Rajinlah Bercinta Agar Tak Disfungsi Ereksi

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 24 Februari 2016 | 09:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda mengabaikan hubungan intim dengan istri?

Wah, gawat!

Sebab, menurut sebuah penelitian terbaru, mengabaikan hubungan intim dengan setiap pasangan bisa menjadi penyebab utama disfungsi ereksi atau ketidakmampuan penis mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual bagi lelaki.

Lantas apa penyebabnya?

Menurut hasil penelitian itu, pengabaian hubungan seksual menyebabkan aliran darah ke jaringan erektil di penis menjadi jarang sehingga mudah menyebabkan gangguan.

Semakin rusak jaringan erektil, semakin sulit pula pria mempertahankan ereksi.

Diungkapkan, dalam penelitian yang pernah dilakukan, rutin berhubungan seksual menurunkan risiko disfungsi ereksi pada pria berusia tiga puluhan hingga tujuhpuluhan tahun.

Diingatkan, seiring bertambahnya usia, gairah seksual memang menurun, karena menurunnya kadar testoteron pada pria di atas empat puluhan tahun.

Disfungsi ereksi pun kebanyakan dialami oleh pria berusia di atas empat puluhan tahun.

Rekomendasi WHO menyatakan berhubungan seksual pada pasangan suami istri sebaiknya dilakukan dua kali dalam seminggu.

Selain karena berhubungan seksual, disfungsi ereksi juga bisa dipicu oleh penyakit kronis seperti diabetes, gangguan pada saraf, dan gangguan hormon.

Bisa juga karena ada masalah kejiwaan, seperti depresi dan kurang percaya diri.

Dampak dari disfungsi ereksi bisa menurunkan kualitas hidup.

Untuk itu, disfungsi ereksi sebaiknya segera ditangani.

Dampaknya tidak hanya pada pria itu sendiri, tapi juga lingkungannya.

Pasangan suami istri jadi kurang harmonis.

Pada kasus lainnya, disfungsi ereksi bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius

Ada berbagai macam penyebab disfungsi ereksi yang umum. Bisa dari gangguan sirkulasi darah, cedera, atau penyakit yang memengaruhi saraf

Kebanyakan disfungsi ereksi terjadi karena adanya penyakit tertentu, misalnya diabetes, aterosklerosis, penyakit jantung, atau hipertensi.

Untuk mendapatkan penis yang tegang, Anda membutuhkan aliran darah yang cukup ke organ ini.

Karena itu setiap kerusakan pada pembuluh darah bisa mengganggu sirkulasi darah ke bagian penis.

Kabar baiknya, jika kondisi medis tersebut diatasi, maka gangguan ereksi bisa hilang.

Selain itu, akibat operasi prostat atau kandung kemih karena adanya kanker berpontesi merusak saraf dan arteri yang berlokasi dekat penis sehingga menyebabkan disfungsi ereksi.

Penelitian menunjukkan, obat-obatan oral seperti sildenafil atau levitra, suntikan dan alat vakum bisa memperbaiki ereksi pasca operasi.

Biang lain dari gangguan ereksi bisa juga datang dari lemari obat.

Disfungsi ereksi bisa terjadi sebagai efek samping obat-obatan yang dikonsumsi, misalnya antidepresan, antihistamin, obat penurun tekanan darah, serta penekan nafsu makan.

Selain itu, yang tak boleh diabaikan adalah peran pikiran. Stres, kecemasan, dan depresi bisa menyebabkan organ vital Anda menjadi loyo.

Sebuah studi lainnya yang diketuai oleh dr. Paolo Capogrossi dari University Vita-Salute San Raffaele di Itali menemukan semakin banyak orang usia muda mengalami disfungsi ereksi

Masalah disfungsi ereksi yang dialami orang usia muda bukan hanya dikarenakan faktor psikologis tapi juga oleh penyakit pada pembuluh darah.

“Hal ini dikarenakan hasilnya sangat relevan untuk kesehatan pria secara umum dan jangka panjang,” ujarnya.

Seperti halnya pada orang berusia lanjut, disfungsi ereksi pada orang usia muda juga dapat menjadi indikasi dari kesehatan secara umum pasien.

Pada orang yang lebih muda, faktor seperti merokok dan menggunakan obat-obatan merupakan pemicu mereka mengalami disfungsi ereksi.

Komentar