Asal-usul dari Panggilan “Beb” dan “Baby”

Penulis: Darmansyah

Kamis, 29 November 2018 | 11:30 WIB

Dibaca: 1 kali

Apakah Anda punya panggilan khusus untuk pasangan?

Dan apakah panggilan itu berbunyi “beb” atau “baby?”

Ya, seperti ditulis laman “hello sehat,” punya panggilan sayang pada pasangan memang lumrah.

Tiap pasangan umumnya memiliki panggilan sayangnya masing-masing.

Dari sekian banyak panggilan sayang, “beb” dan “baby” sering sekali digunakan. Kenapa, sih, banyak pasangan yang menggunakan kata-kata ini untuk menunjukkan rasa cintanya pada pasangan?

Apakah pasangan Anda sering memanggil Anda dengan sebutan “beb” atau “baby”? Jika iya, pernahkah Anda menanyakan apa alasannya?

Baby adalah istilah yang biasanya digunakan ibu di negara-negara berbahasa Inggris untuk memanggil anak-anaknya saat masih bayi.

Ahli neuroantropologi dari Florida State University, Dean Falk, percaya bahwa alasan orang menggunakan panggilan sayang tersebut untuk pasangannya yaitu karena mereka seperti bernostalgia tentang masa kecilnya.

Banyak orang merasa panggilan ini mengingatkannya kepada cinta pertamanya, yaitu ibunya.

Nostalgia ini memicu otak untuk mengeluarkan dopamin.

Dopamin yang dilepaskan dalam jumlah besar di otak biasanya akan menciptakan perasaan bahagia.

Oleh karena itu, biasanya seseorang cenderung ingin mengulangi hal yang membuatnya senang.

Maka, Dean Falk menyimpulkan bahwa panggilan yang memicu rasa bahagia ini kemudian dianggap sebagai cara yang tepat untuk menunjukkan kasih sayang seseorang kepada pasangannya.

Namun, Frank Nuessel, dosen bahasa dari University of Louisville, punya pendapat lain.

Nuessel berpendapat bahwa menggunakan panggilan sayang ini juga membantu orang merasa lebih terbuka dan nyaman dengan pasangannya.

Hal ini kemudian memampukan Anda dan pasangan membangun ikatan batin yang cukup kuat dan intim. Jadi panggilan sayang ini bermanfaat, bukan?

Berbicara dari hati ke hati bersama pasangan membantu Anda untuk lebih dekat satu sama lain. Anda bisa saling menanyakan kira-kira belakangan ini apa saja hal yang mengganjal pikiran atau membuatnya senang.

Selain itu, Anda juga bisa membicarakan berbagai hal lainnya terkait hubungan dan juga pribadi masing-masing. Bicarakan tentang harapan-harapan Anda berdua untuk menambah keintiman.

Untuk menambah keintiman, Anda dan pasangan bisa meluangkan waktu untuk berlibur sesekali. Berlibur tak hanya menyegarkan otak dan pikiran tetapi juga hubungan.

Jika Anda dan pasangan sedang dilanda kebosanan karena merasa tidak ada yang baru dalam hubungan, maka berlibur bisa menjadi salah satu solusinya.

Dengan berlibur bersama, Anda dan pasangan akan banyak menghabiskan waktu kualitas berdua. Banyak hal baru yang bisa Anda lakukan dengan pasangan.

Tak perlu berlibur ke tempat yang jauh atau mahal. Berkeliling kota menjajal tempat-tempat wisata atau museum daerah pun bisa jadi kegiatan yang seru, lho.

Meski sering bertemu dan saling memanggil satu sama lain dengan panggilan sayang, semuanya akan sia-sia jika selama bertemu Anda tidak benar-benar fokus pada satu sama lain.

Ya, misalnya kalau Anda berdua malah terlalu sibuk main HP saat berduaan.

Akhirnya Anda berdua malah tidak sempat mengobrol.

Cobalah berkomitmen untuk menjauhkan HP dan gawai apa pun saat Anda dan pasangan sedang menghabiskan waktu berdua. Lalu habiskan waktu dengan mengobrol dan saling mengenal satu sama lain.

Komentar