Anda Pernah Bersyukur Terhadap Kerja?

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 18 Juni 2014 | 10:44 WIB

Dibaca: 0 kali

Banyak para pekerja yang mengeluh dengan berbagai situasi dan kondisi yang dihadapinya. Dan sangat jarang di antara mereka yang menerima kenyataan dari kondisi kerja yang terjadi. The Times of India dalam edisi terbaru menurunkan laopran tentang problem yang dihadapi oleh pekerja.

Menurut tulisan terbarunya, “The Times of India” mengemukakan, selama ini masih banyak pekerja yang mengeluhkan ketidak sempurnaan dalam menapak karier. Padahal kendala dan hambatan adalah dua hal lumrah dalam ranah karier yang kompetitif.

Hal utama yang harus Anda ingat, karier Anda adalah tanggung jawab pribadi. Jangan menyalahkan orang lain atas masalah dan konflik yang Anda hadapi, baik di depan wajah maupun yang muncul di belakang punggung Anda.

Bagaimanapun, sebenarnya Anda selalu memiliki pilihan untuk resign dan mencari peluang baru di perusahaan lain. Nah, bila itu bukan yang Anda inginkan, maka Anda harus bisa menciptakan suasana kerja yang membahagiakan.

Makanya sesekali Anda harus mencoba intropeksi diri. Bukankan selama ini Anda selalu merasa lebih baik dari rekan kerja lainnya? Benarkah demikian?

Jika ya, selamat! Berarti Anda adalah satu-satunya manusia di dunia yang terlahir sempurna. Apakah itu sesuai realita? Dengarkan dan jangan abaikan jawaban hati nurani Anda sendiri.

Jika Anda bisa dengan mudah menilai kinerja orang lain tidak berkualitas, ini berarti sebenarnya kinerja Anda yang berada di bawah mereka. Sebab, perilaku mencari kesalahan orang lain, merupakan refleksi atas ketidakmampuan seseorang dalam bekerja.

Kenapa Anda tidak membangun optimisme untuk mendatang hasil maksimal. Tidak ada persoalan, masalah, halangan, dan kendala di kehidupan ini yang bisa hilang seiring kedipan mata. Coba tulis dan rincikan konflik kerja yang Anda hadap hari ini, lalu lihat kembali catatan tersebut esok hari.

Kabarnya, masalah hari ini akan terasa lebih ringan saat hari telah berganti. Mungkin setelah tidur malam yang cukup, pikiran jadi lebih jernih dalam mencari solusi dan jalan keluar yang tepat.

Sesekali bikinlah rencana makan siang di luar kantor dengan sahabat, pasangan, atau suami. Sejenak menghirup udara di luar gedung kantor bisa membuat pikiran terbuka untuk “merangsang” ide-ide baru yang kreatif, yang tentu saja bermanfaat untuk kemajuan karier Anda.

Suasana kantor yang akrab dan hangat dapat memompa semangat kerja. Jangan terbiasa menyendiri, cara ini bisa memicu pikiran untuk berasumsi negatif bahwa rekan kerja sengaja mengucilkan Anda. Padahal realitanya, sama sekali berbeda.

Bekerja tanpa istirahat berkualitas, bisa membuat orang mudah emosi, tertekan, dan sulit berkonsentrasi. Jangan biarkan diri Anda terus menerus bekerja, baik secara fisik maupun dalam pikiran.

Luangkan waktu sekitar 15 menit, untuk mendengarkan musik tanpa dibarengi dengan bekerja. Sebab, mendengarkan musik favorit bisa mendongkrak suasana hati yang baik.

Dari semua itu munculkanlah rasa bersyukur. Membanting telepon, mendorong laci kabinet dengan paksa, atau bahkan menggebrak meja, mungkin bisa membantu Anda meluapkan emosi. Namun, apa pandangan orang lain melihat perilaku tersebut?

Mereka akan menganggap Anda tidak dewasa, emosional, dan tidak mengerti etika bersosialisasi.
Mungkin Anda kurang peka dengan realita yang hadir di luar lingkungan Anda, bahwa begitu banyak pengangguran yang memiliki kemampuan sama dengan Anda, dan bersedia menggantikan posisi Anda kapan saja Anda bersedia.

Jadi bersyukurlah dengan pekerjaan yang Anda miliki, karena kesempatan baik jarang datang dua kali.

Komentar