Apakah Anda Kenal Apa Itu Genophobia?

Penulis: Darmansyah

Kamis, 26 Juli 2018 | 07:49 WIB

Dibaca: 1 kali

Apakah Anda pernah mendengar istilah genophobia?

Ya, istilah ini  akan menjelaskan kondisi ketakutan pada wanita untuk melakukan hubungan intim.

Genophobia atau juga dikenal dengan coitophobia adalah ketakutan untuk melakukan hubungan seks.

Wanita yang mengalami ketakutan ini, biasanya akan takut terhadap tindakan-tindakan yang mengarah ke seks dan takut untuk melakukan penetrasi.

Bercinta harusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Namun pada kenyataannya, ada sebagian wanita yang takut berhubungan intim dengan pasangan.

Wanita yang mengalami phobia terhadap seks biasanya takut untuk melakukan hubungan seksual..

Istilah genophobia ini juga sering tertukar dengan erotophobia.

Meskipun dua hal ini sama-sama menjelaskan tentang ketakutan terhadap seks, namun kondisi keduanya berbeda.

Erothophobia adalah ketakutan dengan semua hal yang berhubungan dengan seks.

Genophobia sama seperti phobia yang lain. Ketakutan ini muncul karena adanya trauma parah pada genophobia.

Pemerkosaan dan penganiayaan adalah pemicu paling sering yang ditemukan pada orang-orang yang mengalami genophobia.

Budaya dan agama juga kemungkinan besar ikut mempengaruhi berkembangnya genophobia pada seseorang.

Genophobia atau takut berhubungan intim ini sering juga dikaitkan dengan kekhawatiran pada bentuk tubuh atau rasa tidak percaya diri saat akan melakukan seks.

Kondisi medis tertentu juga ikut berperan kenapa seseorang takut berhubungan intim.

Pemerkosaan adalah tindakan kriminal seksual yang terjadi ketika seseorang memaksa untuk melakukan hubungan seksual dalam bentuk penetrasi vagina atau anus dengan penis.

Setelah tindakan ini, korban akan mengalami reaksi psikologi. Korban pemerkosaan akan mengalami guncangan mental dan trauma yang mendalam.

Sindrom ini merupakan respon dari bentuk ketakutan mendalam terhadap kematian yang kebanyakan dialami oleh para korban pemerkosaan.

Fase dari sindrom ini meliputi reaksi langsung dari dampak yang dialami, reaksi fisik, dan reaksi emosional terhadap situasi yang mengancam jiwa mereka.

Sedangkan, proses jangka panjangnya meliputi perubahan gaya hidup, mimpi buruk berkepanjangan dan genophobia. Hal ini yang menyebabkan kenapa takut berhubungan intim.

Kekhawatiran ini terjadi biasanya karena kurangnya atau bahkan tidak adanya pengalaman atau pendidikan seks yang cukup.

Mereka takut tidak bisa memuaskan atau meyenangkan pasangannya ketika bercinta. Meskipun terdengar sepele, jika dibiarkan hal ini bisa menyebabkan genophobia.

Ketakutan akan penyakit yang menular melalui seks dapat menyebabkan seseorang takut berhubungan intim.

Orang yang mengalami genophoba karena ini biasanya memiliki pengalaman di sekitar mereka yang mengidap penyakit menular seks dan menyebabkan kematian. Sehingga menyebabkan ketakutan terhadap seks.

Mereka beranggapan bahwa seks sangat berbahaya dan dapat menyebabkan mereka merasakan sakit.

Seseorang dengan kondisi medis tertentu sangat besar kemungkinannya takut berhubungan intim dengan berbagai alasan.

Disfungsi ereksi dan penyakit jantung paling besar risikonya meningkatkan genophobia pada seseorang.

Meskipun telah mendapatkan nasihat dokter bahwa aman melakukan hubungan seks. Mereka cenderung enggan bahkan tidak mau untuk melakukan seks. Hal ini biasanya sudah berlangsung cukup lama.

Komentar