Awas!! Ejakulasi tertunda Itu “Penyakit”

Penulis:: Darmansyah

Senin, 29 Februari 2016 | 11:04 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda mengalami ejakulasi terutunda?

Kalau iya, berarti Anda sedang mengalami problem sesksual serius.

Sebab, menurut para ahli, ejakulasi tertunda adalah masalah serius setelah impotensi.

Untuk diketahui, ejakulasi tertunda adalah ketidakmampuan seseorang mencapai klimaks saat berhubungan seks secara vaginal.

Pria dengan ejakulasi tertunda dapat mencapai orgasme dengan masturbasi atau aktivitas seks lainnya, kecuali saat senggama.

Di dalam World Journal of Urology, Dr. Michael Perelman dan Dr. David Rowlands berkata, disfungsi ejakulasi ini bisa menyebabkan stres, kekecewaan dan menganggu rasa percaya diri.

Ejakulasi tertunda adalah masalah seksual nomor tiga paling umum setelah impotensi dan ejakulasi prematur, menurut Dr. David Delvin, dokter dan spesialis perencanaan keluarga di Amerika Serikat.

Sampai saat ini, penelitian mengenai ejakulasi tertunda masih belum banyak, tidak sebanyak penelitian mengenai impotensi dan ejakulasi dini.

Lantas apa penyebabnya.

Kebanyakan pria dengan ejakulasi tertunda, diasuh dengan norma-norma yang sangat ketat dan memilki kontrol diri yang sangat kuat.

Mereka memiliki kendali yang luar biasa, minimal terhadap dirinya sendiri, dan tidak mudah rileks dalam berbagai kondisi.

Beberapa pasien mengaku, mereka hampir selalu ingin mengontrol segala sesuatu, mengkhawatirkan banyak hal dan tidak bisa masuk ke situasi emosional yang romantik, termasuk saat berhubungan seks.

Pasien ejakulasi Dr. David Delvin sendiri kebanyakan memiliki profesi di bidang industri keuangan.

Sejak enam tahun lalu, beberapa ahli percaya, masturbasi yang terlalu kasar juga bisa menyebabkan ejakulasi tertunda, karena pelakunya kurang bisa lagi merasakan sensasi vagina.

Tidak semua ejakulasi tertunda disebabkan oleh faktor psikologikal. Beberapa orang mengalaminya ketika mereka beranjak tua. Mereka tetap memiliki ereksi yang bagus, tapi tidak mudah untuk orgasme.

Ejakulasi tertunda bisa muncul tiba-tiba, padahal sebelumnya, pria yang bersangkutan tidak mengalami kesulitan apapun.

Biasanya, ini terjadi pada pria yang rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu, terutama obat antidepresi.
Dalam kasus ini, sebaiknya Anda bicara kepada dokter Anda untuk mengganti jenis obat yang dikonsumsi.

Konsumsi alkohol berlebihan juga bisa menyebabkan ejakulasi tertunda. Kurangi jumlah alkohol dan berolahragalah dengan teratur untuk memperbaiki masalah seks Anda.

Cedera tulang belakang pun bisa membuat seorang pria kesulitan mendapat ejakulasi. Bekerjasamalah dengan dokter dan terapis untuk mengatasinya.

Sampai saat ini, tidak ada obat yang dapat mengatasi kondisi ejakulasi tertunda secara instan.

Enam tahun terakhir para dokter mencoba menyembuhkan pasien ejakulasi tertunda dengan obat-obatan yang sedikit mengubah susunan kimia otak, agar pasien lebih rileks dan mudah orgasme.

Beberapa obat yang pernah dicobakan antara lain adalah; amantadine, buspirone dan cyproheptadine.
Yang penting diingat adalah, bahwa semua obat memiliki efek samping, sekecil apapun itu.

Minta dokter menjelaskan mengenai efek samping yang mungkin Anda alami, jika dokter Anda menggunakan obat tertentu.

Pasien ejakulasi tertunda yang disebabkan oleh faktor psikologikal, sangat dianjurkan untuk menjalani terapi seks dan konsultasi dengan terapis.

Terapi dan konsultasi berguna untuk ‘menggeser’ kontrol diri Anda yang begitu kuat, sehingga Anda bisa menikmati momen-momen romantis dengan pasangan.

Juga berguna untuk memperbaiki perspektif yang menghalangi Anda menikmati hubungan intim yang normal.

Ejakulasi tertunda berisiko membuat Anda dan pasangan frustasi. Dengan bantuan ahli dan kemauan yang kuat dari Anda, besar kemungkinan masalah akan dapat diatasi.

Hanya saja Anda perlu ingat, semua itu membutuhkan proses, mungkin pendek dan mungkin juga panjang.
Tidak ada terapi dan pengobatan instan untuk masalah ejakulasi yang tertunda.

Untuk mencapai kepuasan seksual, dibutuhkan waktu. Karena itulah, pria yang mengalami ejakulasi dini bisa membuat pasangannya merasa frustrasi karena ia jadi sulit mendapatkan orgasme.

Seorang pria dianggap mengalami ejakulasi dini jika ia mencapai “garis finis” sebelum ia menginginkannya.

Tetapi, seberapa cepatkah klimaks itu didapat ternyata bervariasi pada tiap individu.

“Untuk seseorang mungkin dua menit sudah ejakulasi, tapi untuk yang lain bisa 20 menit. Itu semua tergantung pada tiap orang atau tiap pasangan, apa yang memuaskan mereka,” kata Carol Queen, ahli seksologi.

Dengan kata lain, sebenarnya tak ada batasan waktu yang “normal”.

Tetapi, jika bicara tentang kuantitas, biasanya para dokter menyebut kurang dari dua menit sudah ejakulasi disebut sebagai prematur ejakulasi.

“Mungkin kriteria terpenting adalah ada atau tidaknya masalah. Karena walau baru sebentar sudah ejakulasi, tapi jika itu tidak menyebabkan masalah bagi dirinya dan pasangan, maka ya tidak apa-apa,” kata Eric Rottenberg, ahli urologi.

Ejakulasi dini sendiri belum diketahui penyebabnya. Ada teori yang mengaitkannya dengan faktor biologi dan psikologi, termasuk gangguan urologi, seperti peradangan, impotensi, gangguan tiroid, ketidakseimbangan hormonal, kecemasan, dan faktor gangguan saraf.

Seorang pria juga mengalami level sensitivitas yang berbeda-beda yang akan berpengaruh pada ejakulasi mereka.

“Jika seorang pria sering masturbasi dengan cepat saat muda, hal itu juga bisa membuatnya mencapai klimaks dengan cepat,” kata Queen.

Bagi pria yang selalu mengalami datangnya ejakulasi dengan cepat, bisa jadi hal itu memang respons alami fisiknya.

Tetapi, jika terjadi perubahan kebiasaan, yang tadinya perkasa lebih lama lalu menjadi sebentar, mungkin karena ada stres emosional atau gangguan medis.

Komentar