak sedikit dari mereka yang sukses di jenjang pendidikannya, tulisnya, seperti ilmuan penemu telepon Alexander Graham Bell awalnya dianggap gila.

Melihat sikap yang dilakukan oleh Alexander Graham Bell, apakah dia berfikir gila ataukah kreatif? Jika dia berfikir gila, samakah dengan orang-orang gila yang berkeliaran dengan pakaian compang-camping disekitaran kota?

Ataukah si Alexander ini telah melakukan berfikiran kreatif?

Komentar