Apakah Anda Percaya IQ Bisa Ditingkatkan?

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 18 Agustus 2016 | 14:30 WIB

Dibaca: 1 kali

Bisakah tingkat kecerdasan atau dikenal dengan sebutan popular IQ di tingkatkan?

“Kenapa tidak,” jawab para ahli di  Association for Psychological Science seperti ditulis laman situs “medical daily,” hari ini, Kamis, 18 Agustus 2016.

Ya, selama ini dipercaya bahwa kecerdasan adalah sesuatu yang kita miliki sejak lahir dan tak bisa diutak atik untuk ditingkatkan.

Namun begitu jawaban para ahli selama dekade terakhir menjurus bahwa  kecerdasan itu adalah sesuatu hal yang  fleksibel.

Bukan seperti dugaan klasik

Dan ide untuk meningkatkan kecerdasan selalu ada dari masa ke masa.

Memang terjadi perdebatan.

Beberapa  pakar tetap pada keyakinannya  bahwa bukan hal yang mustahil untuk meningkatkan nilai IQ sampai beberapa poin, baik melalui “olahraga otak” atau dengan bantuan “obat pintar”.

Menurut Association for Psychological Science, kecerdasan dibagi dalam dua kategori: yang sifatnya cair dan mengkristal.

Kecerdasan cair adalah kemampuan untuk menalar dalam cara abstrak dan menyelesaikan masalah.

Sementara kecerdasan yang mengkristal lebih terkait dengan keterampilan intelektual, atau kemampuan membaca dan komperhensi.

Meski kecerdasan mengkristal secara umum bertambah seiring dengan usia dan hal-hal baru yang kita pelajari, kecerdasan cair justru relatif stagnan.

Sejumlah ilmuwan berupaya mencari cara untuk meningkatkan kecerdasan cair dengan obat-obatan, yang disebut obat pintar.

Misalnya saja obat modafinil, yang biasa dipakai untuk mengobati gangguan tidur. Obat itu ternyata juga berpengaruh pada kemampuan kognitif pada orang yang cukup istirahat.

Obat tersebut juga diketahui memiliki efek negatif sedikit, misalnya saja insomnia, sakit kepala, dan mual.

Walau demikian, modafinil dan obat lain hanya meningkatkan fungsi berpikir dalam jangka pendek. Mengonsumsi obat serupa tidak bisa meningkatkan kecerdasan secara umum.

Memori kerja terkait dengan proses belajar kompleks, pemecahan masalah, dan kendali perhatian umum.

Dengan demikian, secara alami meningkatnya kapasitas memori bisa meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan keterampilan belajar.

Paling tidak, hal itu yang dipercaya para ahli. Salah satu contoh, dalam studi tahun 2008 yang dimuat dalam jurnal PNAS disebutkan, melakukan latihan selama 10 jam untuk memori kerja bisa meningkatkan kecerdasan cair.

Selain itu, para partisipan dalam studi itu bukan hanya mengalami peningkatkan memori kerja, tetapi juga pada tugas-tugas lain yang tak terkait dengan kognitif. Hasil penelitian itu memang belum bisa disimpulkan.

Masih terbuka kemungkinan kelak ditemukan cara meningkatkan nilai IQ seseorang.

Misalnya saja, anak-anak autisme yang mendapat bimbingan intensif dalam hal komunikasi, membaca, matematika, fungsi sosial, dan keterampilan bermain, men

Kecerdasan memang sulit diukur secara pasti, itu sebabnya peringkat di sekolah tak selalu bisa menunjukkan seberapa tinggi kecerdasan seseorang.

Anda mungkin pernah mendengar cerita bahwa Albert Einstein, salah satu ilmuwan paling berbakat, kesulitan belajar di sekolahnya dan sempat dianggap anak bodoh.

Ada banyak contoh orang-orang berbakat dan sukses lain yang memiliki kisah serupa.

Sebelum Anda mengira-ngira apakah sebenarnya Anda juga memiliki potensi kecerdasan tersembunyi, coba cek beberapa tanda-tanda seseorang cerdas, seperi gangguan mental

Kaitan antara gangguan mental dan kecerdasan memang masih kontroversial, tetapi tak ada salahnya diperhatikan. Misalnya saja, banyak orang berbakat di bidang sastra ternyata menderita bipolar, sebut saja Vincent Van Gogh, Emily Dickinson, dan Ernest Hemingway.

Kaitan antara kecerdasan dan kesehatan mental memang belum jelas. Salah satu teori menyebut, protein spesifik yang terkait dengan memori dan rasa ingin tahu di otak tikus, juga terkiat dengan gangguan bipolar dan skizofrenia pada manusia.

Selain itu, kemampuan yang dperlukan untuk menyelesaikan soal matematika dan memproses informasi dengan cepat, bisa membuat seseorang beresiko mengalami mania atau sebuah kondisi fokus tinggi dan beraktivitas tanpa lelah yang sering dialami orang bipolar

Walau secara umum kebanyakan orang mengaitkan bahasa yang kotor dan tidak sopan dengan kurangnya pendidikan, tetapi penelitian menunjukkan orang yang sering mengumpat ternyata cerdas.

Mereka biasanya memiliki kosa kata yang lebih banyak.

Tanda lain dari mereka ber IQ tinggi adalah berani mengambil resiko

Seseorang yang terbuka pada tantangan baru dan tidak takut mengambil risiko cenderung punya kecerdasan lebih tinggi. Demikian menurut penelitian setahun silam di Finlandia.

Bisa juga mereka yang kurang aktif

Meski sifat pemalas tak akan membuat seseorang lebih pintar, tetapi orang yang banyak berpikir biasanya tidak tertarik pada olahraga yang mengerahkan tenaga fisik, seperti olahraga.

Sifat tidak aktif itu bagi kebanyakan orang juga dianggap sebagai kemalasan.

Seorang I

Memiliki IQ tinggi bisa datang dari anak tertua.

Untuk anda tahu, urutan lahir juga berpengaruh pada kecerdasan.

Anak sulung pada umumnya punya kecerdasan lebih tinggi dibanding adik-adiknya. Kemungkinan ini karena anak pertama dididik dengan disiplin lebih keras oleh orangtuanya.

Ada satu yang sangat tidak menyenangkan seorang yang ber IQ tinggi. Mereka tidak percaya Tuhan.

Hasil analisa terhadap tiga puluh lima penelitian menemukan, orang yang memandang dunia secara natural cenderung lebih cerdas dibanding orang yang religius.

Mereka juga cenderung menganggap kepercayaan religius sebagai hal yang irasional dan tidak bisa dibuktikan oleh sains

Komentar